Kriminal
Share this on:

Abu Rara dan Istri Sudah Siapkan Anak Jadi Eksekutor

  • Abu Rara dan Istri Sudah Siapkan Anak Jadi Eksekutor
  • Abu Rara dan Istri Sudah Siapkan Anak Jadi Eksekutor

JAKARTA - Fakta baru ditemukan dalam kasus penikaman Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. Rupanya, Abu Rara dan Fitriana Diana meminta sang anak untuk melakukan amaliyah atau menikam pejabat.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, Abu Rara dan istri ternyata sempat mengikutsertakan anaknya yang masih di bawah umur melakukan amaliyah bersama mereka. Bahkan, sang anak sudah dibekali juga dengan pisau.

"Informasi ini kita dapatkan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Abu Rara dan istrinya FA. Dan memang Ada tiga (pisau) buat menyerang. Satu dipakai Abu Rara, lalu istrinya, dan satu untuk sang anak. Ini masih di dalami," kata Dedi di Mabes Polri, Kamis (17/10).

Menurut Dedi, pisau yang diberikan kepada sang anak ini dimaksud untuk digunakan dalam misi kedua orangtuanya melakukan amaliyah. Sang anak pun disuruh melakukan teror juga kepada aparat. "Kita tidak dapat sampaikan secara identitasnya masih di bawah umur," ucap Dedi.

Dedi mengungkapkan, anak dari Abu Rara yang saat itu telah diberikan pisau dan diperintah untuk melakukan aksi penyerangan, sang anak tak melakukan aksinya karena alasan tak berani. "Anaknya mengurungkan niatnya karena tak berani. Yang berani Abu Rara dan istri," ungkapnya.

Saat ini, tim Labfor masih melakukan pemeriksaan terhadap pisau tersebut untuk memastikan sampe DNA. Sedangkan, atas perbuatannya Abu Rara akan dikenakan sanksi pidana lebih berat lantaran memerintahkan anak di bawah umur melakukan serangan teror.

"Abu Rara akan dikenakan sanksi pidana jauh lebih berat sepertiga hukuman karena dia memerintahkan anak di bawah umur melakukan serangan," ujarnya.

Dedi menambahkan, dari informasi yang diterima pihaknya sampai saat ini sang anak berinisial RA belum bisa menjelaskan terkait status dan keberadaannya.

Pengamat terorisme Zaki Mubarak mengungkapkan pengikutsertaan anak oleh kedua orangtuanya dalam melakukan amaliyah adalah hal yang biasa. "Banyak kasus yang melibatkan anak-anak, seperti di Surabaya dimana orangtua mengajak anak-anak mereka melakukan aksi bom bunuh diri," kata Zaki.

"Dan ada teroris seperti Brekele juga mendorong anaknya yang baru 11 tahun untuk jihad ke Suriah dan akhirnya tewas di sana. Jadi, ada kemungkinan anak-anak mulai dilibatkan dalam aksi teror," sambung pengamat teroris asal UIN Syarief Hidayatullah tersebut.

Kalau pun bicara soal pisau yang sebelumnya disebutkan berjumlah dua, dan kini bertambah jadi tiga. Zaki mengakui, hal itu biasa dalam proses penyelidikan dan pengembangan polisi terkait cari barang bukti. Namun, yang perlu diselidiki mengapa Abu Rara melakukan aksinya dengan pisau.

"Kalau soal pisau, saya kira biasa bahwa dalam pengembangan barang-barang bukti ditemukan hal-hal baru. Tapi dalam kasus Abu Rara itu yang perlu diselidiki, mengapa penyerangan dengan pisau bukan dengan alat-alat yang lain, misalnya serangan lewat bom panci yang biasa dilakukan teroris, atau menggunakan senjata pistol seperti serangan pada polisi di sejumlah tempat," imbuhnya. (mhf/zul/gw/fin)


Berita Sejenis

Belum Terima Undangan, Anak Menkumham Tak Penuhi Panggilan KPK

Belum Terima Undangan, Anak Menkumham Tak Penuhi Panggilan KPK

Anak Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly, Yamitema Tirtajaya Laoly, tak menghadiri undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Banyak Pasal Bias, KPK Tak Usah Kerja

Banyak Pasal Bias, KPK Tak Usah Kerja

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyarankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diam dan tak usah bekerja.


Tentara Terluka, Warga Sipil Tewas

Tentara Terluka, Warga Sipil Tewas

Satu prajurit TNI terluka dan satu warga tewas dalam insiden di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Sabtu (9/11) lalu.


Waspadai Buku KIR Palsu

Waspadai Buku KIR Palsu

Dua pelaku pemalsuan buku Kir kendaraan ditangkap polisi. Keduanya merupakan bapak dan anak yang telah beraksi selama 12 tahun.


Wacana Jaksa Agung Bubarkan TP4 Sangat Tepat

Wacana Jaksa Agung Bubarkan TP4 Sangat Tepat

Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) yang dahulu dibanggakan Kejaksaan RI terancam dibubarkan.


Istri Pertama Abu Bakr al-Baghdadi Ditangkap di Mesir

Istri Pertama Abu Bakr al-Baghdadi Ditangkap di Mesir

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan berhasil menangkap Asma Fauzi Muhammad al-Qubaysim.


KPK Mulai Garap wakil Bupati Lampung Utara

KPK Mulai Garap wakil Bupati Lampung Utara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar penyidikan kasus dugaan suap proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara.


Kejagung Soroti Human Trafficking

Kejagung Soroti Human Trafficking

Tindak pidana perdagangan orang tergolong kejahatan serius. Selalu ada modus operandi baru yang rumit, pelik, dan kompleks.


Penculik Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp83 Miliar

Penculik Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp83 Miliar

Tiga nelayan asal Indonesia yang diculik dan disandera, saat ini lalu, saat ini berada dalam cengkeraman kelompok lain.


Ini Empat Jendral Polisi yang Pantas Jadi Kabareskrim

Ini Empat Jendral Polisi yang Pantas Jadi Kabareskrim

Indonesia Police Watch (IPW) menyebut ada empat nama jenderal bintang dua (inspektur jenderal atau irjen) yang sangat berpotensi mengisi jabatan Kabareskrim.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!