Kriminal
Share this on:

380 Peserta Demo DPR Jadi Tersangka, 179 Ditahan

  • 380 Peserta Demo DPR Jadi Tersangka, 179 Ditahan
  • 380 Peserta Demo DPR Jadi Tersangka, 179 Ditahan

JAKARTA - Total sebanyak 1.489 orang, yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan warga sipil diamankan karena diduga sebagai perusuh dalam aksi demo di depan Gedung DPR/DPD/MPR. Mereka diamankan dalam aksi demo selama kurun waktu 24 dan 30 September 2019. 380 orang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menyebut dari total 1.489 orang yang diamankan sebagain besar telah dipulangkan. Sementara sebagain lagi terpaksa ditahan karena terbukti melakukan tindakan melawan hukum.

"Dari total orang yang diamankan ini, ada sebanyak 380 orang setelah hasil pemeriksaan dinilai memenuhi unsur untuk ditetapkan sebagai tersangka, karena terlibat tindakan-tindakan melawan hukum, dengan aksi anarkis dan lainnya," kata Asep di Mabes Polri, Kamis (3/10) kemarin.

Penetapan tersangka kepada 380 orang itu, lanjut Asep, berdasarkan hasil pemeriksaan dan sesuai alat bukti. Mereka telah melakukan tindakan melawan hukum berupa pelemparan batu dan benda lain ke petugas, mengambil video amatir guna tujuan mendeskritkan polisi lalu disebar di media sosial.

"Selain itu, ada yang ditersangkakan karena membawa bom molotov dan merusak Pospol, serta tindakan lainnya juga," ujar Asep.

Meskipun berstatus sebagai tersangka, ada beberapa dari mereka yang tidak ditahan alias dipulangkan atau diversi. Mereka umumnya mahasiswa dan pelajar. Sedangkan, beberapa lainnya ditahan karena masyarakat sipil biasa atau orang dewasa.

"Jadi, untuk total yang telah diamankan dan kemudian dipulangkan atau diversi, sebanyak 1.310 orang. Ini termasuk yang berstatus tersangka dari pelajar dan mahasiswa. Sementara tersangka yang ditahan 179 orang. Rinciannya, 2 mahasiswa, 2 pelajar dan preman 175 orang. Ini data terakhir," terangnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono memastikan, mahasiswa dan pelajar yang diamankan jajarannya akibat terlibat aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Gedung DPR, pada Senin (30/9) lalu telah dipulangkan bersama orangtuanya.

"Jadi, untuk orang-orang yang dipulangkan ini khusus mahasiswa dan pelajar saja. Mereka semua sudah diambil oleh orangtuanya, setelah sebelumnya didata dan berikan pembinaan," kata Argo saat dikonfirmasi wartawan.

Adapun dari total yang diamankan itu juga, diakui Argo, ada juga yang hingga kini masih diproses. Sebab mereka bukan mahasiswa ataupun pelajar, tapi warga biasa atau orang dewasa. Saat ini orang-orwng tersebut masih dalam proses pemeriksaan mendalam.

"Ya mereka ini diduga terlibat beberapa kasus pengerusakan fasilitas umum dan pospol, melawan petugas, merusak tameng, dan merusak mobil petugas disitu," tutup Argo. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

KPK Beber Dua Kasus Korupsi yang Jadi Perhatian Jokowi

KPK Beber Dua Kasus Korupsi yang Jadi Perhatian Jokowi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak bisa menerka kasus korupsi yang pernah dilaporkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke lembaga antirasuah.


Markus Nari Pikir-pikir Ajukan Banding

Markus Nari Pikir-pikir Ajukan Banding

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis mantan anggota Komisi II DPR Markus Nari enam tahun penjara.


Mantan Kadis ESDM Kepri Tersangka Dugaan Korupsi

Mantan Kadis ESDM Kepri Tersangka Dugaan Korupsi

Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau sejak Juli lalu, tengah membidik adanya dugaan korupsi pemberian izin usaha pertambangan.


Ini Empat Jendral Polisi yang Pantas Jadi Kabareskrim

Ini Empat Jendral Polisi yang Pantas Jadi Kabareskrim

Indonesia Police Watch (IPW) menyebut ada empat nama jenderal bintang dua (inspektur jenderal atau irjen) yang sangat berpotensi mengisi jabatan Kabareskrim.


Dituntut Tujuh Tahun, Bowo Sidik Terancam Dicabut Hak Politiknya

Dituntut Tujuh Tahun, Bowo Sidik Terancam Dicabut Hak Politiknya

Mantan anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan.


Penanganan Korupsi Obat AIDS di Kemenkes Lamban

Penanganan Korupsi Obat AIDS di Kemenkes Lamban

Kejaksaan Agung hingga kini belum menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan obat, vaksin dan perbekalan kesehatan tahun anggaran 2016.


Revisi KUHP Akan Disosialisasikan sebelum Dipalu

Revisi KUHP Akan Disosialisasikan sebelum Dipalu

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan segera mensosialisasikan Rancangan KUHP dan Rancangan Undang-Undang tentang Pemasyarakatan yang sempat ditolak masyarakat.


Jadi Kapolri Tidak Gampang

Jadi Kapolri Tidak Gampang

Jumat (1/11) kemarin, Presiden Joko Widodo melantik Idham Azis sebagai orang nomor satu di institusi Polri.


Tersangka Korupsi Proyek Jalan Bengkalis Ditahan KPK

Tersangka Korupsi Proyek Jalan Bengkalis Ditahan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias Aan.


Hari Ini Idham Azis Dilantik sebagai Kapolri

Hari Ini Idham Azis Dilantik sebagai Kapolri

Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (31/10) kemarin, menyetujui Kabareskrim Polri tersebut menjadi orang nomor satu di korps Bhayangkara.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!