Ekonomi
Share this on:

Sharp Indonesia Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

  • Sharp Indonesia Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung
  • Sharp Indonesia Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

KARAWANG - Sukses menyita perhatian konsumen tanah air dengan jajaran produk elektronik yang diproduksi dalam negeri dengan menguasai lebih dari 25 persen pangsa pasar Indonesia, PT Sharp Electronics Indonesia semakin mantap menghadapi pasar global.

Bertengger sebagai negara kontributor keempat terbesar di antara subsidiari Sharp di seluruh dunia, perusahaan ini kembali menambah lini produksi di kategori mesin cuci. Penambahan ini dikhususkan untuk mesin cuci tipe satu tabung/full auto yang kini direlokasi ke pabrik mesin cuci Sharp Indonesia di Karawang International Industrial City (KIIC).

Seremoni penambahan lini produksi yang diselenggarakan pada 16 Juli 2019 di pabrik mesin cuci Sharp Indonesia, KIIC, turut diresmikan Airlangga Hartarto (menteri perindustrian), Dady Iskandar (staf ahli gubernur Jawa Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan), Tadayuki Miyashita (kepala bagian ekonomi Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia), serta segenap manajemen Sharp Corporation maupun Sharp Indonesia.

Tadashi Ohyama, CEO PT Sharp Electronics Indonesia mengakui bahwa penambahan lini produksi merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap anjuran pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekspor.

“Mesin cuci Sharp Indonesia merupakan salah satu kategori produk unggulan kami. Meski banyak fitur dan desain yang dibuat khusus untuk pasar tanah air, ternyata banyak mesin cuci kami yang diminati oleh negara tetangga dengan karakteristik konsumen serupa, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam, Timur Tengah dan banyak negara lainnya," terang dia.

Hadirnya lini produksi terbaru diharapkan mampu menambah diversifikasi produk lokal Sharp untuk mengisi pasar global tersebut.

"Dengan mesin yang memadai dan tenaga kerja yang mumpuni, semoga kami bisa membuktikan kesiapan baik produk-produk lokal maupun SDM Indonesia untuk bersaing di kancah internasional.”

Inisiatif Sharp Indonesia untuk membantu menopang bisnis ekspor manufaktur elektronik juga disambut positif oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penambahan lini produksi mesin cuci top loading oleh PT Sharp Electronics Indonesia. Ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar ekspor,” ujar menperin.

Pabrik mesin cuci Sharp Indonesia pertama kali beroperasi pada tahun 2008 di Pulogadung dengan luas pabrik 4.537 m². Sukses memenuhi kebutuhan pasar dengan jumlah produksi yang memuaskan, pabrik mesin cuci dipindahkan ke KIIC di tahun 2013 dengan luas mencapai 11.400 m². Hasilnya, pencapaian produksi mesin cuci tipe dua tabung meningkat pesat hingga sebesar 1,2 juta unit/tahun.

Pencapaian tersebut menjadi pemicu Sharp Indonesia untuk menambah lini produksi mesin cuci satu tabung/full auto. Adapun mesin cuci satu tabung yang diproduksi Sharp Indonesia di pabrik Karawang terdiri dari 14 model dengan kapasitas cuci 8 kg hingga 12 kg.

Termasuk mesin cuci megamouth gold series yang dibalut dengan warna emas dan diproduksi terbatas hanya 2.000 unit saja. Mesin cuci gold series merupakan mesin cuci eksklusif yang diluncurkan dalam rangka merayakan 50 tahun kiprah Sharp Indonesia di nusantara.

Selain diproduksi dalam negeri, mesin cuci satu tabung/full auto juga kental dengan benaman fitur lokal yang relevan dengan kondisi Indonesia. Misalnya, mampu menghemat air lebih besar hingga 50 persen, mampu bekerja dalam kondisi tekanan air yang rendah, hingga mengantisipasi tegangan listrik yang tidak stabil. Tak lupa, seluruh mesin cuci satu tabung/full auto juga semakin terjamin dengan adanya ‘Japan 7 Shield’ yang membuat produk-produk Sharp lebih tahan dan awet dari berbagai gangguan.

