Ekonomi
Share this on:

Siapkan Substitusi Industri Susu

  • Siapkan Substitusi Industri Susu
  • Siapkan Substitusi Industri Susu

SURABAYA - Impor masih menjadi upaya untuk memenuhi tingkat kebutuhan susu yang mencapai lebih dari 3,5 juta ton per tahun. Sebab, pasokan yang tersedia hanya 23 persen atau sekitar 852 ribu ton susu. Nah, untuk meminimalkan impor, Indonesia menggandeng New Zealand sebagai salah satu negara penghasil susu terbesar di dunia.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya Jamhadi mengungkapkan, saat ini pihaknya merencanakan substitusi industri dairy milk di Jatim. Sebab, selama ini hubungan dagang antara New Zealand dan Indonesia masih defisit.

’’Angka defisit bahkan mencapai 7,46 persen. Agar tidak terjadi lagi, investor New Zealand harus mau mengembangkan bisnis di Indonesia,’’ katanya.

Tahun lalu, nilai ekspor dari Jatim ke New Zealand hanya USD 7,37 juta, sedangkan impornya mencapai USD 14,83 juta. Kondisi tersebut membuat New Zealand menjadi negara yang memiliki kontribusi minim dalam hal perdagangan.

Jamhadi menyayangkan kondisi itu karena New Zealand adalah negara dengan sumber daya alam yang melimpah, terutama di bidang peternakan.

Menurut Jamhadi, substitusi industri tersebut bisa menguntungkan Indonesia. Sebab, selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, susu bisa diekspor ke negara lain. ’’Tidak masalah jika New Zealand akan membawa bahan baku sendiri. Yang penting, produksinya tetap di Indonesia,’’ ujarnya.

Selain sumber daya yang melimpah, New Zealand memiliki penduduk dengan daya beli yang sangat tinggi. Pendapatannya mencapai USD 37 ribu per kapita. Angka tersebut jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pendapatan masyarakat Indonesia yang hanya mencapai USD 4 ribu per kapita.

Potensi pasar itu bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mengekspor bambu atau rotan. Sebab, bambu dan rotan tidak bisa tumbuh di negara tersebut. ’’Kami akan mempersiapkan industri furnitur Jatim agar layak ekspor dan mampu menembus New Zealand,’’ kata Jamhadi. (pus/c22/fal/jpnn)


Berita Sebelumnya

Rating Utang RI Bisa Membaik
Rating Utang RI Bisa Membaik

Berita Berikutnya

Dongkrak Dana Murah Perseroan
Dongkrak Dana Murah Perseroan

Berita Sejenis

Industri Digital Tumbuh 11 persen

Industri Digital Tumbuh 11 persen

Kementrian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi industri digital tumbuh di atas 11 persen per tahun. Proyeksi itu mulai terjadi edisi tahun depan.


Perekonomian 2018 Akan Lebih Baik

Perekonomian 2018 Akan Lebih Baik

Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Benny Pasaribu optimistis prospek ekonomi Indonesia tahun 2018 akan lebih baik dari pada tahun 2017.


Gas Bumi Masih Jadi Andalan

Gas Bumi Masih Jadi Andalan

Tantangan utama pemerintah saat ini dalam mempercepat pembangunan dan menggairahkan sektoe industri adalah menjamin ketersediaan energi.


Kebutuhan Gula Industri Diprediksi 3,6 Juta Ton

Kebutuhan Gula Industri Diprediksi 3,6 Juta Ton

Pemerintah memperkirakan konsumsi gula mentah untuk kebutuhan industri meningkat pada 2018. Yakni mencapai 3,6 juta ton.


Laba Bank Syariah Masih Tumbuh

Laba Bank Syariah Masih Tumbuh

Pendapatan industri perbankan syariah lesu. Pada kuartal III 2016, perbankan syariah mencatat pendapatan Rp23,56 triliun.


Pertumbuhan Premi Asuransi Rendah

Pertumbuhan Premi Asuransi Rendah

Industri asuransi umum belum tumbuh pesat. Premi bruto asuransi umum hanya tumbuh 2,8 persen secara year on year (yoy) pada kuartal III.


Optimis Mampu Tingkatkan Kinerja dan Finansial

Optimis Mampu Tingkatkan Kinerja dan Finansial

Pembentukan Holding Industri Pertambangan, diperkirakan bakal menggairahkan sektor industri.


Perbankan Tuntut Pengawasan Fintech

Perbankan Tuntut Pengawasan Fintech

Perkembangan industri financial technology (fintech) makin pesat.


70 Persen Konsumen Online adalah Wanita

70 Persen Konsumen Online adalah Wanita

Industri e-commerce di Indonesia terus berkembang.


Truk Panjang, Tenaga Besar

Truk Panjang, Tenaga Besar

Pertumbuhan industri ritel turut mendongkrak pasar truk ringan berkapasitas besar.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!