Kriminal
Share this on:

75 Pelaku Kerusuhan Mei Segera Disidang

  • 75 Pelaku Kerusuhan Mei Segera Disidang
  • 75 Pelaku Kerusuhan Mei Segera Disidang

**JAKARTA ** - Sebanyak 75 tersangka pelaku kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 segera disidang. Polisi telah menyelesaikan berkas para pelaku dan telah dinyatakan lengkap alias P21.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan jajaran pihaknya telah menyelesaikan penyidikan tahap satu terhadap 75 tersangka kericuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta. Para tersangka merupakan pelaku kerusuhan yang terjadi di Slipi, Petamburan dan Kemanggisan, Jakarta Barat.

"Kamis berkas 75 tersangka telah rampung dan dinyatakan P21 oleh Kejaksaan dalam proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP)," kata Edy, Kamis (18/7) kemarin.

Polres Metro Jakarta Barat langsung melimpahkan 75 tersangka kericuhan beserta barang bukti yang telah disita petugas ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. "Artinya tugas Kepolisian dalam menangani tahap satu proses penyidikan para pelaku kerusuhan ini sudah selesai. Selanjutnya pelaku dan barang bukti beralih tanggung jawab yang sebelumnya dari penyidik Polri beralih ke pihak JPU," terangnya.

Untuk diketahui pada Kamis (23/5) Polres Metro Jakarta Barat menangkap 183 pelaku kericuhan dan penyerangan di Asrama Polri Petamburan, saat aksi demo 22 Mei lalu. Para pelaku yang ditangkap terdiri atas beberapa anggota kelompok yang berasal dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera, dan kelompok lainnya yang terkonsentrasi di Jakarta.

"Kami sudah melakukan penangkapan sebanyak 183 orang. Sekarang sedang intensif kami adakan pemeriksaan dan penyidikan," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi.

Hingga saat ini, barang bukti instrumental delik yang ditemukan dan disita pihaknya berupa busur, golok, ketapel, petasan, bambu runcing, batu dan bom molotov di sejumlah gang di kawasan Petamburan. Barang bukti itu digunakan untuk menyerang Asrama Polri Petamburan dan melakukan upaya penyerangan terhadap aparat kepolisian.

Hengki juga mengatakan pihaknya menemukan barang bukti yang termasuk korporat delik hasil kejahatan berupa ratusan amplop bertuliskan nama berisi uang tunai serta sejumlah uang tunai Rp20 juta. Hengky menganggap para pelaku ricuh sejak awal berniat untuk melawan aparat.

Hal itu berdasarkan temuan alat bukti lainnya berupa pasta gigi untuk menghindari efek terpapar gas air mata. "Kami sebut ini bukan pelaku demo. Ini untuk menciptakan kerusuhan," ujarnya. (gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Polri Pastikan Tindak Tegas Pelaku Rasisme

Polri Pastikan Tindak Tegas Pelaku Rasisme

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri menindak tegas para pelaku rasisme, terutama yang terjadi di Malang dan Surabaya.


258 Napi Lapas Sorong Kabur

258 Napi Lapas Sorong Kabur

Kerusuhan di wilayah Papua Barat, juga terjadi di Lapas Sorong, Senin (19/8). Ratusan napi di Lapas tersebut ikut membuat kerusuhan dengan membakar sejumlah fas


Satgas Diinstruksikan Tembak di Tempat Pelaku Pembakaran Hutan

Satgas Diinstruksikan Tembak di Tempat Pelaku Pembakaran Hutan

Polri diminta untuk lebiih tegas dan berani dalam menindak para pelaku pembakar hutan, baik itu perorangan maupun korporasi.


TNI Terpapar Radikalime Harus Segera Diverifikasi

TNI Terpapar Radikalime Harus Segera Diverifikasi

Salah satu cara agar kembali ke ideologi Pancasila dan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah dengan melakukan sterilisasi.


Belajar Kasus Baiq Nuril, UU ITE Segera Direvisi

Belajar Kasus Baiq Nuril, UU ITE Segera Direvisi

Presiden Joko Widodo menerima Baiq Nuril di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (2/8) kemarin.


Cina Didesak Segera Pulangkan 18 WNI Korban Pengantin Pesanan

Cina Didesak Segera Pulangkan 18 WNI Korban Pengantin Pesanan

Pemerintah Indonesia mendesak Cina segera memfasilitasi pemulangan 18 perempuan Indonesia korban pengantin pesanan.


Lagi, WNI Terlibat Peredaran Narkoba di Malaysia

Lagi, WNI Terlibat Peredaran Narkoba di Malaysia

Kepolisian Malaysia berhasil membongkar kasus peredaran narkoba senilai total 1,75 juta Ringgit atau setara Rp5,9 miliar, dari tangan sembilan pelaku.


Kasus Kudatuli Diungkap Kembali

Kasus Kudatuli Diungkap Kembali

Peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 atau yang lebih dikenal Kudatuli masih menyisakan luka mendalam.


Cek DNA Bomber Gereja, Polri Koordinasi Polisi Filipina

Cek DNA Bomber Gereja, Polri Koordinasi Polisi Filipina

Identitas pasangan suami-istri (pasutri) pelaku bom bunuh diri di gereja Kathedral di Pulau Jolo, Filipina berhasil diungkap Polri.


 Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Filipina, ternyata Pasutri WNI

Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Filipina, ternyata Pasutri WNI

Polri menyatakan dua pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina, 27 Januari lalu, adalah warga negara Indonesia (WNI).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!