Ekonomi
Share this on:

SoftBank-Alibaba Suntik USD 1,1 Miliar

  • SoftBank-Alibaba Suntik USD 1,1 Miliar
  • SoftBank-Alibaba Suntik USD 1,1 Miliar

JAKARTA - Pendanaan itu dipimpin SoftBank Vision Fund dan Alibaba Group dengan partisipasi SoftBank Ventures Korea serta investor-investor Tokopedia sebelumnya. Merujuk laporan TechCrunch, dengan suntikan dana segar tersebut, valuasi Tokopedia kini mencapai USD 7 miliar atau sekitar Rp101,5 triliun.

CEO Tokopedia William Tanuwijaya menuturkan, pada sembilan tahun pertama, pihaknya berfokus membangun marketplace terbesar di Indonesia yang menyediakan barang fisik dan digital. Memasuki tahun kesepuluh, Tokopedia akan mengembangkan ekosistem menjadi infrastructure as a service (IaaS).

Jadi, teknologi logistik, fulfillment, pembayaran, dan layanan keuangan bakal memberdayakan perdagangan, baik online maupun offline. ’’Ini akan memperluas skala dan jangkauan Tokopedia sekaligus meningkatkan efisiensi operasional bagi jutaan bisnis dan mitra dalam ekosistem Tokopedia serta mengakselerasi terwujudnya misi besar kami untuk melakukan pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia,’’ ujarnya kemarin (12/12).

Lydia Jett, senior investor SoftBank Investment Advisers sekaligus anggota dewan Tokopedia, menyatakan bahwa Tokopedia telah membantu jutaan UMKM Indonesia menjual produk secara digital ke seluruh pelosok Nusantara. ’’Tokopedia telah menyediakan akses ke lebih dari 100 juta jenis produk kepada masyarakat Indonesia,’ ungkapnya.

Head of Investment Southeast Asia and India di Alibaba Group Kenny Ho menyebutkan, pihaknya sangat antusias mempererat hubungan dengan Tokopedia. ’’Misinya, memberdayakan UMKM dan mempercepat pembangunan ekonomi Indonesia,’’ paparnya.

Tokopedia kini sudah menjangkau 93 persen kecamatan di Indonesia di lebih dari 17 ribu pulau. Tahun ini gross merchandise value (GMV) Tokopedia meningkat hingga empat kali lipat. Tokopedia telah melakukan pengiriman pada hari yang sama (same day delivery) untuk 25 persen transaksi dalam platformnya.

Saat ini, di Indonesia, setidaknya terdapat empat unicorn. Unicorn adalah sebutan bagi start-up alias perusahaan rintisan yang bernilai lebih dari USD 1 miliar atau setara Rp14,5 triliun. Empat start-up tersebut adalah Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

Sementara itu, semarak Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang jatuh pada 12 Desember kemarin diprediksi lebih heboh daripada tahun sebelumnya. Sebanyak 300 e-commerce berpartisipasi dalam perayaan tahunan tersebut. Tahun ini transaksi Harbolnas diperkirakan menyentuh Rp 7 triliun.

Ketua Panitia Harbolnas 2018 Indra Yonathan mengungkapkan, pelaku industri e-commerce cukup optimistis capaian tahun ini lebih besar ketimbang tahun lalu. Pada 2017, omzet menyentuh Rp4,7 triliun. ’’Harbolnas 12.12 merupakan klimaks pesta belanja online di Indonesia setelah 9 September, 10 Oktober, dan 11 November,’’ terang Indra kemarin.

Sejumlah pelaku e-commerce di Indonesia mengampanyekan program masing-masing sejak seminggu sebelum 12.12. Semua menghadirkan penawaran yang beragam untuk konsumen belanja online.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) Ignatius Untung menjelaskan, menginjak tahun keenam pergelaran Harbolnas ini, pesta belanja online juga mendapat dukungan dari mitra seperti pelaku industri telekomunikasi, perbankan, dan logistik dengan berbagai penawaran.

’’Tidak boleh ada diskon palsu dan menyesatkan,’’ tegas Untung.

Shopback sebagai platform agregator e-commerce memprediksi, peningkatan transaksi saat Harbolnas mampu mencapai lima kali lipat daripada hari biasa. Dalam sejam, rata-rata Shopback bisa melayani 1.500 transaksi. Tahun ini rangkaian acara Harbolnas 2018 berlangsung selama dua hari, yakni pada 11–12 Desember 2018. (agf/c14/oki/jpg)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Pemerintah Dianggap Belum Mampu Kelola Utang

Pemerintah Dianggap Belum Mampu Kelola Utang

Utang Luar Negeri Indonesia (ULNI) pada kuartal I sebesar 387,6 miliar dolar AS atau setara Rp5.542,6 triliun.


Vo;ume Impor BBM Picu Defisit Migas

Vo;ume Impor BBM Picu Defisit Migas

Defisit neraca perdagangan pada kuartal I 2019, utamanya disebabkan defisit migas sebesar 2,76 miliar dolar AS.


Pariwisata Lebih Laku Ketimbang Minyak Sawit

Pariwisata Lebih Laku Ketimbang Minyak Sawit

Menteri Pariwisata Arief Yahya memproyeksikan devisa pariwisata Indonesia mencapai USD 18 miliar atau jauh melampaui minyak sawit (CPO).


Defisit April Lalu Paling Buruk di Indonesia

Defisit April Lalu Paling Buruk di Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan sepanjang bulan April 2019 defisit sebesar 2,5 miliar dolar AS.


China Balas Serangan Pajak Amerika

China Balas Serangan Pajak Amerika

Pemerintah China menyatakan telah mengenakan tarif pajak impor senilai $60 miliar dari Amerika Serikat.


Hingga Akhir 2019, Cadangan Devisa Diprediksi Melemah

Hingga Akhir 2019, Cadangan Devisa Diprediksi Melemah

Bank Indonesia (BI) merilis posisi cadangan devisa Indonesia pada April lalu sebesar 124,3 miliar dolar AS.


Ini Strategi Pemerintah supaya Neraca Dagangnya Surplus

Ini Strategi Pemerintah supaya Neraca Dagangnya Surplus

Neraca perdagangan Indonesia di Januari lalu defisit hingga 1,16 miliar dolar AS.


Banjir Produk Impor E-Commerce Tak Signifikan Sumbang Defisit

Banjir Produk Impor E-Commerce Tak Signifikan Sumbang Defisit

Neraca perdagangan Indonesia diketahui defisit sebesar 8,56 miliar dolar AS sepanjang tahun 2018.


Harga Minyak Naik, Neraca Perdagangan RI Terganggu

Harga Minyak Naik, Neraca Perdagangan RI Terganggu

Pemerintah akan tetap mewaspadai kenaikan harga minyak. Ini terjadi setelah minyak Brent menembus USD 70,48 per barel.


Hutang Luar Negeri Tembus Rp5.463 Triliun

Hutang Luar Negeri Tembus Rp5.463 Triliun

Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia tercatat USD 383,3 miliar (sekitar Rp5.463 triliun).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!