Ekonomi
Share this on:

Utang Negara Tembus Rp4.034,8 Triliun

  • Utang Negara Tembus Rp4.034,8 Triliun
  • Utang Negara Tembus Rp4.034,8 Triliun

JAKARTA - Jumlah utang pemerintah per akhir Febuari 2018 mencapai Rp4.034,8 triliun, atau 29,24 persen dari PDB. Artinya, utang itu masih aman di bawah level ketentuan UU Keuangan Negara. Utang luar negeri swasta per akhir Januari lalu, mencapai Rp2.351,7 triliun.

Sementara, Surat Utang Negara (SUN) disebut-sebut banyak dimiliki pemodal asing. "Kepemilikan SUN investor asing bisa dilihat sisi positifnya. Itu menunjukan kepercayaan investor asing. Resikonya, investor bisa dengan mudah keluar dari market. Namun, harus dilihat profil investornya," tutur Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Luky Alfirman, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Luky, profil pemberi utang bukan spekulan. Yang sebentar-sebentar suka berspekulasi. Beli atau jual surat berharga. SBN domestik dimiliki pihak asing adalah SBN dengan tenor panjang. Atau investor jangka panjang, Bank Sentral, Dana Pensiun. "Jadi, bukan spekulan," jelas Luky.

Investor asing dominan yaitu lembaga keuangan, reksadana dan Bank Sentral serta pemerintah negara asing. Adapun kepemilikan SBN domestik oleh investor asing perakhir Maret 2018 mencapai 39,3 persen. Ketika melakukan utang itu sudah terencana. Berapa jumlahnya ada di APBN.

"Bukan berarti butuh bulan Januari, ambil," ulasnya.

Banyak pertanyaan berseliweran mampu tidak begara untuk bayar? menjawab pertanyaan macam itu, Luky lalu mencontohkan, kalau ke bank biasanya ditanya utang digunakan untuk apa, dan ada kemampuan bayar. Kalau mampu, diberikan utang.

"Ukuran kemampuan bayar, kalau di bank itukan dilihat, income kamu berapa sih," jelasnya.

Yang paling penting lanjut Luky utang dipakai untuk apa. Belanja infrastruktur bertambah. Nah, untuk memperluas basis investor SUN, khususnya generasi milenial, Kemenkeu akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel online. Berdasar rencana SBN itu akan mulai dipasarkan pada Mei 2018.

"Kami ingin memfasilitasi dan menarik investor muda," ucapnya. (dai)

Berita Sebelumnya

Jamkrindo-REI Wujudkan Sejuta Rumah
Jamkrindo-REI Wujudkan Sejuta Rumah

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dorong Optimalisasi Lahan Hutan Negara

Dorong Optimalisasi Lahan Hutan Negara

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan hutan negara.


Pajak PT Timah Melonjak 120 Persen

Pajak PT Timah Melonjak 120 Persen

PT Timah Tbk, selaku anggota Holding BUMN Industri Pertambangan memberikan kontribusi positif untuk penerimaan negara.


Moody's Naikkan Rating Lima BUMN

Moody's Naikkan Rating Lima BUMN

Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investor Service menaikkan peringkat utang lima perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


Percepat Orientasi Ekspor

Percepat Orientasi Ekspor

Ekonomi negara-negara tetangga Indonesia mulai menunjukkan perbaikan.


Pasar Tanggapi Dingin Kenaikan Rating

Pasar Tanggapi Dingin Kenaikan Rating

Pasar modal Indonesia tidak cukup bergairah dalam merespons kenaikan peringkat utang dari Moody’s.


12 BUMN Merugi Rp5,2 Triliun

12 BUMN Merugi Rp5,2 Triliun

Kinerja keuangan perusahaan pelat merah perlahan membaik.


Pelindo II Bangun Terminal Kijing Rp5,6 triliun

Pelindo II Bangun Terminal Kijing Rp5,6 triliun

Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II bakal membangun Terminal Kijing Pontianak senilai Rp5,6 triliun.


IKT Bidik Dana IPO Rp1 triliun

IKT Bidik Dana IPO Rp1 triliun

PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) berencana melepas 30 persen saham melalui skema initial public opering (IPO).


Maybank Jajakan Obligasi Rp 500 Miliar

Maybank Jajakan Obligasi Rp 500 Miliar

PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance) berencana menjakan surat utang (obligasi) senilai Rp5 triliun.


Tuntaskan Kredit Macet Mandiri Rp2,9 Triliun

Tuntaskan Kredit Macet Mandiri Rp2,9 Triliun

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mendukung Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntaskan kasus kredit bermasalah Bank Mandiri (BMRI).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!