Kriminal
Share this on:

Ada-ada Saja, Pengedar Sembunyikan SS dalam Bungkus Nasi

  • Ada-ada Saja, Pengedar Sembunyikan SS dalam Bungkus Nasi
  • Ada-ada Saja, Pengedar Sembunyikan SS dalam Bungkus Nasi

SURABAYA - Menjadi pengedar sabu-sabu (SS), Gok No (42), memiliki cara unik saat mengedarkan barangnya. Pria yang tinggal di Jalan Tales Gang Langgar ini menggunakan bungkus nasi untuk menyimpan SS-nya. Yang lebih unik lagi, dia juga menggunakan kode berupa jumlah karet gelang untuk setiap SS yang dipesan.

Meski bukan penjual nasi bungkus tulen, namun Gok No selalu menyiapkan bungkus nasi, karet gelang dan juga kresek hitam. Tiga benda tersebut selalu dipersiapkan ketika Gok No hendak melakukan transaksi. Modusnya, dia memasukkan SS ke dalam bungkus nasi tersebut.

Setelah itu, dia menggunakan karet gelang untuk mencegah “nasi bungkus” buatannya tersebut terbuka. Namun tak sembarang karet dia pasang, sebab dia memiliki kode kusus. Kebiasaan Gok No memasang karet gelang sesuai dengan jumlah poket SS yang ada di dalam bungkus nasi.

Misal, untuk satu paket SS, dia akan memberi tanda satu gelang karet. Begitu juga dengan kelipatannya. Setelah semua siap, dia memasukkannya ke dalam kresek warna hitam, dan SS rasa nasi bungkus pun siap diantarkan kepada pembeli.

Modus Gok No ini terungkap setelah polisi dari Polsek Genteng menangkapnya. Bapak dua anak tersebut ditangkap di Jalan Jemur Ngawinan pada Selasa (12/12). Saat itu, ia hendak mengantarkan SS kepada pembeli.

“Tersangka ini memang sudah mencari target operasi kami. Sebab ia sudah beberapa kali mengedarkan SS,” ungkap Kapolsek Genteng Kompol Ari Trestiawan, kemarin.

Ari menjelaskan, meski awalnya dia tak mengetahui modus yang dilakukan oleh Ari, namun saat melakukan penangkapan, pihaknya sudah curiga dengan bungkusan yang ada di kantong kresek milik korban. Pihaknya pun membuka kresek tersebut.

Pada saat polisi akan membuka bungkusan tersebut, Gok No sempat ngotot dan mengatakan yang ada di bungkusan tersebut hanyalah nasi, bukan narkoba seperti yang dituduhkan polisi. Namun polisi tak percaya begitu saja.

“Saat kami buka, kami mendapati barang bukti berupa satu poket SS dengan berat 2,6 gram,” terangnya.

Berdasarkan keterangan tersangka Gok No, rencananya SS tersebut akan diranjau kepada seorang pembeli di kawasan Jemur Ngawinan. Tempat tersebut dipilih karena permintaan pembeli. Sementara mengenai modus mengedarkan SS dengan bungkus nasi dia lakukan karena aman. Sebab beberapa kali, dia selalu lolos dari polisi.

“Karena aman, saya jadikan kebiasaan. Ini sudah yang ketiga kalinya, hanya saja baru tertangkap kali ini,” ungkap Gok No kepada polisi.

Dia juga mengatakan, memperoleh SS tersebut dari seorang pengedar yang lebih besar asal Madura. Mereka biasa bertransaksi di kawasan Suramadu. Setelah itu, dia menjualnya kembali dengan bentuk poket yang lebih kecil. Namun saat itu, ia mendapatkan pemborong, sebab pembeli asal Jemur Ngawinan tersebut memborong SS.

“Pembeli itu mengatakan untuk stok, ternyata sebelum saya antarkan saya sudah ditangkap,” tandasnya.(yua/no/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bentrok dengan Mahasiswa, Satpol PP Patah Kaki

Bentrok dengan Mahasiswa, Satpol PP Patah Kaki

Bentrokan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bekasi dengan petugas Satpol PP Kabupaten Bekasi pecah, Rabu (15/8).


Sadis, Gadis Cantik itu Dibakar saat Masih Bernafas

Sadis, Gadis Cantik itu Dibakar saat Masih Bernafas

Aksi pembunuhan yang dilakukan Kristian Ari Wibowo (31), warga Kunduran, Blora dalam menghabisi nyawa Ferin Diah Anjani (21), tergolong sadis.


Gadis Cantik Disetubuhi lalu Dibunuh, Jazadnya Kemudian Dibakar

Gadis Cantik Disetubuhi lalu Dibunuh, Jazadnya Kemudian Dibakar

Sesosok mayat yang ditemukan dalam kondisi dibakar di tepi Jalan Raya Kunduran-Todanan, Desa Sendangwates, Kunduran, Blora, akhirnya terungkap identitasnya.


Kepergok Hendak Curi Motor, Dua Pemuda Ditangkap

Kepergok Hendak Curi Motor, Dua Pemuda Ditangkap

Niat hati ingin mencuri sebuah sepeda motor dari dalam lingkungan kompleks pondok pesantren, dua orang pemuda justru mengalami nasib apes.


Guru Honorer Tewas di THM

Guru Honorer Tewas di THM

Berada di bawah pengaruh minuman alkohol, membuat siapa saja yang menenggaknya tak mampu mengontrol diri. Selain itu, mudah sekali tersulut emosi.


Dicurigai Hendak Pesta Miras Oplosan, Tiga Pasang Muda Mudi Dibekuk Polisi

Dicurigai Hendak Pesta Miras Oplosan, Tiga Pasang Muda Mudi Dibekuk Polisi

Lantaran meresahkan, tiga pasang muda mudi yang berada di dalam kosan di Kelurahan Bener Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan diamankan.


Dua Pengedar Sabu Dibekuk di Komplek Pemda

Dua Pengedar Sabu Dibekuk di Komplek Pemda

Sebuah rumah di Komplek Pemda II, Jalan Parit H Husin II, Kecamatan Pontianak Tenggara digerebek anggota Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Pontia


Bolongi Dinding, Enam Pengedar Narkoba Nyaris Kabur

Bolongi Dinding, Enam Pengedar Narkoba Nyaris Kabur

Masih ingat dua pengedar narkoba kelas kakap asal Jawa Timur bernama Oni dan Letto?


Ibu Hamil Tertangkap Pesta Narkoba

Ibu Hamil Tertangkap Pesta Narkoba

BNNK Balikpapan yang Rabu (4/7) lalu menangkap desertir polisi karena sabu, Sabtu (7/7) lalu kembali menangkap terduga pengedar narkoba.


Oknum PNS Rutan Mempawah Jambret Polwan

Oknum PNS Rutan Mempawah Jambret Polwan

Siapa saja bisa menjadi korban kejahatan atau pelakunya. Seperti di Kabupaten Mempawah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!