Kriminal
Share this on:

442 Perusuh Diciduk, Empat Pos Polisi Dirusak

  • 442 Perusuh Diciduk, Empat Pos Polisi Dirusak
  • 442 Perusuh Diciduk, Empat Pos Polisi Dirusak

JAKARTA - Polisi kembali menangkap 185 orang terkait kericuhan dalam aksi 22 Mei di Kantor Bawaslu pada Selasa (21/5) hingga Rabu (22/5) lalu. Ditangkap dari berbagai lokasi di Jakarta, sebagian besar ditangkap dari luar Jakarta seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sumatera.

Hasil dari penyelidikan polisi, mereka mengaku mendapatkan bayaran untuk berunjuk rasa dan memicu kericuhan. Jumlah yang diterima bervariasi dari Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per orang. Dari penangkapan ini, total pendemo bayaran yang ditangkap mencapai 442 orang.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, polisi juga mengamankan sejumlah amplop berisi uang dari penangkapan itu. Total jumlah yang mereka sita Rp20 juta dibagi Rp15 juta dalam bentuk pecahan Rp50 ribu dan Rp5 juta dalam bentuk pecahan Rp100 ribu.

"Itu belum termasuk amplop yang dibagi-bagikan ke para pendemo saat rusuh kemarin," paparnya dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (24/5) kemarin.

Hengki juga membantah adanya rekayasa polisi dalam menggerakan massa pendemo dalam kerusuhan kemarin. Amplop yang berisi uang yang berhasil mereka sita didapatkan dari tangan para pendemo. "Jadi bukan rekayasa polisi, ini fakta hukum yang kami peroleh," jelas perwira berpangkat melati tiga tersebut.

Dijelaskanya, polisi juga menyita senjata tajam, bom molotov dan anak panah. Penangkapan dilakukan di sejumlah lokasi kerusuhan. Antara lain, di depan Bawaslu, sekitar Bawaslu, Patung Kuda, Sarinah, Menteng, Gambir, sekitar Slipi, dan Petamburan.

"Bervariasi, tempat kejadian perkara, di depan Bawaslu, sekitar Bawaslu, Patung Kuda, Sarinah, Menteng, Gambir, sekitar Slipi, dan Petamburan," jelasnya.

Sementara itu, Polisi masih mendata sejumlah pos polisi yang dirusak oleh perusuh saat demo kemarin. Hasilnya, ada empat titik yang dirusak massa. Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, Kompol M Nasir menyebut, ada empat titik pos polisi yang dirusak tersebut berada di tempat yang berbeda.

Pertama, pos polisi yang terdapat di Slipi Jaya. Kemudian, di Traffic Light (TL) Sarinah, tepatnya di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, di Jalan Cut Meutia, serta di dekat Tugu Tani. "Pos polisi yang dirusak massa yang dilaporkan ada empat titik," paparnya.

Hingga kini polisi masih memerlukan sejumlah koordinasi dengan berbagai pihak dalam proses perbaikan atau renovasi pos polisi yang rusak. "Kita belum tahu kapan masih menunggu koordinasi, apakah dari Polda atau Pemda (DKI), nanti kita sampaikan," ujar dia.

Sebelumnya, sekelompok massa menggelar demo di depan kantor Bawaslu. Demo itu dilakukan karena mereka menolak hasil Pemilu 2019 yang dianggap curang. Aksi yang berlangsung pada Selasa (21/5) dan Rabu (22/5) itu pun berujung ricuh. (fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dua Kapal Penyelundup BBM Diciduk

Dua Kapal Penyelundup BBM Diciduk

Kapal MT yang diduga melakukan transfer BBM ilegal di Perairan Muara Baru, Jakarta Utara ditangkap, Kamis (18/7).


Pengacara Tomy Winata yang Pukul Hakim Dipenjara

Pengacara Tomy Winata yang Pukul Hakim Dipenjara

Desrizal, salah seorang pengacara Tomy Winata, ditetapkan polisi sebagai tersangka Kasus pemukulan Hakim PN Jakarta Pusat.


Pimpinan KPK Harus Ada Polisi dan Jaksanya

Pimpinan KPK Harus Ada Polisi dan Jaksanya

Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK periode 2019-2023 diingatkan agar memilih pimpinan KPK yang memenuhi unsur penyidikan dan penuntutan.


KPK Tahan Dua Anggota DPRD Jambi

KPK Tahan Dua Anggota DPRD Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan empat tersangka kasus dugaan suap ketok palu RAPBD Provinsi Jambi 2018, Kamis (18/7).


Polisi Endus Keberadaan Pelaku Penembakan saat Rusuh

Polisi Endus Keberadaan Pelaku Penembakan saat Rusuh

Polri mengklaim telah mengantongi indentitas pelaku penembakan yang menyebabkan beberapa anggota masyarakat tewas saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.


Polisi Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Habil Marati

Polisi Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Habil Marati

Polri tengah mempertimbangkan penangguhan penahanan Habil Marati, tersangka kasus makar yang dituding berperan sebagai penyandang dana.


Selundupkan Gula Ilegal, Empat WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Selundupkan Gula Ilegal, Empat WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Empat warga negara Indonesia (WNI) ditangkap Kepolisian Maritim Malaysia di Tawau (Negeri Sabah), Malaysia, Kamis (11/7) lalu.


Mantan Kapolres Tegal Diperiksa TGPF terkait Kasus Novel

Mantan Kapolres Tegal Diperiksa TGPF terkait Kasus Novel

Teka-teki jenderal bintang tiga polisi yang diperiksa Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan akhirnya terungkap.


Jaksa Terbaik Malah Dibui Empat Tahun

Jaksa Terbaik Malah Dibui Empat Tahun

Majelis hakim Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 4 tahun penjara kepada mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Chuck Suryosempeno, Rabu (10/7


Indonesia Surga Para Bandar Narkoba

Indonesia Surga Para Bandar Narkoba

Peredaran narkoba di Indonesia tak pernah habis, walau polisi berulang kali mengungkapnya.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!