Ekonomi
Share this on:

Utang Luar Negeri Swasta RI Berpotensi Picu Krismon 1998

  • Utang Luar Negeri Swasta RI Berpotensi Picu Krismon 1998
  • Utang Luar Negeri Swasta RI Berpotensi Picu Krismon 1998

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meyebutkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia untuk swasta dan BUMN tumbuh sebesar 1999,6 miliar dolar AS atau setara Rp2.834,2 triliun. Angka ini meningkat 14,5 persen lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya 13 persen.

Direktur Riset Center of Reforms on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, penikahan ULN swasta patut diwaspadai. Sebab berpotensi krisis moneter (krismon) seperti terjadi pada 21 tahun lalu.

"Harus diwaspadai peningkatan ULN swasta. Ke depan hal ini bisa memicu krisis seperti periode 1997/1998 ketika terjadi pelemahan nilai tukar yang ekstrim," ujar Piter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Senin (17/6).

Kendati demikian, Piter meyakini pemerintah bekerjasama dengan BI dapat mengantisipasi dari kemungkinan buruk krismon yakni salah satunya melakukan heding (strategi trading).

"Langkah lainnya, saya kira BI dan pemerintah perlu mengupayakan mengurangi insetif bagi swasta untuk melakukan ULN dengan menurunkan suka bunga perbankan dalam negeri. Ini belum pernah berhasil," kata Piter.

Sementara, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto menilai sejauhmana pemerintah bisa menjaga stabilitas politik dan defisit neraca transaksi berjalan tidak sampai membengkak di atas 3 persen dari produk domestik bruto PDB saat ini (kuartal 1/2019 defisit 2,6 persen terhadap PDB), maka tidak akan terjadi krismon.

"Maka kecil potensinya untuk terjadi krisis, apalagi seperti krisis 1998, menurutku masih 'jauh'," kata Eko kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (17/6).

Upaya lain yang harus dilakukan pemerintah yakni sektor harus mengambil pendanaan dari luar negeri mengingat saat ini di luar negeri kecenderungan bunga mulai turun seiring meredanya suku bunga The Fed, dan juga di luar negeri terutama di negara maju tingkat bunga jauh lebih murah.

"Jadi agar tidak membuat buruk stabilitas perekonomian atas kenaikan ULN maka stabilitas politik harus dijaga dan pertumbuhan ekonomi jangan sampai kendor atau turun," pungkas Eko. (fin/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kenaikan Cukai Rokok Kerek Inflasi

Kenaikan Cukai Rokok Kerek Inflasi

Kenaikan cukai rokok 23 persen dan harga jual eceran dengan rata-rata 35 persen pada tahun depan, berpotensi menyumbang laju inflasi.


Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp5.542,10 T

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp5.542,10 T

Bank Indonesia (BI) menyebutkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Juli 2019 tercatat sebesar USD 395,3 miliar atau setara Rp5.542,10 triliun.


Geliatkan Investasi Asing, Regulasi Penghambat Dihilangkan

Geliatkan Investasi Asing, Regulasi Penghambat Dihilangkan

Pemerintah Indonesia berupaya keras menggeliatkan investasi asing (Foreign Diret Investment/FDI) di dalam negeri.


Fintech Rentan Pencucian Uang

Fintech Rentan Pencucian Uang

Otoritas jasa keuangan (OJK) menyebutkan perusahaan financial technology alias fintech berpotensi pencucian uang.


Kemarau Panjang, Produksi Pangan Berpotensi Menurun

Kemarau Panjang, Produksi Pangan Berpotensi Menurun

Kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober 2019 mendatang. Dampaknya, produksi bahan pangan berpotensi menurun.


Utang Pemerintah Bengkak Setahun Rp346 Triliun

Utang Pemerintah Bengkak Setahun Rp346 Triliun

Dalam setahun utang pemerintah bertambah sebesar Rp346 triliun atau hingga akhir Juli 2019 mencapai Rp4.603 triliun.


Utang Membengkak Bikin Defisit APBN

Utang Membengkak Bikin Defisit APBN

Defisit anggaran yang terjadi pada APBN Indonesia sudah merupakan problem yang universal


Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Pemerintah Targetkan Kepemilikan Utang Asing 20 Persen

Saat ini kepemilikan utang asing dalam Surat Utang Negara (SUN) di Indonesia mencapai Rp1.005 triliun atau 38,49 persen.


Utang Pemerintah Turun Tipis Rp1 T

Utang Pemerintah Turun Tipis Rp1 T

Posisi utang pemerintah pusat hingga Juni 2019 tercatat sebesar Rp4.570,17 triliun.


Sharp Indonesia Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

Sharp Indonesia Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

Sukses menyita perhatian konsumen tanah air dengan jajaran produk elektronik yang diproduksi dalam negeri dengan menguasai lebih dari 25 persen.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!