Ekonomi
Share this on:

Tekan Impor Kedelai untuk Tempe di 2022

  • Tekan Impor Kedelai untuk Tempe di 2022
  • Tekan Impor Kedelai untuk Tempe di 2022

JAKARTA - Sejumlah organisasi asing menaruh perhatian atas ketergantungan impor kedelai Indonesia. Bahkan untuk membuat produk makanan tradisional seperti tempe, kedelainya produk impor. Tahun depan diagendankan mulai digeber Proyek Tempe yang bertujuan mengurangi impor kedelain untuk tempe dan olahan lainnya.

Organisasi asing yang terlibat dalam Proyek Tempe itu adalah Badan Atom Dunia (International Atomic Energy Agency/IAEA), Food and Agriculture Organization (FAO), serta United Nations Industrial Development Organization (UNIDO). Kemudian instansi dalam negeri yang terlibat diantaranya Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), serta Kemenristekikdi.

Tahun ini Kementan memasang target produksi kedelai nasional mencapai 2,9 ton. Sementara itu angka impor kedelai masih cukup tinggi. Data mulai Januari sampai Oktober 2017 volume impor kedelai mencapai 2,34 juta ton. Sementara pada sepanjang 2016 impor kedelai mencapai 2,6 juta ton lebih.

Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto menuturkan proyek tempe itu direncanakan mulai diluncurkan tahun depan. ’’Targetnya ada dampak secara nasional. Berkaitan kemandirian kedelai,’’ katanya di kantor Batan, Lebak Bulus, Jakarta selatan kemarin (9/7). Dia mengatakan proyek ini ditargetkan membuahkan hasil pada 2022 nanti. Yakni produksi kedelai dalam negeri meningkat, sehingga mampu mengurangi impor.

Dia menjelaskan IAEA dan Batan, terlibat dalam proyek ini karena kedelai yang akan dipromosikan adalah varietas hasil pemuliaan atau mutasi genetik berbasis radiasi nuklir. Saat ini Batan memiliki sepuluh varietas kedelai hasil pemuliaan mutasi, diantaranya adalah kedelai Mutiara I.

Djarot menuturkan salah satu tujuan proyek tempe itu adalah bagaimana petani lokal bisa menanam kedelai Batan secara luas. Kemudian hasil panennya digunakan sebagai bahan baku pembuatan tempe. Dia mengatakan sampai saat ini penanaman kedelai Batan belum berjalan secara maksimal.

Sebabnya cukup banyak. Seperti petani menilai menanam padi lebih menguntungkan ketimbang kedelai. Kemudian harga kedelai impor bisa jadi lebih murah ketimbang kedelai lokal.

’’Tantangan besar. Bagaimana petani tergerak atau bergairan menanam kedelai sendiri untuk kebutuhan industri tempe,’’ jelasnya.

Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Batan Totti Tjiptosumirat mengatakan di mata Badan Atom Dunia, Indonesia dipandang sebagai negara yang sudah bagus kegiatan pemuliaan tanaman pangannya. Tidak hanya kedelai, tetapi juga ada padi, kacang tanah, dan sorgum. Indonesia bahkan ditunjuk menjadi Collaborating Centre di bidang mutation breeding oleh Badan Atom Dunia.

Salah satu verietas kedelai unggulan hasil mutasi genetik Batan adalah Mutiara I. Kedelai ini memiliki keunggulan seperti tanaman lebih pendek, tetapi kuat, dan tahan terhadap angin serta hama. Kemudian biji kedelainya lebih besar-besar, sehingga hasil panennya juga meningkat. (wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tiga Kartu Sakti Masuk APBN 2020

Tiga Kartu Sakti Masuk APBN 2020

Meski KPU belum menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih, Presiden Joko Widodo sudah menyiapkan alokasi anggaran untuk merealisasikan janji politiknya.


Kemenhub Punya Dua opsi untuk Turunkan Tarif Pesawat

Kemenhub Punya Dua opsi untuk Turunkan Tarif Pesawat

Masih mahalnya tarif pesawat menjadi persoalan di industri penerbangan di Tanah Air.


Gencarkan Biodiesel untuk Atasi Diskriminasi Kelapa Sawit

Gencarkan Biodiesel untuk Atasi Diskriminasi Kelapa Sawit

Untuk mengatasi persoalan diskriminasi kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) oleh Uni Eropa, penyerapan biodiesel di dalam negeri ulai digencarkan.


Kurangi Defisit, BPJS Kesehatan Jajaki Alternatif Kerjasama dengan Lembaga Penjamin

Kurangi Defisit, BPJS Kesehatan Jajaki Alternatif Kerjasama dengan Lembaga Penjamin

Untuk mengurangi defisit, BPJS Kesehatan tengah menjajaki alternatif kerja sama dengan beberapa lembaga penjamin atau asuransi.


Pasokan Bawang Putih Semakin Langka

Pasokan Bawang Putih Semakin Langka

Pasokan bawang putih lokal semakin menipis, sementara sisa pasokan bawang putih impor masih mencapai 100 ribu ton.


Harga Tiket Pesawat Mahal untuk Tutupi Kerugian

Harga Tiket Pesawat Mahal untuk Tutupi Kerugian

Pengamat penerbangan menilai mahalnya harga tiket dilakukan untuk menutupi kerugian tahun lalu.


Ekspor Naik, Impor dari Tiongkok Masih Terbesar

Ekspor Naik, Impor dari Tiongkok Masih Terbesar

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kenaikan ekspor Indonesia sebesar 11,71 persen.


Lahan Terbatas, Pemerintah Putuskan Impor Bawang Putih

Lahan Terbatas, Pemerintah Putuskan Impor Bawang Putih

Pemerintah melalui Perum Bulog direncanakan akan mengimpor bawang putih dari China pada April ini.


Banjir Produk Impor E-Commerce Tak Signifikan Sumbang Defisit

Banjir Produk Impor E-Commerce Tak Signifikan Sumbang Defisit

Neraca perdagangan Indonesia diketahui defisit sebesar 8,56 miliar dolar AS sepanjang tahun 2018.


Jelang Puasa, Pemerintah Impor 6 Ribu Ton Daging Kerbau India

Jelang Puasa, Pemerintah Impor 6 Ribu Ton Daging Kerbau India

Menjelang bulan Ramadhan, sebanyak 6 ribu ton daging kerbau asal India telah masuk Indonesia.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!