Ekonomi
Share this on:

Suku Bunga Tinggi, Perbankan Tak Risau

  • Suku Bunga Tinggi, Perbankan Tak Risau
  • Suku Bunga Tinggi, Perbankan Tak Risau

JAKARTA - Sejumlah pihak menganggap era suku bunga tinggi sudah dimulai. Itu menyusul langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan menjadi 6 persen.

Selain itu, suku bunga Deposit Facility dikerek 25 basis points (bps) menjadi 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility 25 bps menjadi 6,75 persen. Direktur Dept Kebijakan Ekonomi Moneter BI Firman Mochtar mengatakan, kebijakan itu dalam rangka menjaga stabilitas keuangan.

”Respon yang kita lakukan, bagaimana menjaga daya tarik. Menarik dana asing. Dan juga mengurangi defisit neraca berjalan (CAD). Itu akan bisa menjaga rupiah,” tutur Firman di Jakarta, Rabu (21/11).

Ia menegaskan, BI ingin tetap juga menjaga stabilitas sistem keuangan. Likuiditas, kredit baik. ”Kami juga mendukung momentum pertumbuhan ekonomi. Jadi, upaya-upaya itu untuk stabilitas makro. Bi dalam merespon satu tujuan, ada bauran kebijakan. Tidak hanya satu instrumen. Kami juga menjaga memperkuat ketahanan ekonomi,” imbuhnya.

Sementara itu, Corporate Secretary and Chief Economist BNI Ryan Kiryanto mengatakan, tdak serta merta suku bunga acuan, direspon dengan kenaikan suku bunga pelaku perbankan. Misalnya, menaikan kredit pemilikan rumah atau apartemen (KPR/KPA).

”Kami perlu menjaga demand,” ujarnya.

Menurut Ryan sumber pendapatan bank tidak hanya dari bunga. Namun, juga pendapatan non bunga. ”Kalau di luar negeri, keuntungan bukan dari bunga. Tapi pendapatan non bunga,” jelas Ryan.

Misalnya, pendapatan dari jalur transaksi, digitalisasi, dan sebagainya. ”Ada fee, memang kecil, tapi Kalau jumlah nasabah banyak besar juga itu,” urainya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Kyatmaja Lookman mengaku suku bunga bukan segalanya. ”Dulu saat suku bunga rendah juga tidak banyak-banyak perusahaan yang beli kendaraan. Sebab, kalau nggak dipakai buat apa,” tegasnya. (dai/jpg)

Berita Berikutnya

Harga Minyak Sentuh Level Terendah
Harga Minyak Sentuh Level Terendah

Berita Sejenis

Bandel Tak Turunkan Tarif, Izin Maskapai Bisa Dicabut

Bandel Tak Turunkan Tarif, Izin Maskapai Bisa Dicabut

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan warning kepada maskapai penerbangan jika sampai, Jumat (17/5) hari ini, tidak menurunkan tarif batas atas (TBA).


Investasi China di Indonesia Terusik

Investasi China di Indonesia Terusik

Investasi China di dalam negeri dianggap tidak memenuhi standar lingkungan, hak asasi manusia (HAM), dan tak mengenal tata kelola perusahaan yang baik atau good


Tenang, Stok Bawang Putih Sudah Ada 115 Ribu Ton

Tenang, Stok Bawang Putih Sudah Ada 115 Ribu Ton

Di hari kedua Ramadan, Selasa (7/5) kemarin, harga bawang putih dan cabai keriting tergolong tinggi di Indonesia.


KPPU Curigai Ada Persaingan Tak Sehat di Impor Bawang Putih

KPPU Curigai Ada Persaingan Tak Sehat di Impor Bawang Putih

Rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) bawang putih yang dikeluarkan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk Perum Bulog terindikasi adanya persaingan daga



Harga Bawang Putih Digaransi Tak Lebih dari Rp30 Ribu/Kg

Harga Bawang Putih Digaransi Tak Lebih dari Rp30 Ribu/Kg

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (5/5), menetapkan harga bawang putih di seluruh Indonesia paling tinggi Rp3


Tak Diberi Izin, Bulog Batal Impor Bawang Putih

Tak Diberi Izin, Bulog Batal Impor Bawang Putih

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso atau dikenal Buwas kecewa Bulog tidak diberi izin untuk impor bawang putih.


Tak Perlu Impor Beras Lagi

Tak Perlu Impor Beras Lagi

Perum Bulog mendukung penuh program swasembada pangan pemerintah. Karenanya, Bulog bakal memaksimalkan penyerapan gabah dan beras dalam negeri.


Pemerintah Harus Jaga Pasokan Pangan saat Ramadan

Pemerintah Harus Jaga Pasokan Pangan saat Ramadan

Memasuki Bulan Ramadan hingga Lebaran masalah klasik bahan pangan akan mengalami lonjakan cukup tinggi sekitar 20-30 persen.


Kebijakan BI Rate 6 Persen Kurang Tepat

Kebijakan BI Rate 6 Persen Kurang Tepat

Kebijakan Bank Indonesia (BI) memutuskan besaran suku bunga acuan BI atau BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 6 persen dianggap kurang tepat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!