Ekonomi
Share this on:

Semoga Bunga Kredit Tak Terdampak

  • Semoga Bunga Kredit Tak Terdampak
  • Semoga Bunga Kredit Tak Terdampak

BALIKPAPAN - Pengusaha di Kaltim berharap kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia tidak berdampak pada pergerakan suku bunga pinjaman. Pasalnya, sebagian besar perusahaan di Bumi Etam masih mengandalkan pendanaan dari perbankan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, pengusaha bakal terbebani jika kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia berdampak pada suku bunga pinjaman. “Pengusaha di Kaltim ini baru saja mendapat angin segar, sudah dikasih badai lagi. Kondisi ekonomi belum pulih sepenuhnya,” ungkapnya, kemarin.

Ditambahkan Slamet, saat ini, pengusaha di Bumi Etam masih banyak yang mengandalkan pinjaman bank sebagai modal usaha. Tentu, apabila suku bunga pinjaman turut terkerek, akan berdampak negatif dan menambah beban pengusaha yang sedang melakukan pinjaman.

Sebenarnya, ada opsi pendanaan lain. Namun belum banyak yang terpikir. Apalagi pasar modal. Sebab pengetahuan pengusaha lokal masih minim dan belum terbiasa. “Jadi, kalau naik, ya mau tak mau memaksa pengusaha stop produksi,” imbuhnya.

Diketahui, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan (BI 7 Days Reserve Repo Rate) sebanyak 50 basis poin selama Mei lalu menjadi 4,75 persen. Bahkan, bisa berpotensi naik lagi seiring kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed.

Kendati demikian, dunia usaha memaklumi akan kebijakan yang diambil Bank Indonesia. Pasalnya, ini merupakan salah satu upaya intervensi BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Menurut Slamet, BI tidak punya banyak pilihan untuk menguatkan rupiah. Dan menaikkan suku bunga acuan menjadi salah satu pilihan yang harus diambil oleh BI.

"Itu jadi salah satu intervensi BI untuk bisa menstabilkan rupiah, kami mau bilang apa karena kan pelemahan rupiah merugikan dunia usaha juga. Jadi ini adalah salah satu siasat yang dilakukan pemerintah," tuturnya.

Hal senada juga dilontarkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat. Jika suku bunga kredit sampai terpengaruh, dia memprediksi aktivitas usaha di Kaltim bisa melambat. Posisi sekarang ini, ekonomi harus dipacu. Untuk itu bank harus memberikan kelonggaran bagi pengusaha. Sumber dana besar dari bank.

Namun, Yaser bisa mengerti langkah BI menaikkan suku bunga untuk mencegah dampak negatif ke depannya. "Mau mendukung tapi kalau suku bunga kredit naik, bagaimana? Tidak banyak pilihan yang kami punya. Kalau mendukung ya antara iya dan tidak, tapi kami tidak punya banyak pilihan lain. Karena buat kami faktor pelemahan rupiah juga penting," terangnya. (aji/ndu2/k18/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bunga Deposito Sudah 8,59 Persen

Bunga Deposito Sudah 8,59 Persen

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan suku bunga penjaminan atau LPS rate 25 basis poin (bps).


Optimalkan Pemerataan Sebaran KUR

Optimalkan Pemerataan Sebaran KUR

Realisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga September telah mencapai Rp100 triliun.


Moratorium Sawit Tak Pengaruhi Produksi

Moratorium Sawit Tak Pengaruhi Produksi

Moratorium kelapa sawit yang diterapkan pemerintah melalui Inpres Nomor 8 Tahun 2018 diyakini tidak menyebabkan produksi sawit menurun.


BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan

Bank Indonesia (BI) diprediksi menahan suku bunga acuan di angka 5,75 persen.


BTN Siapkan Restrukturisasi Kredit Korban Gempa Palu

BTN Siapkan Restrukturisasi Kredit Korban Gempa Palu

Setelah gempa dan tsunami mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mulai meracik skema restrukturisasi kredit.


Pelemahan Rupiah Tak Berdampak pada Krisis Ekonomi

Pelemahan Rupiah Tak Berdampak pada Krisis Ekonomi

Rupiah kembali melemah terhadap dollar Amerika, Kamis (4/10).


Suku Bunga Acuan Naik Lagi

Suku Bunga Acuan Naik Lagi

Merespons Bank Sentral AS yang menaikkan suku bunga acuannya 25 basis poin (bps) menjadi 2–2,25 persen, Bank Indonesia (BI) pun ikut mengetatkan kebijakan monet


Pemerintah Pangkas Pajak Bunga

Pemerintah Pangkas Pajak Bunga

Pemerintah berencana memangkas pajak bunga obligasi.


Suku Bunga Acuan Bisa Naik Lagi

Suku Bunga Acuan Bisa Naik Lagi

Bank Sentral AS (The Fed) bulan ini diyakini kembali menaikkan Fed Funds Rate (FFR).


Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring dengan keluarnya Surat Edaran Dirjen Pajak No SE-15/PJ/2018 tentang Kebijakan Pemeriksaa



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!