Kriminal
Share this on:

18 Orang Divonis Mati

  • 18 Orang Divonis Mati
  • 18 Orang Divonis Mati

PONTIANAK - Barang bukti hampir 20 Kg sabu, 2.000 ekstasi dan 4.000 happy five dimusnahkan di lapangan Mapolda Kalbar, Selasa (11/7). Barang haram tersebut merupakan hasil pengungkapan jajaran Polda Kalbar dan BNNP Kalbar selama tiga bulan terakhir.

Jajaran Polda Kalbar mengungkap 10,41 Kg sabu, 2.000 ektstasi dan 4.000. happy five. Sedangkan BNNP Kalbar kurang lebih 9 kg sabu. Pengungkapan disepuluh TKP (tempat kejadian perkara). Pemusnahan dilaksanakan usai upacara HUT Bhayangkara ke 72. Disaksikan para tamu undangan serta para tersangka.

Sebelum pemusnahan, berbagai jenis narkotika ini diuji keasliannya oleh tim dokter. Setelah dinyatakan keasliannya, satu persatu paket sabu yang masih terbungkus plastik dibuka. Para pejabat, para tokoh dan tamu undangan pun berkesempatan membuka bungkus narkotika tersebut.

Melibatkan berbagai pihaknya ini sebagai wujud komitmen bersama untuk memberantas narkoba. Selanjutnya, barang haram ini dilenyapkan menggunakan insinerator milik BNNP Kalbar.

"Saya punya Obsesi Kalbar ini harus Zero Narkoba. Kita pasti bisa sepanjang kebersamaan sudah kita bangun, kepekaan, kesensitifan seluruh warga masyarakat, pasti bisa," kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono kepada sejumlah wartawan usai pemusnahan.

Tidak hanya penindakan, kepolisian akan melakukan upaya pencegahan. Salah satunya dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Sebab yang lebih penting adalah kesadaran masyarakat, sehingga tidak mudah diimingi bayaran menggiurkan.

"Makanya kita mengsosialisasikan jenis-jenis narkoba ini. Kadang-kadangkan orang tidak tau, orang melihatnya upah, dia dapat upah per kilo katakan lah dapat sekian puluh juta, itu yang menggiurkan. Dia tidak tau aturan bisa membahayakan bagi dirinya," terangnya.

Kejaksaan telah memberikan tuntutan maksimal terhadap pelaku kejahatan narkotika di Kalbar. Dia menyebutkan 15 - 18 orang telah divonis mati.

"Ini penegakan hukum yang harus didukung kita semua. Nah, outputnya nanti adalah mudah-mudahan seluruh warga Kalbar bisa menjadi suatu komitmen, kita harus zero Narkoba," lugasnya.

Ditegaskan Kapolda, anggotanya akan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan narkotika ketika melawan atau berupaya melarikan diri. "Kita lakukan penembakan tentunya ada alasan," ucapnya.

Kapolda menerangkan, dalam penegakan hukum ada praduga tidak bersalah, kesamaan di muka hukum. Bungkusnya adalah menjamin hak asasi manusia. Untuk menjamin itu pihak pelapor dan terlapor masing-masing memiliki hak.

Salah satu haknya bisa mengajukan pra peradilan dalam proses penegakan hukum. “Itu terbuka, ada pasalnya yang mengatur,” sebut Didi.

Dalam pra peradilan, masing-masing miliki argumentasi. Baik aparat penegak hukum maupun yang ditetapkan sebagai tersangka. "Pra peradilan itu kan dia keberatan apabila dianggap salah tangkap, salah orang, salah penerapan pasal, salah barang yang disita, itu baru bisa diajukan pra peradilan," paparnya.

Kapolda menjelaskan, Polri dalam hal ini adalah penyidik. Penyidik memiliki hak jawab langkah-langka apa yang dilakukan dengan adanya tuntutan pra peradilan tersebut. "Tentunya kita jawab, pasti kita jawab bahwa langkah-langkah tangkap, tahan, geledah, sita sudah melalui prosedur hukum," demikian Kapolda. (amb/arm/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sasar 11 Tempat Karaoke, Delapan Orang Diamankan

Sasar 11 Tempat Karaoke, Delapan Orang Diamankan

Kepolisian Resort Wonosobo menggelar kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD).


Polda Jateng Perketat Pengamanan

Polda Jateng Perketat Pengamanan

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memperketat pengamanan wilayah pasca terjadinya insiden penembakan yang menimpa dua orang anggota polisi di Cirebon.


Tak Pasang Bendera Merah Putih, Gabungan Ormas dan Mahasiswa Nyaris Bentrok

Tak Pasang Bendera Merah Putih, Gabungan Ormas dan Mahasiswa Nyaris Bentrok

Belasan orang dari ormas gabungan yang menamakan diri Benteng NKRI Surabaya nyaris bentrok dengan mahasiswa.


Melawan Polisi, Dua Perampok RPH Ditembak Mati

Melawan Polisi, Dua Perampok RPH Ditembak Mati

Setelah 25 jam diburu, tujuh perampok yang beraksi di Rumah Potong Hewan (RPH) Karawaci, berhasil dibekuk.


Kepergok Hendak Curi Motor, Dua Pemuda Ditangkap

Kepergok Hendak Curi Motor, Dua Pemuda Ditangkap

Niat hati ingin mencuri sebuah sepeda motor dari dalam lingkungan kompleks pondok pesantren, dua orang pemuda justru mengalami nasib apes.


Lima Pelaku Pencabulan ABG Diburu

Lima Pelaku Pencabulan ABG Diburu

Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya masih memburu para pelaku pencabulan terhadap AF (15). Sampai Rabu (25/7), lima orang ditetapkan menjadi tersangka.


Dua Buruh Terancam Mati Gara-gara Masalah Sepele.

Dua Buruh Terancam Mati Gara-gara Masalah Sepele.

Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menjerat Sutrisna, 33, dan Anwaruddin, 37, dengan pasal pembunuhan berencana ancamannya hukuman mati.


Polisi ‘Kantongi’ Penembak Ibu Hamil

Polisi ‘Kantongi’ Penembak Ibu Hamil

Polrestro Tangerang telah mendapatkan ciri-ciri pelaku curanmor sadis yang menembak mati seorang wanita hamil, Kota Tangerang, Rabu (4/7) malam.


Pengecer dan Bandar Togel Digerebek Polisi

Pengecer dan Bandar Togel Digerebek Polisi

Dua orang pengecer sekaligus bandar Togel, Wasmin (56), diciduk anggota Reskrim Polsek Kesesi.


Rem Truk Blong, Dua Nyawa Melayang Lagi

Rem Truk Blong, Dua Nyawa Melayang Lagi

Kecelakaan maut kembali terjadi di pertigaan Pasar Kertek, Sabtu lalu (30/7). Akibatnya, dua orang meninggal dunia dan dua orang lainya mengalami luka parah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!