Ekonomi
Share this on:

Tim Independen PLN Belum Temukan Penyebab Blackout

  • Tim Independen PLN Belum Temukan Penyebab Blackout
  • Tim Independen PLN Belum Temukan Penyebab Blackout

JAKARTA - Seminggu sudah berlalu insiden mati listrik massal alias blackout. Seiring waktu yang terus berjalan, tim independen PLN belum juga menemukan penyebab padamnya listrik di pulau Jawa dan sejabodetabek pada Minggu (4/8).

Padahal perusahaan pelat merah ini telah memilih pakar atau profesor dari tujuh perguruan tinggi (PT) terkenal diantaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Surabaya (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kendalanya seperti apa yang terjadi di lapangan, pihak PLN masih belum mau terbuka.

"Terkait proses investigasi yang masih berlangsung, meski sudah satu minggu, itu domain tim assesmen (sic) independen. Nanti kalau sudah ada perkembangan tentunya akan disampaikan," kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PT PLN Dwi Suryo Abdullah, kemarin (11/8).

Direktur Riset CORE Piter Abdullah mengatakan, terlepas PLN membentuk tim independen untuk memeriksa perseroannya, juga berhak membela diri dengan caranya.

"Tetap terlepas dari itu, PLN berhak membela diri dengan mengungkapkan permasalahan ini menurut versi mereka. Kan setahu saya polisi juga sedang mengusut permasalahan ini. Selain itu PLN sebenarnya sudah mendapat hukuman yang cukup berat," ujar dia kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (11/8).

Ekonom Indef Nailul Huda menilai ada keanehan sampai saat ini pihak tim independen PLN belum juga menemukan biang keladi mati listrik total.

"Hal yang janggal ketika hingga saat ini PLN belum menemukan penyebab utama blackout. Seharusnya PLN sudah punya standar pengungkapan masalah sebelum terjadinya blackout," ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (11/8).

Terkait pihak Ombudsman meragukan kinerja tim independen bekerja fair, namun Huda mengapresiasi PLN sudah mau mengungkap padamnya listrik tersebut.

"Saya pribadi terlepas ada dugaan Ombudsman, langkah PLN menggandeng ahli dari luar patut diapresiasi karena menunjukkan adanya itikad baik untuk membentuk tim independen. Kita tunggu saja hasil dari tim independen ini," ucap Huda.

Digandengnya tujuh perguruan tinggi itu sebelumnya diragukan oleh Ombudsman. Sebab tujuh PT itu diketahui yang anggotanya menjalin kerja sama dengan PLN.

"Mereka mau turunkan sekarang tim independen. Tim independen itu sendiri terdiri dari tenaga-tenaga dari perguruan tinggi di mana mereka telah kerja sama selama ini," kata anggota Ombudsman, Laode Ida dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/8).

"Kerja sama itu artinya sudah saling memperoleh manfaat. Artinya, tim dari situ tidak independen, dari segi netralitas sesungguhnya ya, karena sudah terjadi peristiwa yang saling menguntungkan," tambahnya.

Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Djoko Raharjo sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim independen untuk mencari penyebab listrik padam massal. PLN, menurut dia, juga terbuka untuk pihak luar bergabung dalam tim ini.

"PLN sudah menunjuk tim independen untuk assesment case tersebut. Baik internal PLN, kami terbuka tim luar," ujar Djoko.

Djoko menyebut ada sejumlah profesor dari perguruan tinggi negeri yang akan menjadi anggota tim investigasi PLN. Ada profesor dari ITB, ITS, dan UGM.

"Kami undang gabungan perguruan tinggi untuk periksa kami, akan diundang Prof Nanang ITB, Iwa Karniwa. ITS ada Ontoseno, untuk manajemen ambil prof dari UGM. Kami ada kontrak kerja sama dengan 7 perguruan tinggi terkemuka di Jawa dan Bali. Biar kita serahkan," terang Djoko.

Seperti diketahui, insiden blackout yang terjadi di Jakarta dan beberapa di wilayah Pulau Jawa itu menyebabkan kegiatan ekonomi lumpuh. Dampaknya, diperkirakan kegiatan ekonomi mengalami kerugian hingga Rp822 miliar. Perusahaan listrik negara itu pun ramai digugat oleh konsumennya. Gugatan masih terus berjalan dari masyarakat. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Idul Kurban Sumbang Inflasi
Idul Kurban Sumbang Inflasi

Berita Sejenis

Antisipasi Blackout, PLN Bakal Tanam Kabel Listrik Bawah Laut

Antisipasi Blackout, PLN Bakal Tanam Kabel Listrik Bawah Laut

Untuk antisipasi insiden blackout listrik yang terjadi separuh di Pulau Jawa dan se Jabodetabek pada 4-5 Agustus 2019 lalu, PT PLN (Persero)


Insiden Pemadaman, PLN Wajib Dievaluasi

Insiden Pemadaman, PLN Wajib Dievaluasi

Insiden pemadaman listrik massal yang terjadi pada 4-5 Agustus 2019 menjadi bahan evaluasi bagi PT PLN (Persero).


PLN Gelontorkan Kompensasi Rp865 Miliar

PLN Gelontorkan Kompensasi Rp865 Miliar

PT PLN (Persero) bertanggungjawab atas pemadaman massal di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat pada Minggu (4/8).


Listrik Padam, Pelaku Usaha Desak Bos PLN Dicopot

Listrik Padam, Pelaku Usaha Desak Bos PLN Dicopot

Himpunan Pengusaha Muda Muda Indonesia (HIPMI) mendesak kedua menteri terkait yang mengurusi listrik dan PLN, serta direksi PT PLN dicopot.


Listrik Padam 10 Jam, PLN Rugi Rp90 Miliar Lebih Loh

Listrik Padam 10 Jam, PLN Rugi Rp90 Miliar Lebih Loh

PT PLN mengkalkulasi kerugian awal dari peristiwa blackout atau listrik padam di daerah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten, Minggu (4/8).


Listrik Padam 10 Jam Berkaitan dengan Urusan Kursi Jabatan?

Listrik Padam 10 Jam Berkaitan dengan Urusan Kursi Jabatan?

Plt Dirut PT PLN Sripeni Inten Cahyani tidak mau berspekulasi, mengaitkan peristiwa blackout atau listrik padam di daerah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten.


BPJS Kesehatan Terindikasi ada Kecurangan

BPJS Kesehatan Terindikasi ada Kecurangan

Banyak faktor penyebab BPJS Kesehatan terus mengalami defisit anggaran.


Pemerintah Dipastikan Naikkan Iuran BPJS Kesehatan

Pemerintah Dipastikan Naikkan Iuran BPJS Kesehatan

Meski belum sah namun dipastikan pemerintah akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan.


Manpro.id, Tuni dan Traffobit Jadi Tim Terbaik Innovate 2019

Manpro.id, Tuni dan Traffobit Jadi Tim Terbaik Innovate 2019

Berdasarkan penilaian tim juri pada Hack Day, akhirnya terpilih tiga tim pemenang yaitu Manpro.id, Tuni dan Traffobit.


Gaung Sistem OSS Belum Terdengar

Gaung Sistem OSS Belum Terdengar

Layanan sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik masih kedengaran asing seperti apa penggunaan dan aplikasinya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!