Ekonomi
Share this on:

Transaksi Saham Kian Cepat

  • Transaksi Saham Kian Cepat
  • Transaksi Saham Kian Cepat

JAKARTA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperkenalkan The Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) Next Generation (Next-G) yang memiliki kemampuan menampung lebih banyak investor di pasar modal. Fasilitas itu bisa mempercepat transaksi saham di lantai bursa.

”C-BEST Next Generation direncanakan dapat mengakomodasi kurang lebih 10 juta investor pasar modal,” tutur Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin (8/8).

C-BEST merupakan platform elektronik terpadu yang telah mendukung aktivitas penyelesaian transaksi efek secara pemindahbukuan sejak 2000. Yakni, pada saat implementasi perdagangan tanpa warkat (scripless).

Menurut Friderica, mengacu pada single investor identification (SID) per akhir Juli 2018, jumlah investor tercatat 1.369.810 atau meningkat 387 persen. Kemudian, pada 2017 total penyelesaian transaksi bursa melalui C-BEST sebesar 2,84 triliun unit dengan frekuensi 74,3 juta.

”Jumlah ini meningkat dari 2016, dengan jumlah penyelesaian transaksi 1,92 triliun unit dengan frekuensi 64,9 juta,” lanjutnya.

Direktur KSEI Syafruddin menambahkan, pengembangan C-BEST Next-G akan menghadirkan performa yang lebih tinggi dan lebih terintegrasi dengan aplikasi pendukung lainnya. Dia menjelaskan, jumlah pemrosesan penyediaan transaksi pada C-BEST Next-G meningkat lebih dari enam kali lipat kapasitas sebelumnya.

Yakni, dari 3.000 menjadi 20.000 penyelesaian transaksi per menit. Selain itu, desain sistem sudah mendukung pengembangan lebih lanjut terkait penerapan standar-standar internasional seperti ISO 20022.

”Sistem baru ini juga siap untuk penyimpanan tipe efek baru seperti surat utang perpetual dan subrekening khusus syariah,” tambahnya. (ken/c10/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Insentif SVLK Cukup di Sektor Hulu
Insentif SVLK Cukup di Sektor Hulu

Berita Berikutnya

Produksi Seret, Revisi UU Mendesak
Produksi Seret, Revisi UU Mendesak

Berita Sejenis

Transaksi di Atas USD 75 Kena Pajak 7,5 Persen

Transaksi di Atas USD 75 Kena Pajak 7,5 Persen

Pemerintah merevisi aturan impor barang kiriman. Batasan pembebasan bea masuk dan pajak impor untuk barang kiriman diturunkan dari USD 100 menjadi USD 75.


Tekan Defisit Transaksi Berjalan

Tekan Defisit Transaksi Berjalan

Pemerintah berupaya menggenjot devisa untuk memperbaiki kinerja neraca pembayaran.


Dorong Investor Aktif Transaksi

Dorong Investor Aktif Transaksi

Jumlah investor yang aktif bertransaksi di lantai bursa masih rendah.


Kurangi Defisit, Andalkan Pariwisata

Kurangi Defisit, Andalkan Pariwisata

Sektor pariwisata bakal lebih dioptimalkan untuk menurunkan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).


Tekan Defisit, Jokowi Minta Bantuan Pengusaha

Tekan Defisit, Jokowi Minta Bantuan Pengusaha

Presiden Joko Widodo meminta pelaku usaha ikut menekan defisit transaksi berjalan (CAD).


Genjot Transaksi Nontunai

Genjot Transaksi Nontunai

Bank Mandiri meluncurkan kartu e-money edisi Energy of Asia dan membuka ticket store untuk meramaikan perhelatan Asian Games.


Penetrasi E-Commerce Makin Terasa di Daerah

Penetrasi E-Commerce Makin Terasa di Daerah

Perkembangan e-commerce tak hanya terkait dengan besaran transaksi atau volume penjualan.


Izin Online Mayoritas Sektor Perdagangan

Izin Online Mayoritas Sektor Perdagangan

Kian banyak calon investor yang memanfaatkan fasilitas online single submission (OSS).


Defisit Ekspor-Impor Berpotensi Melebar

Defisit Ekspor-Impor Berpotensi Melebar

Defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) tahun ini diperkirakan membesar menjadi USD 25 miliar.


Berpotensi Gagal Serah Efek

Berpotensi Gagal Serah Efek

KPEI mengklaim akselerasi penyelesaian transaksi bursa dari tiga hari menjadi dua hari (T+2) potensial terjadi gagal serah dan gagal bayar.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!