Ekonomi
Share this on:

Sepakat Tambahi Subsidi Solar

  • Sepakat Tambahi Subsidi Solar
  • Sepakat Tambahi Subsidi Solar

JAKARTA - Pemerintah tetap akan menaikkan alokasi anggaran subsidi BBM jenis solar meski tidak ada APBN Perubahan 2018. Besarannya menjadi Rp2 ribu per liter. Itu sesuai dengan permintaan dari Kementerian ESDM.

”Iya, mulai tahun ini (kenaikan anggaran, Red),” ucap Dirjen Anggaran Askolani di gedung DPR kemarin (11/7). Meski begitu, Askolani menegaskan bahwa pemberian subsidi energi tersebut akan disesuaikan dengan realisasi penyaluran anggaran hingga akhir tahun.

Pembayaran subsidi bakal dilakukan setelah ada audit BPK atas penyaluran solar pada 2018. ”Subsidi itu berdasar realisasinya. Nanti diaudit BPK,” kata Askolani.

Dia menambahkan, semua bergantung pada Kementerian ESDM. Termasuk skema penetapan kenaikan subsidi solar tersebut. Waktu penerapannya juga menunggu keputusan dari Kementerian ESDM. ”Nanti menteri ESDM yang mengumumkan. Pokoknya tunggu dari menteri ESDM,” ujarnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto pada kesempatan sebelumnya menjelaskan bahwa pemerintah menetapkan besaran subsidi solar Rp2.000 per liter. Itu berdasar hasil rapat dan perhitungan yang dilakukan Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Pertamina.

Tambahan subsisi solar memang diperlukan Pertamina agar keuangan perseroan tetap sehat. Sebab, dengan kenaikan harga minyak dunia, harga solar dan premium ditetapkan pemerintah tidak naik hingga 2019. Padahal, harga solar tidak naik sejak April 2015.

Pada waktu itu harga minyak Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih di angka USD 57,58 per barel. Sementara itu, saat ini ICP Juni tembus di angka USD 70,36 per barel. Apalagi, Pertamina juga masih harus mendapatkan tambahan penugasan untuk penyaluran premium di Jawa, Madura, dan Bali sebesar 4,3 juta kl.

Dengan demikian, total kewajiban premium yang harus disalurkan Pertamina tahun ini mencapai 11,8 juta kl di seluruh Indonesia. Pada tahun sebelumnya, Pertamina hanya wajib menyalurkan premium di luar Jawa, Madura, dan Bali.

Sama seperti solar, harga premium dipatok pemerintah Rp6.450,00 per liter. Angka tersebut tidak mengalami kenaikan sejak April 2015. Pada Januari–Februari, Pertamina harus menanggung kerugian Rp 5,5 triliun akibat tidak adanya kenaikan harga premium dan solar di tengah meroketnya harga minyak dunia.

Di sisi lain, konsumsi solar bersubsidi pada periode Januari–Mei 2018 mencapai 5,85 juta kl. Pemerintah menetapkan alokasi subsidi solar dalam APBN 2018 sebesar 15,6 juta kl setahun. Atau, rata-rata konsumsi solar sekitar 6,5 juta kl untuk lima bulan.

Dengan begitu, konsumsi solar hingga Mei masih 10 persen di bawah penetapan alokasi APBN 2018. Realisasi konsumsi itu juga masih lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni 6,05 juta KL. Salah satu penyebab penurunan penggunaan solar bersubisidi adalah adanya konversi penggunaan solar ke elpiji oleh nelayan. (ken/vir/c25/fal/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun

Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun

Harga BBM di tanah air diperkirakan tidak akan naik hingga akhir tahun ini. Asalkan nilai ICP (Indonesia Crude Price) tidak melebihi USD 70 per barel.


Konsumsi Solar-Premium di Bawah Kuota

Konsumsi Solar-Premium di Bawah Kuota

Upaya pemerintah menekan penyelewengan konsumsi solar, premium, dan minyak tanah bersubsidi agar lebih tepat sasaran menunjukkan hasil.


Subsidi Uang Muka untuk Sejuta Rumah ASN, TNI, dan Polri

Subsidi Uang Muka untuk Sejuta Rumah ASN, TNI, dan Polri

Sistem kredit dan pembangunan sejuta rumah untuk aparatur sipil negara, TNI, dan Polri terus dimatangkan.


Laba Pertamina Anjlok

Laba Pertamina Anjlok

Ditahannya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar berimbas pada pendapatan PT Pertamina (Persero).


Penggunaan B20 Hemat Devisa USD 5,5 Miliar

Penggunaan B20 Hemat Devisa USD 5,5 Miliar

Program pencampuran minyak sawit 20 persen ke BBM jenis solar (B20) mulai membuahkan hasil.


Enam Perusahaan Ditengarai Langgar Mandat B20

Enam Perusahaan Ditengarai Langgar Mandat B20

Pemerintah tengah menyelidiki dugaan pelanggaran penyaluran bahan bakar solar dengan bauran minyak sawit atau biodiesel B20.


Sepakat Kurs di Level Rp14.500 per USD

Sepakat Kurs di Level Rp14.500 per USD

Badan anggaran (banggar) DPR dan pemerintah sepakat menetapkan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) sebesar Rp14.500.


Subsidi Energi Membengkak

Subsidi Energi Membengkak

Realisasi subsidi energi tahun ini diperkirakan meningkat menjadi Rp149 triliun.


Sambung Gratis, Tambah Subsidi Rp1,2 Triliun

Sambung Gratis, Tambah Subsidi Rp1,2 Triliun

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan tambahan subsidi listrik dalam RAPBN 2019 sebesar Rp 1,21 triliun.


Peraturan Panel Surya Atap Hambat Investasi

Peraturan Panel Surya Atap Hambat Investasi

Kementerian ESDM berencana mengeluarkan aturan tentang penggunaan panel surya atap (solar rooftop).



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!