Ekonomi
Share this on:

Zaman Now, Zakat Pakai Saham

  • Zaman Now, Zakat Pakai Saham
  • Zaman Now, Zakat Pakai Saham

JAKARTA - Sistem digital telah merasuk dalam beragam lini bisnis. Tidak terkecuali dalam industri pasar modal khususnya transaksi saham. Efeknya, perdagangan saham meninggalkan pakem lama yaitu platform kertas sebagai media bertransaksi.

Sejalan perkembangan teknologi, penggunaan kertas ditiadakan (scripless). Selain lebih efisien, murah dan simple, transaksi scripless lebih ramah lingkungan. Keunggulan itu kemudian melahirkan inovasi baru berupa Shadaqah dan Zakat Saham Nasabah (Sazadah).

PT Henan Putihrai Sekuritas menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program zakat saham tersebut. Produk itu disebut sebagai batu loncatan untuk pasar modal syariah Indonesia.

Produk itu memungkinkan setiap investor membayar zakat dan sedekah memakai saham. Program itu terbuka untuk investor konvensional dan syariah. Melalui program Sazadah, pelaku pasar bisa berzakat dan bersedekah dengan saham atau dana.

”Produk ini menjadi tonggak bersejarah dalam industri pasar modal. Kami membuka peluang investor untuk berzakat dan bersedekah,” tutur Direktur Henan Putihrai Sekuritas, Mohammad Yunus.

Di sisi lain, program itu bisa menjadi alternatif membendung kapitalisme. Kalau banyak pelaku pasar berzakat dan bersedekah melalui produk-produk sekuritas akan bisa mengentas kemiskinan. ”Selain saham, sadakah diharap juga lewat obligasi,” tambah Ketua Baznas, Bambang Sudibyo.

Produk itu mendapat apresiasi positif otoritas pasar modal domestik. Itu karena Sazadah merupakan produk sekuritas pertama, memberi kesempatan investor untuk beramal. ”Tentu kami menyambut positif inovasi produk di era digital,” puji Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI), Alpino Kianjaya. (far/jpg)

Berita Sebelumnya

Importir Masih Sulit Tekan Biaya Logistik
Importir Masih Sulit Tekan Biaya Logistik

Berita Berikutnya

Ekonomi Kreatif Mulai Menggeliat
Ekonomi Kreatif Mulai Menggeliat

Berita Sejenis

Transaksi Saham Kian Cepat

Transaksi Saham Kian Cepat

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperkenalkan The Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST).


Prospek Saham Bank BUMN Masih Menarik

Prospek Saham Bank BUMN Masih Menarik

Sejumlah analis menilai prospek saham perbankan khususnya bank BUMN masih menarik untuk dikoleksi.


PGN Miliki Mayoritas Saham Pertagas

PGN Miliki Mayoritas Saham Pertagas

Proses pembentukan holding BUMN migas memasuki babak baru.


TAXI Kembali Disuspensi

TAXI Kembali Disuspensi

Saham PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) dibekukan sementara (suspensi).


BRI Syariah Masuk ke Bursa

BRI Syariah Masuk ke Bursa

PT Bank BRI Syariah Tbk resmi melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin (9/5).


Wardah Bright Days Inspirasi untuk Kids Zaman Now

Wardah Bright Days Inspirasi untuk Kids Zaman Now

Wardah kini mulai melebarkan sayapnya untuk menyasar konsumen dari kalangan mahasiswa dan pelajar.


IKT Bidik Dana IPO Rp1 triliun

IKT Bidik Dana IPO Rp1 triliun

PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) berencana melepas 30 persen saham melalui skema initial public opering (IPO).


Wajib Pakai Kapal Nasional, Pengusaha Batubara Keberatan

Wajib Pakai Kapal Nasional, Pengusaha Batubara Keberatan

Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) khawatir tentang aturan kewajiban pemakaian kapal nasional untuk ekspor dan impor.


Ekspor-Impor Wajib Pakai Kapal Lokal

Ekspor-Impor Wajib Pakai Kapal Lokal

Kementrian Perdagangan (Kemendag) mewajibkan penggunaan kapal lokal untuk ekspor batu bara, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), dan impor beras.


IHSG Terseret Terpuruknya Bursa Global

IHSG Terseret Terpuruknya Bursa Global

Sentimen negatif merembet pula di bursa Jakarta. Indeks harga saham gabungan (IHSG) pun melanjutkan penurunannya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!