Ekonomi
Share this on:

Tokopedia dan Traveloka Gilas Travel Umrah Konvensional

  • Tokopedia dan Traveloka Gilas Travel Umrah Konvensional
  • Tokopedia dan Traveloka Gilas Travel Umrah Konvensional

JAKARTA - Dua unicorn terbesar di Indonesia yakni Tokopedia dan Traveloka bakal melayani masyarakat di Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah. Namun startup umrah digital itu menuai pro dan kontra oleh para travel umrah di Tanah Air.

Kepala Cabang Albilad Travel Semarang Ari menegaskan ketidaksetujuan atas rencana tersebut. Alasan dia, dengan ikut bermainnya dua marketplace terkemuka terkemuka itu akan merontokkan bisnis travel umrah konvensional.

"Ini duopoli, bisa menggerus usaha-usaha travel pribumi," kata Ari kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (7/7).

Soal adanya startup umrah digital pihaknya sudah lama mengetahuinya. Kendati pihaknya tidak setuju atas rencana tersebut, namun dirinya mengembalikan keputusan kepada pemerintah.

"Kalau Traveloka dan Tokopedia (melayani umrah), tinggal kebijakan pemerintah bagaimana?" ujar dia.

Ari juga meminta pemerintah harus jelas dengan keterlibatan dua unicorn itu bermain dalam bisnis ibadah umrah agar tidak merugikan travel umrah yang sudah ada saat ini.

"Jika pemerintah bisa kelola dengan baik umrah cerdas. Hal ini cukup dikuasai orang Indonesia saja," harap Ari.

Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi menilai tidak semudah yang dibayangkan Traveloka dan Tokopedia ikut bermain pelayanan umrah. Sebab harus melewati regulasi dari kementerian terkait sesuai dengan UU Haji Nomor 13 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 8 Tahun 2018.

"Harus mengikuti UU Haji Nomor 13 Tahun 2019 dan PMA Nomor 8 Tahun 2018 atau mengganti UU tersebut," kata Syam kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (7/7).

Syam menuturkan tidak bisa berbuat apa-apa terhadap nantinya jika dua unicorn tersebut ikut meramaikan bisnis umrah di Indonesia. Akan tetapi jika ada yang dikorbankan sebaiknya dibatalkan karena demi mempertahankan pihak yang lain.

"Prinsip kami selama tidak melanggar peraturan yang ada, kami juga patuh hukum," ucap Syam.

Sementara Direktur Utama Annisa Travel Karina N. Nisa mengatakan, pihaknya mendukung soal Tokopedia dan Traveloka mengembangkan bisnis travel di Tanah Air. Bagi dia, startup marketplace umrah sudah lama ada, namun tidak sebesar rencana kedua unicorn itu. Kata dia, sebelumnya ada yang namanya ihram.asia atau umrohnesia.com.

"Cuma mereka (ihram.asia dan umrohnesia.com) teknologinya belum sebesar Traveloka dan Tokopedia. Jadi belum banyak yang pakai. Padahal travel agent bisa memanfaatkan teknologi mereka untuk jual produk-produk kami," ujar Karina kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (7/7).

Karena itu, jika Traveloka dan Tokopedia ikut meramaikan bisnis umrah akan membuat pasar umrah semakin luas sehingga bisa menyasar orang-orang kecil yang ingin menunaikan ibadah umrah.

"Siapa tahu (Traveloka dan Tokopedia) bisa lebih bagus dan lebih terbuka pasarnya untuk produk-produk ini ke orang awam," tutur dia.

"Lagipula produk umrah haji ini kan bisnis kepercayaan. Jadi kalau platform kecil aja bisa jual, apalagi platform besar seperti Tokopedia atau Traveloka," ucap dia.

Terpisah, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda mendukung langkah pemerintah memfasilitasi dua unicorn tersebut mengembangkan bisnis umrah di Indonesia.

"Selama ini saya kira travel umrah belum sepenuhnya menjalankan model bisnis yang efisien. Jikapun ada yang menawarkan harga sangat murah ternyata penipuan travel umrah. Jika kedua unicorn itu masuk ke industri umrah, mudah-mudahan tidak ada lagi penipuan travel umrah dan harga rata-rata perjalanan umrah akan lebih terjangkau," ujar Huda kepada Faja Indonesia Network (FIN), kemarin (7/7).

