Entertainment
Share this on:

Petisi Film Kucumbu Tubuh Indahku Arnaskisme Massal

  • Petisi Film Kucumbu Tubuh Indahku Arnaskisme Massal
  • Petisi Film Kucumbu Tubuh Indahku Arnaskisme Massal

JAKARTA - Sudah sepekan lebih film besutan Garin Nugroho berjudul Kucumbu Tubuh Indahku diputar bioskop di Indonesia. Muncul pro dan kontra atas film tersebut. Film Kucumbu Tubuh Indahku sempat menyambangi 25 negara di antaranya Busan, Napoli, Miami, Hawaii, Kolkota, italia, Prancis, Singapura, Australia, Yogyakarta, dan Rotterdam.

Film ini juga singgah di Amerika Serikat, Meksiko dan Jepang. Bahkan film yang dalam bahasa Inggris berjudul Memories of My Body ikut di world premiere di La Biennale Venice Film Festival Agustan 2018. Film Kucumbu Tubuh Indahku mengangkat kisah tentang seorang penari Lengger Banyumas, Jawa Tengah.

Film ini juga reprentasi sosial dan politik. Namun film ini mendapat kritisi dengan munculnya petisi penolakan penayangan film tersebut di Tanah Air. Isi penolakan itu melihat film Kucumbu Tubuh Indahku mengandung unsur LGBT.

Adanya petisi itu, sutradara senior Garin Nugroho angkat suara. Dia menilai ada ketidakadilan karena begitu cepat publik menilai tanpa ada dialog terlebih dahulu. "Petisi untuk tidak menonton film Kucumbu Tubuh Indahku lewat ajakan medsos, tanpa proses dan ruang dialog, bahkan tanpa menonton telah diviralkan di media sosial. Penghakiman massal lewat media sosial berkali terjadi pada karya seni dan pikiran atas keadilan. Gejala ini menunjukkan media sosial telah menjadi medium penghakiman massal tanpa proses keadilan, melahirkan anarkisme massal," ujar Garin dalam keterangannya, Kamis (25/4) kemarin.

Tindakan ini, menurut Garin akan merosotkan daya cipta dan kreasi warga bangsa. "Bagi saya, anarkisme masa tanpa proses dialog ini akan mematikan daya pikir terbuka serta kualitas warga bangsa, memerosotkan daya kerja serta cipta yang penemuan warga bangsa, serta mengancam kehendak atas hidup bersama manusia untuk bebas dari berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan sebagai tiang utama demokrasi," tutur Garin.

Diapun menyatakan rasa keprihatinan melihat fenomena Penghakiman massa yang saat ini merajalela. "Lewat keprihatinan ini, saya ingin menyatakan keprihatinan terbesar atas gejala menjamurnya penghakiman massal tanpa proses dialog dan penegakan hukum berkeadilan. Bagi saya, kehendak atas keadilan dan kehendak untuk hidup bersama dalam keberagaman tanpa diskriminasi dan kekerasan tidak akan pernah mati dan dibungkam oleh apapun, baik senjata hingga anarkisme massal tanpa proses berkeadilan," sambung Garin.

Petisi penolakan Film Kucumbu Tubuh Indahku dibikin oleh Rakhmi Mashita. Sampai saat ini, sudah lebih dari tiga ribu akun yang menandatangi petisi ini. "Tolak penanyangan dan penyebarluasan film LGBT dengan judul Kucumbu Tubuh Indahku Sutradara Garin Nugroho."

"Sebuah film selain dibuat untuk menceritakan true story, seharusnya sebuah film bisa membawa efek positif bagi penontonnya, seperti menjadi inspirasi positif, kreatif, dan menambah wawasan yg bernilai positif jg, jika film seperti ini diijinkan tayang dan disebarluaskan, kita mesti khawatir, bahwa generasi muda yg mengalami kesulitan menemukan jati diri akan mencontoh perilaku dalam film ini." tulis Rakhmi Mashita. (din/zul/fin)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Film The Santri Tabrak Akidah Islam

Film The Santri Tabrak Akidah Islam

Ustad Abdul Somad angkat suara terkait kontroversi trailer film 'The Santri. ' Ulama jebolan S2 Maroko itu menilai film


'Hayya', Sekuel '212 The Power of Love' Siap Tayang

'Hayya', Sekuel '212 The Power of Love' Siap Tayang

Kisah dalam film '212 The Power of Love' yang terinspirasi dari Aksi 212 di Monas berlanjut ke dalam sebuah sekuel bertajuk 'Hayya.'


Pemutaran Film Kucumbu Tubuh Indahku Kembali Tuai Protes

Pemutaran Film Kucumbu Tubuh Indahku Kembali Tuai Protes

Film garapan Garin Nugroho, 'Kucumbu Tubuh Indahku' kembali menuai protes.


Film Pengabdi Setan Dianggap Curang

Film Pengabdi Setan Dianggap Curang

Film karya Joko Anwar yang berjudul 'Pengabdi Setan' tengah menjadi perbincangan hangat publik.


Keren! Film Sultan Agung, Karya Hanung Bramantyo Raih Penghargaan di Rusia

Keren! Film Sultan Agung, Karya Hanung Bramantyo Raih Penghargaan di Rusia

Hanung Bramantyo tengah berbahagia. Film terbarunya yang berjudul, 'Bumi Manusia,' dua pekan diputar di seluruh bioskop di Indonesia meraih sejuta penonton.


Belum Ideal, Film Bumi Manusia Tembus 1 Juta Penonton

Belum Ideal, Film Bumi Manusia Tembus 1 Juta Penonton

Dua pekan diputar di seluruh bioskop di Indonesia, Film 'Bumi Manusia' (BM) telah tembus lebih dari satu juga penonton.


Film Naga Bonar Reborn Masuk Pengadilan

Film Naga Bonar Reborn Masuk Pengadilan

Film 'Naga Bonar Reborn' tengah digarap oleh Rumah Produksi Gempita Tjipta Perkasa (GTP).


Hanung Bramantyo Sempat Ragukan Kemampuan Iqbal Ramadhan

Hanung Bramantyo Sempat Ragukan Kemampuan Iqbal Ramadhan

Harus diakui, perkembangan film Indonesia di tahun 2000-an ini sangatlah pesat.


Luna Maya Dijuluki Ratu Horor

Luna Maya Dijuluki Ratu Horor

Setelah sukses membintangi film bergenre horor berjudul "Suzanna: Bernapas dalam Kubur," Luna Maya mendapat julukan baru sebagai queen of horor


Aura Kasih Ngamuk Kena Body Shaming

Aura Kasih Ngamuk Kena Body Shaming

Penyanyi Aura Kasih mengaku kesal atas body shaming yang menimpanya. Apalagi cuitan body shaming itu dari kaum intelektual yakni pemerhati film, Yan Widjaya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!