Kriminal
Share this on:

1,9 Juta Aparat Gabungan Kawal 17 April

  • 1,9 Juta Aparat Gabungan Kawal 17 April
  • 1,9 Juta Aparat Gabungan Kawal 17 April

JAKARTA - Sebanyak 1,9 juta aparat gabungan disiapkan untuk mengamankan hari pencoblosan 17 April esok. Jika dirinci secara nasional, pengerahan personel yang dilibatkan adalah 271.880 anggota Polri akan dibantu 68.854 personel TNI dan 1,6 juta petugas linmas.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut, para personel ini nantinya akan disebar ketiap-tiap TPS seluruh Indonesia. Sementara terkait pengamanan TPS yang terbagi menjadi tiga kategori, pihaknya telah buat pola pengamanan sesuai kategorinya.

"Untuk TPS Kurang rawan (aman) polanya 246, yakni dua polisi mengamankan 4 TPS, dibantu enam petugas Linmas. Untuk kagetori rawan polanya 428, yakni 4 polisi mengamankan dua TPS, dibantu 8 anggota linmas, kemudian sangat rawan polanya 628," bebernya.

Dedi menegaskan, Polri sudah memetakan terkait daerah sangat rawan pada Pemilu 2019 ini. Antara lain, secara Provinsi itu terdapat di Maluku, Maluku utara, Papua Barat, Papua, NTT, Sulteng, Aceh, sejumlah wilayah Jawa, termasuk DIY dan Jakarta Raya.

"Semua data lengkapnya ada, dan kita sudah antisipasi juga secara maksimal dengan menyiapkan pasukan penebalan dari anggota Brimob yang di bagi menjadi tujuh zona. Jadi, apabila terjadi konflik sosial atau situasi yang kontijensi pasukan ini sudah sangat siap sekali," paparnya.

"InsyaAllah, Polri bersama TNI siap amankan Pemilu 2019. Dan kami himbau ke masyarakat jangan takut datang ke TPS. Jangan golput, silakan gunakan hak pilih anda sesuai pilihan hati," terangnya.

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mengklaim, jika situasi keamanan di seluruh wilayah Indonesia menjelang hari pencoblosan. Meski demikian, Tito mengakui, ada beberapa dinamika terjadi seperti di Jateng, Jogja, dan operasi terorisme di Sumut dan Jabar.

Tiot juga membantah adanya mobilitas mobilitas masyarkat yang berlebihan ke luar negeri. Dan sampai saat ini datanya normal antara masuk dan keluar. "Bahkan, dari datanya banyak yang masuk, mulai dari tanggal 11 April hingga 17 April 2019 nanti, dan juga ditandai dengan harga tiket ke luar negeri relatif sama. Tentu ini menunjukan, bahwa situasi relatif aman," ungkap Tito saat konferensi press di kantor Menkopulhukam, Senin (15/4).

Lebih jauh, ia menyampaikan, Polri bersama TNI juga akan memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat pada hari H pencobloson, termasuk dengan perhitungan suaranya. "Intinya, Polri bersama TNI siap bersinergi mengamankan Pemilu 2019," ucapnya.

Tito menambahkan, pihaknya juga melihat dan mewaspadai daerah yang dianggap ada kerawanan kumpulan-kumpulan massa yang bisa memberikan tekanan psikologi atau intimidasi, seperti warga minoritas atau tempat yang mungkin mudah terprovokasi di daerah padat penduduk.

"Ini juga kita waspadai dengan menambah kekuatan. Disamping itu, kita melakukan penebalan patroli gabungan, serta pos gabungan TNI-Polri di daerah-daerah yang kita anggap rawan tertekan secara psikologis. Tapi penambahan kekuatan terbatas situasional, karena jika berlebihan khawatir menimbulkan kesan yang kurang bagus juga," tandasnya. (mhf/fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya

Balita Diculik lalu Diajak Mengemis
Balita Diculik lalu Diajak Mengemis

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pemerintah Kawal Proses Hukum Kasus Pemerkosaan TKI

Pemerintah Kawal Proses Hukum Kasus Pemerkosaan TKI

Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses hukum atas kasus pemerkosaan terhadap WNI di Malaysia.


TGPF Kasus Novel Tak Ada Manfaatnya

TGPF Kasus Novel Tak Ada Manfaatnya

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dinilai tak ada manfaatnya.


Hasil Investigasi TGPF, Bentuk Tim Baru

Hasil Investigasi TGPF, Bentuk Tim Baru

Hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dibeberkan ke publik.


Tawarkan Gaji Besar, 7 Pelaku Human Trafficking Ditangkap

Tawarkan Gaji Besar, 7 Pelaku Human Trafficking Ditangkap

Tujuh pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human trafficking ditangkap aparat Bareskrim Polri.


Diumumkan Hari Ini, Temuan TGPF Hanya Dijadikan Rekomendasi Polri

Diumumkan Hari Ini, Temuan TGPF Hanya Dijadikan Rekomendasi Polri

Hasil temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan akan diumumkan hari ini, Rabu (17/7).


Menanti Hasil Kerja TGPF Kasus Novel

Menanti Hasil Kerja TGPF Kasus Novel

Mabes Polri segera menyampaikan hasil investigasi dari Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.


Diduga Terima Rp45 juta dan SGD11 ribu, Gubernur Kepri Tersangka

Diduga Terima Rp45 juta dan SGD11 ribu, Gubernur Kepri Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus dugaan suap, Kamis (11/7) kemarin.


Buronan Kejagung Dibekuk saat Bersembunyi di Apotek

Buronan Kejagung Dibekuk saat Bersembunyi di Apotek

Nanang Fauzi, buronan kasus penipuan bilyet giro senilai Rp400 juta ditangkap tim intelijen gabungan dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Bar


Mantan Kapolres Tegal Diperiksa TGPF terkait Kasus Novel

Mantan Kapolres Tegal Diperiksa TGPF terkait Kasus Novel

Teka-teki jenderal bintang tiga polisi yang diperiksa Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan akhirnya terungkap.


TGPF Kasus Novel Baswedan Beberkan Temuannya Pekan Depan

TGPF Kasus Novel Baswedan Beberkan Temuannya Pekan Depan

Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Nur Kholis menyatakan segera menyampaikan hasil kerja timnya ke publik.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!