Menurut Huda, yang pasti program ini akan menguntungkan masyarakat. Karenanya, tidak perlu khawatir apalagi ada kabar kedua unicorn itu milik asing.

"Suntikan dana asing sebenarnya tidak langsung menjadikan Traveloka, Tokopedia, ataupun platform digital lainnya milik asing. Mereka juga perlu suntikan dana untuk bisa beroperasi dan bersaing," jelas Huda.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenhub) menginisiasi Tokopedia dan Traveloka bekerjasama dengan Arab Saudi guna mengembangkan ekonomi digital lewat startup digital.

Menetri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan, dalam mewujudkan startup aplikasi umrah ini, dilakukan pembahasan mulai dari bentuk kerja sama dan model investasi, dan rencana pengembangan produk.

Selain itu, dibahas juga terkait layanan untuk solusi umrah, hingga kemungkinan adanya pemberdayaan, pengembangan dan keterlibatan di sektor Usaha Kecil Menengah (UKM).

"Kita harus dorong sektor swasta, peran pemerintah bukan sebagai regulator, tetapi memfasilitasi, membuka jalan, bahkan mengakselerasi. Jangan sampai Indonesia menjadi pasar terus," tegas Rudiantara dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/7). (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Antisipasi Blackout, PLN Bakal Tanam Kabel Listrik Bawah Laut

Antisipasi Blackout, PLN Bakal Tanam Kabel Listrik Bawah Laut

Untuk antisipasi insiden blackout listrik yang terjadi separuh di Pulau Jawa dan se Jabodetabek pada 4-5 Agustus 2019 lalu, PT PLN (Persero)


Idul Adha 1440 H, Telkomsel Jateng & DIY Bagikan 57 Hewan Kurban

Idul Adha 1440 H, Telkomsel Jateng & DIY Bagikan 57 Hewan Kurban

Pada Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 H Tahun 2019, Telkomsel Regional Jawa Tengah dan DIY membagikan bantuan hewan kurban


Hampir Lima Tahun, Kebijakan Menteri Susi Pukul Industri Perikanan

Hampir Lima Tahun, Kebijakan Menteri Susi Pukul Industri Perikanan

Hampir lima tahun Susi Pudjiastuti menjabat sebagai menteri Perikanan dan Kelautan (KKP).


Mati Listrik Massal Rontokkan Pendapatan Ojol Hingga 50 Persen

Mati Listrik Massal Rontokkan Pendapatan Ojol Hingga 50 Persen

Pemadaman listrik secara massal yang terjadi di Pulau Jawa dan sejabodetabek bukan hanya dikeluhkan oleh para pelaku usaha besar ataupun UMKM


PLN Gelontorkan Kompensasi Rp865 Miliar

PLN Gelontorkan Kompensasi Rp865 Miliar

PT PLN (Persero) bertanggungjawab atas pemadaman massal di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat pada Minggu (4/8).


Dirjen IKMA Kemenperin Kunjungi PT Lakumas

Dirjen IKMA Kemenperin Kunjungi PT Lakumas

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengunjungi PT Laksana Kurnia Mandiri Sejati (Lakumas), Senin (5/8).


Listrik Padam, Pelaku Usaha Desak Bos PLN Dicopot

Listrik Padam, Pelaku Usaha Desak Bos PLN Dicopot

Himpunan Pengusaha Muda Muda Indonesia (HIPMI) mendesak kedua menteri terkait yang mengurusi listrik dan PLN, serta direksi PT PLN dicopot.


Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

Produksi Telur dan Ayam Surplus, Kementan Dorong Peningkatan Ekspor

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan komoditas ayam dan telur saat ini telah dinyatakan surplus.


Listrik Padam 10 Jam, PLN Rugi Rp90 Miliar Lebih Loh

Listrik Padam 10 Jam, PLN Rugi Rp90 Miliar Lebih Loh

PT PLN mengkalkulasi kerugian awal dari peristiwa blackout atau listrik padam di daerah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten, Minggu (4/8).


Listrik Padam 10 Jam Berkaitan dengan Urusan Kursi Jabatan?

Listrik Padam 10 Jam Berkaitan dengan Urusan Kursi Jabatan?

Plt Dirut PT PLN Sripeni Inten Cahyani tidak mau berspekulasi, mengaitkan peristiwa blackout atau listrik padam di daerah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!