Ekonomi
Share this on:

Tawarkan Investasi Infrastruktur ke Tiongkok

  • Tawarkan Investasi Infrastruktur ke Tiongkok
  • Tawarkan Investasi Infrastruktur ke Tiongkok

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan investasi berskema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) kepada calon investor di Tiongkok. Total nilai investasinya mencapai USD 13,1 miliar atau setara Rp189,9 triliun.

Proyek yang ditawarkan, antara lain, perluasan Bandara Hang Nadim senilai USD 192,85 juta dan beberapa proyek pembangkit listrik berkapasitas 1.885 megawatt (mw) senilai USD 2,83 miliar. Proyek lain yang ditawarkan adalah investasi beberapa proyek jalan tol di sejumlah daerah senilai USD 8,85 miliar dan proyek light rail transit (LRT) di Kota Batam USD 836,5 juta.

Ada juga proyek infrastruktur pariwisata kawasan Danau Toba dan proyek perluasan Bandara Labuan Bajo USD 360 juta. BKPM juga memaparkan prospek peluang investasi infrastruktur di kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, CFLD Industrial Park di Tangerang, Banten dan Cikarang, Jawa Barat, serta sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Beberapa perusahaan pengelola kawasan industri juga menawarkan proyek-proyek lokasi kawasan industri serta infrastruktur pendukungnya. ”Pemerintah Indonesia memberikan peluang seluas-luasnya kepada pihak swasta dari dalam maupun luar negeri untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur skema KPBU karena adanya dukungan dan penjaminan dari pemerintah,” kata Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba P. Hutapea kemarin (10/8).

Tiongkok menjadi sasaran investasi berskema KPBU karena tingginya minat pelaku bisnis di Tiongkok pada bidang infrastruktur. Investor yang berminat sebagian besar merupakan perusahaan global yang telah mengembangkan bisnis di banyak negara. Para calon investor tersebut memiliki keunggulan teknologi dan kemampuan keuangan yang besar.

Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun mengajak investor Tiongkok untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Sebab, pemerintah saat ini sangat mendukung pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

”Indonesia diakui lembaga-lembaga pemeringkat rating dunia sebagai tempat yang aman untuk berinvestasi dan memiliki potensi pasar yang besar,” ujarnya. (rin/c25/fal/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis


Perizinan Rumit Bikin Investor Asing Kabur BOGOR -

Perizinan Rumit Bikin Investor Asing Kabur BOGOR -

Sampai saat ini kinerja investasi Indonesia masih rendah, karena banyaknya aturan yang diberlakukan.


Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,6%, Pemerintah Perkuat Investasi

Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,6%, Pemerintah Perkuat Investasi

Pertumbuhan ekonomi ditarget 5,6 persen tahun depan. Karenanya, pemerintah akan merealisasikan tingkat konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.


Investasi Menggeliat Pasca Pilpres

Investasi Menggeliat Pasca Pilpres

Tidak hanya bursa saham dan rupiah yang diprediksi menunjukkan kinerja positif, pemerintah meyakini investasi di sektor industri akan meningkat.


Ekspor Naik, Impor dari Tiongkok Masih Terbesar

Ekspor Naik, Impor dari Tiongkok Masih Terbesar

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kenaikan ekspor Indonesia sebesar 11,71 persen.


Datangkan Investasi Asing, Penurunan Tarif Pajak Harus Segera Direalisasikan

Datangkan Investasi Asing, Penurunan Tarif Pajak Harus Segera Direalisasikan

Wacana penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) badan perlu segera direalisasikan.


Pembiayaan Syariah untuk Infrastruktur Harus Dikaji Lagi

Pembiayaan Syariah untuk Infrastruktur Harus Dikaji Lagi

Sejumlah kalangan menyambut baik langkah pemerintah melirik pembiayaan syariah untuk membangun infrastruktur.


Ingin Cara Instan, Investasi Bodong Makin Tumbuh Subur

Ingin Cara Instan, Investasi Bodong Makin Tumbuh Subur

Edukasi dan literasi keuangan menjadi kunci dalam upaya memberangus praktik investasi bodong yang masih marak terjadi.


Investasi Asing Diprediksi Masih Lesu Usai Pilpres

Investasi Asing Diprediksi Masih Lesu Usai Pilpres

Bank Indonesia (BI) menyebut investasi atau modal asing akan membanjiri Indonesia usai Pilpres 2019 mendatang.


Nilai Investasi Jalur Sutra Italia dan China Capai Rp80 Triliun

Nilai Investasi Jalur Sutra Italia dan China Capai Rp80 Triliun

Italia dan China menandatangani protokol tidak mengikat untuk membangun jalur sutra.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!