Ekonomi
Share this on:

Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

  • Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia
  • Tiga Maskapai Asing Siap Bersaing di Indonesia

JAKARTA - Tidak lama pemerintah mengeluarkan wacana mengundang maskapai asing untuk masuk ke Indonesia, ternyata sudah ada tiga maskapai asing yang siap bersaing melayani penerbangan domestik di Indonesia.

Salah satunya adalah anak usaha Singapore Airlines yakni Scoot Tigerair Pte Ltd.

Scoot merupakan maskapai yang bermain di segmen low cost carrier (LCC) alias murah. Sampai sata ini, Scoot sudah mengoperasikan 24 320s dan 16 Boeing 787 Dreamliners.

"Ada tiga maskapai asing, Scoot, sama siapa itu yang baru," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Jakarta, kemarin (17/6).

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II (Persero) itu lupa nama dua maskapai asing lainnya yang juga tertarik berkompetisi dengan maskapai nasional.

Budi berharap dengan keberadaan maskapai asing akan menurunkan harga tiket pesawat yang selama ini menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat.

"Jadi spiritnya bukan asing tapi kompetisi. Contohnya Air Asia pertama mungkin bisa jalan," ujar Budi.

Keberadaan maskapai asing juga bisa membuat layanan penerbangan domestik bisa dilayani banyak maskapai. Karena saat ini penerbangan domestik 97 persen masih dikuasai oleh Garuda Indonesia Grup dan Lion Air Grup.

Dia juga menegaskan, bahwa tingginya harga tiket pesawat adalah bukan menjadi urusan Kemenhub. Sebab pihaknya hanya sebagai regulator yang memiliki wewenang mengatur Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB).

"Tiket itu bukan urusan saya. Jadi urusan dari airline-nya. Saya urusannya atas dan bawah," ucap Budi.

Sementara ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J Rachbini menguraikan, akan banyak kerugian yang ditimbulkan dari masuknya maskapai asing di Indonesia.

"Jika pasar (mengizinkan maskapai asing) dibuka secara gegabah, maka akan banyak dampak kerugian yang diperoleh di mana manfaat pasar dalam negeri yang besar akan dinikmati oleh asing," kata Didik kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (18/6).

Dia meminta, pemerintah jangan mengorbankan industri penerbangan yang saat ini tengah babak belur menjadi semakin hancur berantakan karena adanya kebijakan yang salah.

"Tidak boleh hanya salah satu dijadikan dasar untuk membuat kebijakan nasional. Untuk membuat harga tiket murah dan efisien, maka pasar industri ini dikorbankan," ujar Didik.

Bahkan, lanjut Didik, dampak dari masuknya maskapai asing membuat neraca perekonomian Indonesia akan semakin terpuruk.

"Kerugian tersebut akan terlihat pada akumulasi pendapatan primer Indonesia akan lebih meningkatkan defisit jasa dan defisit neraca berjalan nasional. Ini adalah masalah krusial sudah hampir setengah abad dan defisit itu memburuk selama empat tahun terakhir ini. Jika cara kebijakan ini dilakukan, maka pemerintah telah membangun fondasi ekonomi yang rapuh ke depan," jelas Didik.

"Investasi tersebut tidak untuk ekspor dan tidak menghasilkan devisa untuk ekonomi nasional. Hasil dari investasi akan menjadi outflow ke luar dan menggerus devisa Indonesia seperti sekarang," pungkas Didik menjelaskan. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Polemik Impor Ikan Asin
Polemik Impor Ikan Asin

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Damai, Garuda Indonesia Cabut Laporan Kasus Menu Makanan

Damai, Garuda Indonesia Cabut Laporan Kasus Menu Makanan

Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara bersama Hotman Paris menjadi juru damai terkait kasus menu makanan yang diunggah Youtuber Rius Vernandes.


Akhirnya, Mazda3 Meluncur ke Pasaran

Akhirnya, Mazda3 Meluncur ke Pasaran

Setelah ditunggu-tunggu, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) sebagai agen pemegang merek Mazda di Indonesia memperkenalkan All-New Mazda3


Sharp Indonesia Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

Sharp Indonesia Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

Sukses menyita perhatian konsumen tanah air dengan jajaran produk elektronik yang diproduksi dalam negeri dengan menguasai lebih dari 25 persen.


Hari Ini, GIIAS Jakarta 2019 Dibuka

Hari Ini, GIIAS Jakarta 2019 Dibuka

Hari ini, Kamis (18/7) hingga 28 Juli mendatang, pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) resmi dibuka di Indonesia.


Pemerintah Siapkan 4 Jurus Tingkatkan Mutu Ekonomi

Pemerintah Siapkan 4 Jurus Tingkatkan Mutu Ekonomi

Untuk meningkatkan mutu ekonomi Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyiapkan empat jurus jitu yakni daya saing, produktivitas, inovasi dan riset.


Pengembalian Utang Kereta Cepat Makan Waktu 200 Tahun

Pengembalian Utang Kereta Cepat Makan Waktu 200 Tahun

Indonesia akan menjadi negara pertama di ASEAN yang memiliki kereta cepat seperti Jepang dengan Shinkansen-nya.


Lion Air Tunda Turunkan Tarif

Lion Air Tunda Turunkan Tarif

Keinginan pemerintah meminta maskapai menurunkan tarif tiket tak sesuai harapan. Maskapai penerbangan Lion Air masih menunda penurunan tarif penerbangannya.


Bandel, Maskapai Lion Air Belum Turunkan Tarif

Bandel, Maskapai Lion Air Belum Turunkan Tarif

Keputusan pemerintah menurunkan tiket pesawat sebesar 50 persen dari Tarif Batas Atas (TBA), ternyata masih saja ada maskapai yang bandel


E-Commerce Bukan Penyebab Toko Ritel Tutup

E-Commerce Bukan Penyebab Toko Ritel Tutup

Beberapa waktu lalu konsumen Indonesia dikejutkan dengan penutupan sejumlah toko ritel.


Agustus, Harga Cabai Dipastikan Stabil

Agustus, Harga Cabai Dipastikan Stabil

Kenaikan harga cabai sejak tiga bulan lalu membuat masyarakat resah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!