Kriminal
Share this on:

ABG Dibawa Kabur lalu Digauli

  • ABG Dibawa Kabur lalu Digauli
  • ABG Dibawa Kabur lalu Digauli

CABUL: Kapolres Tapin AKBP Bagus Sesono beserta anggota memperlihatkan barang bukti hasil dari kasus pencabulan. (RASIDI FADLI/RADAR BANJARMASIN)

RANTAU - Mengawali tahun 2019, kasus kekerasan seksual kembali terjadi di Kabupaten Tapin. Kali ini dilakukan oleh pria berusia 51 tahun berinisial M kepada Bunga (nama samaran) berumur 14 tahun, yang merupakan keluarganya sendiri.

Pencabulan ini berawal ketika warga jalan Desa Mangkupum Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong sering datang ke rumah korban di Desa Purut Kecamatan Bungur. Ia meminta nomor handphone korban.

Dari situlah mereka saling berkomunikasi, lalu pelaku sering menawari korban untuk bekerja sebagai penjaga warung di Tanjung.

Pada Sabtu (19/1) sekitaran pukul 19.00 korban akhirnya mau dan menemui pelaku di Jalan Bypass Desa Banua Padang Kecamatan Bungur, dengan naik taksi, sesampainya di Tanjung korban tidur di sebuah penginapan.

Lalu Minggu (20/1) korban diajak pelaku menuju Desa Sungai Trik Kecamatan Batu Kajang Kabupaten Grogot untuk menemaninya bekerja mengangkut batu bara.

Di sinilah aksi pencabulan terjadi, Selasa (22/1) sekitar pukul 22.00 Wita pelaku bermula saat itu korban dipaksa pelaku melepas baju dan celana dan langsung disetubuhi di dalam mobil truk tersebut.

Lalu, Rabu (23/1) pagi korban disewakan rumah oleh pelaku di sana, kemudian aksi pencabulan kembali terjadi, namun korban disuruh minum minuman keras, hingga ia mabuk dan langsung diperkosa pelaku, setelah itu pelaku memberi uang 500 ribu kepadanya.

Kemudian dua hari kemudian tepatnya, Jumat (2/1) pelaku kembali menyetubuhi korban dengan cara dipaksa. Kemudian keesokan harinya, Sabtu (27/1) pelaku kembali, akan tetapi korban tidak mau. Pelaku hanya mencium-cium korban.

Kapolres Tapin, AKBP Bagus Suseno melalui Kasat Reskrim Polres Tapin AKP Andy Setiawan didampingi Kapolsek Bungur Iptu Agung Wibawa, Jumat (1/2) mengungkapkan, setelah menerima laporan, kami langsung menangkap pelaku di kontrakannya di Tanjung.

"Kasus ini terungkap berkat laporan orang tuanya, bahwa korban dibawa pelaku ke Tanjung," jelasnya.

Setelah Kapolsek Bungur bersama anggota ke sana, ternyata korban disetubuhi oleh pelaku. "Atas itulah pelaku langsung kami bawa ingin proses hukum yang berlaku," jelasnya.

Barang bukti yang diamankan satu buah handphone, satu lembar celana dalam, satu lembar BH, satu lembar kaos lengan pendek, tiga lembar baju daster dan satu handphone K-Touch.

"Modus pelaku melakukan pencabulan dengan iming-iming menawarkan pekerjaan kepadanya," ucapnya.

Adapun pria tua ini saat diwawancarai di Mapolres Tapin mengaku selama 10 hari membawa kabur korban, sudah lima kali menyetubuhinya. (dly/jpg)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

Polisi menangkap seseorang yang diduga sebagai pria bersorban hijau yang mengancam akan membunuh Presiden Jokowi dan Wiranto, Jumat (24/5) lalu.


KPK Klarifikasi Izin Sidak Rutan

KPK Klarifikasi Izin Sidak Rutan

KPK menanggapi soal penolakan pemberian izin bagi Ombudsman yang akan melakukan sidak ke Rutan KPK beberapa waktu lalu.


Mudik 2019 Tekan 51 Persen Kecelakaan Lalu Lintas

Mudik 2019 Tekan 51 Persen Kecelakaan Lalu Lintas

Musim mudik Lebaran tahun ini berjalan lancar dan juga jumlah angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan 51 persen.


442 Perusuh Diciduk, Empat Pos Polisi Dirusak

442 Perusuh Diciduk, Empat Pos Polisi Dirusak

Polisi kembali menangkap 185 orang terkait kericuhan dalam aksi 22 Mei di Kantor Bawaslu pada Selasa (21/5) hingga Rabu (22/5) lalu.


Indonesia Vonis Warga Prancis Hukuman Mati

Indonesia Vonis Warga Prancis Hukuman Mati

Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan vonis hukuman mati seorang warga negara Prancis bernama Felix Dorfin, Senin (20/5) lalu.


Tersangka Korupsi Alsintan Masih Gelap

Tersangka Korupsi Alsintan Masih Gelap

Penetapan tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) 2015 lalu belum jelas.


Sembilan Pelaku Serangan Bom Gereja di Sri Lanka

Sembilan Pelaku Serangan Bom Gereja di Sri Lanka

Kepolisian Sri Lanka merilis nama sembilan pelaku serangan bom bunuh diri beruntun, yang menewaskan 253 orang pada Hari Paskah lalu.


April Lalu, Ditemukan 486 Konten Berita Hoax

April Lalu, Ditemukan 486 Konten Berita Hoax

Kominfo mengidentifikas 486 berita bohong pada April lalu, dan hampir separuh di antaranya adalah hoaks politik.


MA Kuatkan Putusan Bebas Dahlan Iskan

MA Kuatkan Putusan Bebas Dahlan Iskan

Pekan lalu (22/4), Mohamad Askin, Leopold Luhut Hutagalung, dan Surya Jaya sebagai hakim agung memutus perkara kasasi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum Kej


Polisi Tak Akan Toleransi Konten Provokasi di Medsos

Polisi Tak Akan Toleransi Konten Provokasi di Medsos

Pasca pemungutan suara pada 17 April 2019 lalu, bermunculan akun-akun media sosial (medsos) berisi konten provokasi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!