Kriminal
Share this on:

19 Anggota DPR Terpilih Dideadline & September Pukul 00.00 WIB

  • 19 Anggota DPR Terpilih Dideadline & September Pukul 00.00 WIB
  • 19 Anggota DPR Terpilih Dideadline & September Pukul 00.00 WIB

Foto: ilustrasi

JAKARTA - Integritas anggota legislatif dinilai masih kurang. Jika dilihat dari data KPU, sebanyak 19 anggota DPR RI terpilih belum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Padahal, waktunya tinggal dua hari lagi. Tepatnya 7 September 2019 pukul 00.00 WIB. Sejumlah kalangan menilai, perlu ada regulasi baru yang mengatur terkait keterbukaan informasi tersebut.

Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing menyatakan, mereka yang belum menyerahkan LHKPN termasuk cermin dari kepribadiannya. Waktu panjang yang diberikan lembaga penyelenggara pemilu tidak dimanfaatkan dengan baik oleh calon legislatif.

Emrus menyarankan jika anggota DPR terpilih tidak menyerahkan LHKPN tepat waktu, keterpilihannya harus dibatalkan. Bukan tanpa alasan. Menurut Emrus, pemilih yang telah menggunakan hak suara pada pemilu merasa diciderai.

"Masyarakat Mereka yang telah memilih sehingga menang dalam pemilu akan merasa tidak puas," kata Emrus kepada Fajar Indonesia Network (FIN) di Jakarta, Rabu (4/9).

Dia lebih setuju jika regulasinya diubah. Terlebih, bisa menjadi syarat peserta pemilu. Sehingga keterbukaan informasi kepada pemilih bisa dilakukan sebelum rakyat menentukan pilihan di kotak suara.

"Jika sanksi yang diberikan hanya penundaan pelantikan, hal itu kurang tegas. Dengan dibatalkannya keterpilihannya, bisa menjadi efek jera dan menjadikan keterbukaan lebih baik ke depan," paparnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, jika jadwal penyerahan LHKPN hanya tersisa dua hari. Deadline KPU adalah 7 September 2019 pukul 00.00 WIB. Dia menegaskan tidak ada perpanjangan waktu dalam penyerahan LHKPN.

"Sudah cukup lama disosialisasikan kepada partai politik dan anggota DPR RI terpilih. Jadi tidak ada perpanjangan waktu lagi," jelas Ilham di Jakarta, Rabu (4/9).

Bagi Anggota DPR RI terpilih yang belum menyerahkan bisa segera melaporkannya ke KPU RI. Sesuai jadwal, mereka masih memiliki waktu yang cukup untuk dimanfaatkan. Yakni dua hari ke depan." Masih ada 19 orang lagi yang belum menyerahka. Kami akan menunggu sampai akhir tahapan pada 7 September pukul 00.00 WIB," paparnya.

LHKPN tersebut bisa diserahkan langsung ke KPU RI secara kolektif per partai politik atau bisa juga per individu dari calon terpilih. Keterlambatan penyerahan LHKPN tersebut memang tidak menggugurkan para politikus yang telah lolos ke Senayan. Namun, mereka terancam tidak akan ikut dilantik pada 1 Oktober 2019.

"Kalau tidak menyerahkan LHKPN, yang bersangkutan tidak akan diajukan oleh KPU untuk dilantik sampai yang bersangkutan melaporkan LHKPN-nya kepada KPU," ucapnya.

Calon terpilih anggota DPR RI yang belum menyerahkan LHKPN berasal dari sejumlah daerah pemilihan. Yakni Provinsi Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara. (khf/zul/fin/rh)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Penjual Makanan Kelinling Terduga Teroris Ditangkap di Jambi

Penjual Makanan Kelinling Terduga Teroris Ditangkap di Jambi

Densus 88 kembali menangkap satu terduga teroris di Perumnas Kecamatan Rimbo Tengah Kabupaten Bungo, Jumat (11/10), sekira pukul 18.00 WIB.


KPK Periksa Eni Saragih Lagi

KPK Periksa Eni Saragih Lagi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebagai saksi kasus dugaan suap, Kamis (10/10) kemarin.


Korban Demo DPR Tewas Sesak Napas, Bukan Dianiaya

Korban Demo DPR Tewas Sesak Napas, Bukan Dianiaya

Seorang juru parkir di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat meninggal dunia saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/DPD/MPR, Rabu (25/9) lalu.


380 Peserta Demo DPR Jadi Tersangka, 179 Ditahan

380 Peserta Demo DPR Jadi Tersangka, 179 Ditahan

Total sebanyak 1.489 orang, yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan warga sipil diamankan karena diduga sebagai perusuh dalam aksi demo di depan Gedung DPR/DP


Diduga Terpapar Paham Radikal, Polwan Densus 88

Diduga Terpapar Paham Radikal, Polwan Densus 88

Anggota Polisi wanita (Polwan) berinisial NOS alias Bripda Nesti (23) untuk kali kedua ditangkap tim Densus 88 Antiteror.


Bupati Cantik Ogah Dikaitkan dengan Gratifikasi Bowo Sidik

Bupati Cantik Ogah Dikaitkan dengan Gratifikasi Bowo Sidik

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu ogah dikaitkan dengan Wakil Ketua Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso.


535 Pelajar Dipulangkan, 310 Diproses

535 Pelajar Dipulangkan, 310 Diproses

Jajaran Polda Metro Jaya mengamankan 845 orang usai aksi demo pelajar dan mahasiswa yang berujung rusuh di depan Gedung DPR/DPD/MPR, Senin (30/9) lalu.


Polri Selidiki Nomor-nomor Telepon yang Diklaim sebagai Oknum Polisi

Polri Selidiki Nomor-nomor Telepon yang Diklaim sebagai Oknum Polisi

Beberapa nomor handphone anggota kepolisian disebut masuk dalam daftar anggota grup whatsApp pelajar SMK.


Penyusup Aksi Demo Ibukota Dibayar Rp20-40 Ribu

Penyusup Aksi Demo Ibukota Dibayar Rp20-40 Ribu

Sebagian kelompok penyusup pada aksi demo mahasiswa dan pelajar berujung rusuh di depan Gedung DPR/DPD/MPR, Senin (30/9), berhasil diungkap polisi.


Buntut Demo Ricuh, 649 Diamankan, 250 Masuk Rumah Sakit

Buntut Demo Ricuh, 649 Diamankan, 250 Masuk Rumah Sakit

Sebanyak 649 peserta aksi demo pelajar dan mahasiswa di depan Gedung DPR/DPD/MPR, Senin (30/9), diamankan pihak kepolisian.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!