Ekonomi
Share this on:

Tarif LRT Disubsidi 50 Persen

  • Tarif LRT Disubsidi 50 Persen
  • Tarif LRT Disubsidi 50 Persen

JAKARTA - Tarif Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) bakal mendapat subsidi dari pemerintah. Sehingga harga tiket moda transportasi massal tersebut lebih terjangkau.

Rencananya, tarif LRT setelah disubsidi sekitar Rp12 ribu. Adapun subsidi diberikan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan. Yakni sebesar 50 persen tarif LRT Jabodebek.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, berdasarkan feasibility study tarif LRT Jabodebek adalah Rp24.000-25.000. ”Tapi kita kenakan tarif Rp12.000. Jadi sekitar 50 persennya itu kita subsidi,” ujar Budi Karya, di Jakarta, kemarin.

Ia menambahkan nilai subsidi tarif LRT Jabodebek itu kira-kira berkisar Rp 1-1,2 triliun per tahun. Subsidi rencananya digelontorkan selama 12 tahun. Sehingga total sekitar Rp14 triliun.

Sementara itu, pada Selasa (19/12) telah ditandatangani Perjanjian Penyelenggaraan Prasarana Kereta Api Ringan/Light Rail Transit Terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) dilakukan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri bersama dengan Direktur Utama PT. KAI (Persero), Edi Sukmoro.

Terkait hal itu Budi Karya mengatakan, ini adalah sebuah kekompakan bersama antar instansi dalam menyelesaikan suatu masalah. ”Kita berhasil menandatangi suatu skema yang menurut saya adalah suatu yang baik sekali untuk dunia transportasi. Karena saya melihat bahwasanya ini satu usaha, pemikiran dan kolaborasi yang tidak mudah, namun kita bisa mnyelesaikan dengan baik,” pungkasnya.

Adapun nilai investasi Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana LRT Jabodebek sebesar Rp29,9 triliun. Investasi tersebut digunakan untuk pembiayaan aset prasarana (jalur dan fasilitas pengoperasian), aset sarana dan aset perawatan prasarana sebesar Rp25,7 triliun. Serta pembiayaan aset prasarana (17 stasiun) dan aset Depo sebesar Rp4,2 triliun.

Pembiayaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT. KAI (Persero) dan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk serta pinjaman perbankan. Pembayaran terhadap pembangunan prasarana kepada PT. Adhi Karya (Persero) Tbk dilakukan oleh PT. KAI sesuai dengan perjanjian tata cara pembayaran. (dai/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tarif Cukai Naik, Produksi Rokok Susut

Tarif Cukai Naik, Produksi Rokok Susut

Kebijakan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok membawa dampak yang beragam bagi industri.


BI Intervensi, Rupiah Menguat Tipis

BI Intervensi, Rupiah Menguat Tipis

Pasca pengumuman Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo yang ditahan di angka 5,25 persen, nilai tukar rupiah justru mengalami depresiasi.


Tarif Tetap, Subsidi Listrik Bengkak

Tarif Tetap, Subsidi Listrik Bengkak

Depreasi nilai tukar rupiah dan melonjaknya harga minyak harus dibayar mahal.


Minta Penangguhan Kebijakan Tarif Cukai

Minta Penangguhan Kebijakan Tarif Cukai

Rencana pemerintah menaikkan tarif cukai dan menyederhanakan layer cukai rokok pada 2019 kurang mendapat sambutan dari pelaku usaha.


UMKM Tulang Punggung Perekonomian di Jatim

UMKM Tulang Punggung Perekonomian di Jatim

Ada latar belakang penting sehingga Jawa Timur dijadikan lokasi peluncuran tarif final baru PPh UMKM.


Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Bekas Meningkat

Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Bekas Meningkat

Menjelang Lebaran, tren pembelian mobil bekas meningkat. Penjualan di Mobil88, misalnya, tumbuh 15 persen selama Ramadan.


Industri Pengolahan, Dominasi Raihan Pajak

Industri Pengolahan, Dominasi Raihan Pajak

Hingga akhir Mei, penerimaan pajak di wilayah Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jatim I telah mencapai 34,88 persen dari target.


Produksi Minyak Pertamina Naik 14 Persen

Produksi Minyak Pertamina Naik 14 Persen

Program prioritas PT Pertamina (persero) di sektor hulu membuat produksi minyak dan gas bumi naik.


Inovasi Dorong Pertumbuhan Properti

Inovasi Dorong Pertumbuhan Properti

Sepanjang kuartal pertama 2018, Ciputra Group menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhannya lebih tinggi hampir 40 persen daripada kuartal pertama 2017.


Kuartal Kedua Pertumbuhan Mulai Membaik

Kuartal Kedua Pertumbuhan Mulai Membaik

Tingkat konsumsi yang stagnan di level 4,96 persen membayangi pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama lalu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!