Ekonomi
Share this on:

Usai Lebaran Harga Beras Potensi Naik

  • Usai Lebaran Harga Beras Potensi Naik
  • Usai Lebaran Harga Beras Potensi Naik

JAKARTA - Sejumlah komoditas pangan relatif stabil saat Ramadan dan Lebaran 2019. Hanya cabai dan bawang merah yang mengalami lonjakan hingga Lebaran.

Usai Lebaran atau Agustus mendatang juga mesti diwaspadai harga beras berpotensi naik. Sementara daging ayam, telur ayam, bawang merah dan cabai akan turun.

"Untuk beras setelah Agustus harus diwaspadai potensi (harga) naik," kata pengamat pertanian, Dwi Andreas kepada Fajar Indonesia Netwokr (FIN), Jumat (7/6) kemarin.

Harga komoditas pangan lainnya yang akan naik dalam waktu dekat ini atau bulan Juli adalah gula. Harga naik karena panen sudah berakhir. "Sekarang gula sudah panen. Jadi bulan Juli gula berpotensi naik," ujar Dwi.

Dwi meminta pemerintah untuk tidak melakukan intervensi berlebihan untuk menstabilkan harga bawang merah dan cabai yang saat ini melonjak tinggi.

"Yang penting bagi pemerintah tidak intervensi berlebih dan ini siklus yang wajar-wajar saja. Biarlah pasar bergerak. Toh harga cabai dan bawang merah tidak seperti harga bawang putih yang sampai melonjak hingga Rp100 ribu," ucap Dwi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengakui komoditas pangan seperti cabai dan bawang merah mengalami lonjakan hingga Lebaran tahu ini. Hal itu karena sedikit salah prediksi.

"Kelihatannya sampai pekan terakhir bulan Mei harga cabai dan bawang merah itu masih tinggi, masih naik. Walaupun tadinya saya berharap begitu masuk Lebaran mestinya dia sudah panen," ujar Darmin di Jakarta, Rabu (5/6) lalu.

Data di situs Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan, harga rata-rata nasional cabai merah besar pada H-1 Lebaran telah mencapai Rp65.350 per kilogram (kg). Sementara cabai merah keriting menembus Rp61.500. Masing-masing komoditas cabai ini harganya telah meroket 59,19 persen dan 64,65 persen hanya dalam waktu seminggu.

Sedangkan cabai merah dan hijau hargaya menyentuh Rp48.100 dan 42.950 per kg, masing-masing naik 17,89 persen dan 16,55 persen dalam sepekan terakhir. Ketua DPP Ikatan Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, harga cabai memang mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir. Bahkan katanya harga cabai terus naik hingga setelah Lebaran.

Menurut Abdullah, kenaikan karena suplai ke pasaran terhenti, sebab masih musim Lebaran. "Ini memang agak unik ya. Di beberapa kasus dalam beberapa tahun yang lalu, pasca Lebaran justru naiknya (harga) lebih dari 50 persen. Kenapa? Karena di saat Lebaran tidak ada orang panen," ujar Abdullah.

Abdullah tidak bisa memastikan berapa kenaikan harga cabai setelah Lebaran. Kenaikan disebabkan stok yang terbatas karena tidak bisa disimpan hingga lama.

"Sekarang bagaimana upaya pemerintah untuk memastikan stok cabai agar tetap terjaga sehingga pedagang tetap memiiki persediaan barang (cabai). Itu yang harus diperkuat oleh pemerintah," tukas Abdullah.

Seperti diketahui, Bulog memastikan stok beras nasiola mencukupi selama Ramadan hingga Lebaran 2019. Di gudang Bulog tersimpan stok beras sebanyak 2,2 juta ton.

"Ini sudah cukup memenuhi kebutuhan selama Ramadan sampai Lebaran nanti. Bahkan prediksi kami lebih dari cukup," kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyudi Saleh.

Saat ini Bulog memiliki 1.600 gudang yang tersebar di seluruh Indonesia. Jika ditotal, gudang-gudang tersebut mampu menampung 4 juta ton beras. (din/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Kredit Perbankan Melambat
Kredit Perbankan Melambat

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kenaikan Cukai Rokok Kerek Inflasi

Kenaikan Cukai Rokok Kerek Inflasi

Kenaikan cukai rokok 23 persen dan harga jual eceran dengan rata-rata 35 persen pada tahun depan, berpotensi menyumbang laju inflasi.


Cukai Rokok Naik, Produsen Hingga Petani Tembakau Protes

Cukai Rokok Naik, Produsen Hingga Petani Tembakau Protes

Produsen hingga petani tembakau keberatan terkait rencana pemerintah menaikkan cukai rokok pada tahun depan sebesar 23 persen


Pemerintah Tak Perlu Intervensi Soal Harga Cabai

Pemerintah Tak Perlu Intervensi Soal Harga Cabai

Sejak tiga bulan lalu sampai saat ini harga cabai masih tetap tinggi. Bahkan saat ini tembus mencapai Rp100 ribu per kilogram (kg).


Iuran BPJS Kesehatan Tak Jadi Naik September

Iuran BPJS Kesehatan Tak Jadi Naik September

Puan Maharani menyebutkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan diberlakukan pada 1 September 2019, ternyata dibantah oleh pihak istana.


Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai 1 September 2019

Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai 1 September 2019

Pemerintah akan memberlakukan kenaikan BPJS Kesehatan mulai 1 September 2019.


Iuran BPJS Kesehatan Naik Dua Kali Lipat

Iuran BPJS Kesehatan Naik Dua Kali Lipat

Setelah Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) mengusulkan kenaikan BPJS Kesehatan, giliran Menkeu Sri Mulyani mengusulkan kenaikan premi BPJS Kesehatan.


Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Rp16,5 Ribu Hingga Rp40 Ribu

Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Rp16,5 Ribu Hingga Rp40 Ribu

Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), kenaikan iuran BPJS Kesehatan mulai dari Rp16,5 ribu hingga Rp40 ribu.


Transfer Daerah dan Dana Desa Melambat di 2020

Transfer Daerah dan Dana Desa Melambat di 2020

Dalam RAPBN 2020, belanja negara direncanakan akan mencapai Rp2.528,8 triliun atau naik sebesar 7,99 persen dari Outlook 2019.


Cabai Sumbang Inflasi Agustus 2019

Cabai Sumbang Inflasi Agustus 2019

Masih tingginya harga cabai mendorong inflasi di bulan Agustus 2019 sebesar 0,20 persen secara bulanan. Sedangkan secara tahunan 3,52 persen.


Perang Dagang, Indonesia Potensi Kena Resesi Ekonomi

Perang Dagang, Indonesia Potensi Kena Resesi Ekonomi

Perang dagang yang semakin memanas antara Amerika Serikat (AS)-Cina dan Jepang-Korea, ditambah kasus Brexit yang tak segera selesai



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!