Ekonomi
Share this on:

Wow, Gojek Dapat Subsidi Rumah

  • Wow, Gojek Dapat Subsidi Rumah
  • Wow, Gojek Dapat Subsidi Rumah

JAKARTA - Para pengemudi ojek online, Gojek bisa mendapatkan rumah impiannya. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menggandeng Gojek Indonesia untuk memfasilitasi KPR bersubsidi.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan dalam Parade KPR BTN setidaknya ada 581 aplikasi KPR subsidi dari para driver Gojek saat tahap I Gojek Serbu BTN dibuka, 397 di antaranya lulus verifikasi dan bisa mendapatkan rumah impiannya.

”Nilai KPR-nya hanya Rp51,6 miliar, namun sangat berarti bagi mereka dan kami bangga bisa membantu keluarga mendapatkan rumahnya dengan skema yang terjangkau,” ujar Maryono di Jakarta, kemarin.

Dikatakan, kesuksesan Gojek Serbu BTN Tahap I, mendorong BTN membuka tahap ke II bersama Gojek Indonesia. Program Gojek Serbu BTN Tahap II di seluruh kota yang menjadi wilayah kerja Gojek, diantaranya Sumatera, Jawa Timur, Jogjakarta, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sulawesi.

Maryono mengatakan untuk tahap kedua, pihaknya menargetkan minimal di atas aplikasi tahap pertama, 500-an aplikasi. Maryono menambahkan dalam kiprahnya memberikan pembiayaan bagi masyarakat untuk mendapatkan rumah layaknya.

Sejak tahun 1976 hingga November 2017, Bank dengan kode saham BTN itu telah mengucurkan kredit baik berskema konvensional maupun syariah senilai Rp230,2 triliun untuk merealisasikan KPR bagi 4,1 juta unit rumah.

Dari pencapaian tersebut, sebesar 3,08 juta unit atau lebih dari 75 persen diantaranya mengalir dalam bentuk KPR Subsidi. Angka tersebut setara dengan nilai KPR Subsidi sebesar Rp110,45 triliun.

Sedangkan sisanya atau sebesar Rp119,76 triliun didistribusikan dalam bentuk KPR Nonsubsidi. “Selama 41 tahun, BTN telah melalui berbagai dinamika politik ekonomi, dan mengalami perubahan kebijakan pemerintahan namun kami tetap konsisten mewujudkan akses pembiayaan KPR dengan melakukan transformasi dan sinergi dengan pihak swasta maupun BUMN lain,” tambahnya.

BTN optimistis hanya dengan sinergi, Program Satu Juta Rumah bisa tercapai dengan bantuan dari pemerintah pusat dan daerah. Sebab, menurut Maryono, industri properti melibatkan banyak stakeholder, dengan multiplier effect yang tinggi.

“Komitmen perbankan, pemerintah pusat maupun daerah perlu disatukan dan diperkuat untuk mengurangi backlog perumahan sebesar 11,38 juta unit,” katanya. Jika para stakeholders kompak, Maryono berharap pengembang properti bisa lebih produktif dan inovatif membantu Pemerintah mengurangi backlog perumahan. (vit/jpg)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!