Ekonomi
Share this on:

Tren Kekinian, Pejabat Banyak Simpan Dolar

  • Tren Kekinian, Pejabat Banyak Simpan Dolar
  • Tren Kekinian, Pejabat Banyak Simpan Dolar

JAKARTA - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri, mengkritik banyaknya pejabat yang menyimpan rupiah. Laporan harta kekayaan mereka kebanyakan memiliki USD.

"Sekarang pejabat di laporan kekayaannya pakai dolar. Berternak dolar. Tidak percaya sama uang sendiri. Ditambah lagi hampir semua korupsi pakai dolar. Itu menunjukan dolarisasi sangat luas," ujar Faisal di Jakarta, Rabu (11/7).

Menurutnya, jangan suruh Bank Indonesia (BI) berjuang terus menytabilkan rupiah. Seperti melakukan intervensi pasar yang saat ini rata-rata sebulan menggerus cadangan devisa USD 2 miliar. Gejolak mata uang merupakan masalah bangsa. Menurutnya gerakan cinta rupiah, sekarang tidak ada. Padahal sebelumnya, ada.

"Mbak Tutut, terlepas ada pro dan kontra bikin gerakan cinta rupiah. Ajak saudaranya menukarkan dolar. Kalau sekarang pejabat pada beli dan simpan dolar," jelas Faisal.

Menurutnya, Presiden Jokowi, di laporan kekayaannya dolar tidak ada. "Karena itu, beliau bisa imbau," jelas Faisal. Lebih lanjut dia mengatakan, terkait pelemahan rupiah, dalam jangka pendek, instrumennya memang suku bunga. Kalau mau dolar stabil, lalu lintas dolar tetap bebas, BI naikan suku bunga.

"Intinya hidup matinya rupiah capital inflow. Modal masuk. Namun itu solusi jangka pendek, kita jangan bergantung pada capital inflow, jadi tidak berdoa terus. Neraca perdagangan harus surplus," jelas Faisal.

Dia juga meminta Presiden Jokowi mengendalikan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, yang beberapa waktu lalu suka impor. Seperti impor gula dan garam. Saat ditanya soal prospek rupiah, Faisal Basri tetap optimistis mata uang garuda tersebut tidak sampai Rp15 ribu sampai Rp16. Menurutnya, beda antara krisis dulu dan sekarang.

"Saat ini gradual. Beda dengan krisis dulu. Bagaimana kita mendorong agar struktur insentif mengarah kepada apa-apa yang kita harapkan. Jangan melulu orientasinya jangka pendek dan sesuatu yang tidak jelas," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah mengatakan, dibandingkan negara lain pelemahan rupiaj hanya 5,3 persen. Berbeda misalnya dengan. Argentina, Brasil dan Turki, yang pelemahannya lebih besar.

"Kami setiap hari ada di market, menjaga stabilitas rupiah. Kita juga mengimbau beli valas sesuai kebutuhan. Kalau impor butuh 100 ribu dolar, yah jangan lebih beli dolarnya. Selain itu ada juga mitigasi resiko melalui hedging," pungkasnya. (dai/jpg)

Berita Sebelumnya

Sepakat Tambahi Subsidi Solar
Sepakat Tambahi Subsidi Solar

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Positif, Rupiah Terbaik Asia

Positif, Rupiah Terbaik Asia

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menanjak signifikan sepanjang perdagangan kemarin.


Pemilu Sela AS Tunggangi Rupiah

Pemilu Sela AS Tunggangi Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus menguat.


Rupiah Belum Bisa Bangkit

Rupiah Belum Bisa Bangkit

Nilai tukar rupiah tidak berkutik dihadapan dolar Amerika Serikat (USD).


BI Prediksi Inflasi Oktober 0,17 Persen

BI Prediksi Inflasi Oktober 0,17 Persen

Tren harga-harga pada bulan ini diprediksi masih terkendali.


Perusahaan Dituntut Perkuat Daya Saing

Perusahaan Dituntut Perkuat Daya Saing

Tren industri 4.0 semakin banyak diterapkan perusahaan. Itu menjadi keniscayaan supaya perusahaan tidak terlibas roda zaman.


Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar

Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar

Kinerja neraca dagang pada September mulai menunjukkan tren positif.


Banyak Investasi Bodong, Milenial Harus Selektif

Banyak Investasi Bodong, Milenial Harus Selektif

Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan uang untuk berinvestasi.


Rupiah Rp15.235 Per Dolar, Perbankan Jangan Panik

Rupiah Rp15.235 Per Dolar, Perbankan Jangan Panik

Nilai tukar rupiah terus bergejolak, bahkan makin lemah. Merujuk data Bloomberg, pada penutupan perdagangan kemarin (9/10), rupiah berada di level Rp 15.237,5 p


Indonesia Tidak Akan Dibiarkan Krisis

Indonesia Tidak Akan Dibiarkan Krisis

Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Kamis (4/10).


Inovasi Produk Dorong Penjualan

Inovasi Produk Dorong Penjualan

Kondisi pasar elektronik secara umum menurun. Karena itu, produsen elektronik harus punya banyak strategi untuk mendorong penjualan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!