Ekonomi
Share this on:

Tak Realistis Kejar Investasi Double Digit di 2019

  • Tak Realistis Kejar Investasi Double Digit di 2019
  • Tak Realistis Kejar Investasi Double Digit di 2019

JAKARTA - Pemerintah optimis investasi atau penanaman modal asing (PMA) di Tanah Air akan tumbuh hingga double digit di 2019. Tetapi target tersebut akan sulit tercapai lantaran berada di tahun politik.

Meski masuk di tahun politik, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong meyakini tahun 2019, investasi di Indonesia bisa tumbuh double digit.

Mantan Menteri Perdagangan itu bercerita pada 2018 terjadi penurunan arus investasi asing sebesar 8,8 persen, sebab merupakan tahun terbesar untuk melakukan invetasi.

"Biasanya double digit. Ini menjadi yang pertama kali sejak empat tahun lalu," kata Lembong, di ICE BSD, Banten, Selasa (12/3) kemarin.

Penurunan investasi tahun 2018 lalu, catatan Lembong ada tiga faktor, yaitu perang dagang, normalisasi moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang menaikkan suku bunga, dan kebijakan tax amnesty yang diterapkan Presiden Donald Trump.

"Tahun ini kami percaya diri PMA kembali double digit," ujar Lembong.

Lantas upaya untuk meningkatkan pertumbuhan PMA di tahun 2019, kata Lembomg, ada beberapa kebijakan yang akan diterapkan, pertama, memanfaatkan inline single submission.

"Ini adalah aspek pengawalan investasi. Jadi setiap langkah harus direspon," ucap Lembong.

Kedua, lanjut Lembong, pemerintah akan memanfaatkan sistem Koordinasi Pengawalan Investasi dengan memanfaatkan Aplikasi (KOPI MANTAP). "Melalui aplikasi KOPI MANTAP, maka koordinasi antara stakeholder antara kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah (pemda) akan lebih efektif, sehingga memudahkan dan mempercepat proses perizinan investasi," papar Lembong.

Yang dimaksud kemudahan perizinan investasi, Lembong mencontohkan terkait izin lokasi, yaitu terknis pertanahan yang sebelumnya diajukan oleh pelaku usaha ke instasi terkait sudah keluar, itu akan disampaikan dalam sistem OSS selanjutnya akan diproses.

"Saya jamin kemudahan penggunaannya tidak kalah dengan gampangnya pakai Whatsapp," kata Lembong.

Data dari BKPM, total investasi pada triwulan II-2018 mencapai Rp361,6 triliun. Rinciannya Rp80,6 triliun untuk penanaman modal dalam negeri, dan PMA Rp95,7 triliun.

Menanggapi optimisme pemerintah dapat mengejar terget investasi asing di tahun 2019, ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Muhammad Faisal meragukan PMA bisa mencapai double digit di tahun politik seperti saat ini.

"Umumnya pertumbuhan investasi melambat di tahun-tahun politik (faktor seasonal) sehingga akan sangat sukar untuk bisa double digit. Jangankan double digit, untuk menyamai pertumbuhan tahun lalu juga susah," kata Faisal kepada Fajar Indonesia Network, kemarin.

Faisal menjelaskan, hal itu karena para investor akan menundah menanamkan invetasinya di Indonesia, dan melihat Kondisi pasca Pilpres 2019. "Di tahun politik umumnya pelaku usaha menunda mengambil keputusan bisnis yang besar seperti berinvestasi apalagi dalam nilai besar," jelas Faisal.

Sementara ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Muhammad Zulfikar menilai double digit bisa tercapai asalkan pemerintah bisa memenuhi keinginan para investor.

"Ya misalkan menciptkan iklim bisnis yang baik dan stabil," pungkas Zulfikar keapda FIN, kemarin. (din/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Fintech Jadi Ancaman Perbankan
Fintech Jadi Ancaman Perbankan

Berita Sejenis

Inflasi saat Ramadan Diprediksi 0,47 Persen

Inflasi saat Ramadan Diprediksi 0,47 Persen

Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi bulan Ramadan atau Minggu Keempat Mei 2019 ini di berada di kisaran 0,47 persen.


Tarif Tol Didiskon 15 Persen saat Mudik Lebaran

Tarif Tol Didiskon 15 Persen saat Mudik Lebaran

Kabar gembira bagi Anda yang pulang kampung melewati jalan tol saat arus mudik dan balik Lebaran 2019.


Amerika Bikin Surplus, Tiongkok Buat Defisit

Amerika Bikin Surplus, Tiongkok Buat Defisit

Kementerian Perdagangan mencatat terjadi defisit neraca ekspor dan impor April 2019 menunjukkan defisit cukup tinggi sebesar USD 2,5 miliar.


Dolar AS Tekan Rupiah di Angka 14.488

Dolar AS Tekan Rupiah di Angka 14.488

Aksi 22 Mei 2019 atau aksi massa memprotes keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat nilai rupiah terus tertekan.


Kawasan Bisnis Tanah Abang Lumpuh, Sehari Rugi Rp60 Miliar

Kawasan Bisnis Tanah Abang Lumpuh, Sehari Rugi Rp60 Miliar

Rusuh aksi massa menolak hasil Pemilu 2019 di kawasan Jalan Thamrin hingga Tanah Abang, Rabu (22/5) dinihari berdampak lumpuhnya kegiatan ekonomi di sekitar lok


Ekspor Manufaktur Masih Teratas

Ekspor Manufaktur Masih Teratas

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada April 2019, ekspor produk manufaktur mencapai USD9,42 miliar.


Kapasitas Kursi Kereta Lebaran Ditambah

Kapasitas Kursi Kereta Lebaran Ditambah

Menyambut masa angkut mudik lebaran 2019, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan total 78 kereta api dengan kapasitas 957.282 penumpang.


Dituding Kartel, Luas Lahan Bawang Putih Akan Diaudit

Dituding Kartel, Luas Lahan Bawang Putih Akan Diaudit

Melambungnya harga bawang putih sejak awal 2019 hingga Rp100 ribu per kilogram memunculkan dugaan kartel. .


Vo;ume Impor BBM Picu Defisit Migas

Vo;ume Impor BBM Picu Defisit Migas

Defisit neraca perdagangan pada kuartal I 2019, utamanya disebabkan defisit migas sebesar 2,76 miliar dolar AS.


Kebutuhan Konsumtif Kerek Pinjaman Online Saat Ramadan

Kebutuhan Konsumtif Kerek Pinjaman Online Saat Ramadan

Selama Ramadan dan menjelang Lebaran 2019, diperkirakan permintaan pinjaman melalui fintech Peer-to-Perr (P2P) lending akan terus meningkat.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!