Kemunculan mesin cuci satu tabung/full auto membawa harapan baru bagi bisnis Sharp Indonesia sendiri. Di samping menargetkan kapasitas produksi mesin cuci yang lebih banyak yaitu naik 10 sampai 15 persen dari kapasitas produksi semula, Sharp Indonesia juga mematok adanya kenaikan angka ekspor hingga market share.

“Dengan memproduksi mesin cuci satu tabung/full auto sendiri, kami yakin dapat memanfaatkan kemudahan-kemudahan ini, baik dari sisi pengembangan dan perencanaan produk, sampai menggenjot penjualan ekspor tumbuh hingga 20 persen di tahun 2020 untuk seluruh kategori produk. Kami juga optimistis hasil ekspor dapat berimbas positif pada market share kami keseluruhan,” imbuh Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia.

Di usia yang semakin dewasa, Sharp Indonesia berkomitmen tidak hanya menjadi produsen elektronik yang unggul dalam bisnis. Lebih dari itu, Sharp Indonesia turut berupaya dalam mewujudkan program pemerintah serta mengembalikan keuntungan bisnis elektronik untuk masyarakat Indonesia. Caranya dengan melakukan transfer teknologi dan pengetahuan, maupun mempersiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing. (rls/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi

Ribetnya Regulasi Bikin Hambat Investasi

Bank Indonesia (BI) menyebutkan investasi di kuartal II tahun ini bergerak tipis 5,01 persen atau lebih rendah


Idul Kurban Sumbang Inflasi

Idul Kurban Sumbang Inflasi

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebutkan Hari Raya Idul Adha menyumbang inflasi sepanjang bulan Agustus 2019.


Defisit Transaksi Berjalan 3,04 Persen Masuk Bahaya

Defisit Transaksi Berjalan 3,04 Persen Masuk Bahaya

Bank Indonesia (BI) mencatat defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal II 2019 sebesar 8,4 miliar dolar AS atau setara 3,04 persen


Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

Ekspor CPO Diprediksi Turun Jadi 30 Juta Ton

Penjegalan sawit Indonesia di Uni Eropa diperkirakan membuat ekspor sawit tahun ini menurun sebanyak 30 juta ton hingga akhir tahun 2019 ini.


Kontribusi Go-Jek Terhadap Perekonomian Indonesia Hingga Rp55 Triliun

Kontribusi Go-Jek Terhadap Perekonomian Indonesia Hingga Rp55 Triliun

Kehadiran transportasi online meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus mengurangi pengangguran di Tanah Air.


HUT RI Makin Istimewa dengan Honda Scoopy Merah Putih

HUT RI Makin Istimewa dengan Honda Scoopy Merah Putih

Menjelang perayaan hari kemerdekaan Indonesia ke-74, pabrikan Honda memperkenalkan warna baru Honda Scoopy yaitu Stylish White Red


Startup Unicorn RI Bakal Dikuasai Investor Asing

Startup Unicorn RI Bakal Dikuasai Investor Asing

Satu persatu perusahaan rintisan teknologi (startup) unicorn Indonesia dimiliki asing.


Listrik Padam, Pelaku Usaha Desak Bos PLN Dicopot

Listrik Padam, Pelaku Usaha Desak Bos PLN Dicopot

Himpunan Pengusaha Muda Muda Indonesia (HIPMI) mendesak kedua menteri terkait yang mengurusi listrik dan PLN, serta direksi PT PLN dicopot.


Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan komoditas ayam dan telur saat ini telah dinyatakan surplus.


Diskriminasi Sawit, Indonesia Potensi Menang Lawan Uni Eropa

Diskriminasi Sawit, Indonesia Potensi Menang Lawan Uni Eropa

Sejarah mencatat Pemerintah Indonesia pernah menang melawan kezaliman yang dilakukan Uni Eropa terkait menjegal produk sawit Indonesia.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!