Kriminal
Share this on:

Aksi Nyeleneh Siswa SMP, Gores Tangan supaya Viral

  • Aksi Nyeleneh Siswa SMP, Gores Tangan supaya Viral
  • Aksi Nyeleneh Siswa SMP, Gores Tangan supaya Viral

INGIN VIRAL - Tangan pelajar SMP N1 Sekadau yang terluka akibat digores sendiri beberapa hari terakhir lantaran ingin viral. (abdu syukri/RK)

SEKADAU - Puluhan pelajar SMP Negeri 1 Sekadau Hilir menggores tangan sendiri beberapa hari terakhir membuat heboh masyarakat. Dinas Pendidikan dan Polres Sekadau langsung mendatangi sekolah tersebut, Jumat (19/10) pagi.

“Tadi pagi saya sudah ke sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Sekadau, Losianus, kepada Rakyat Kalbar.

Kedatangan Losianus ke sekolah itu, untuk mengkroscek langsung aksi gores tangan tersebut. Losianus pun meminta data lengkap soal kejadian tersebut. “Sudah kita dapatkan datanya. Saya tadi langsung ketemu dengan kepala SMPN 1 itu,” papar Losianus.

Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi juga langsung bertindak. Anggon memerintahkan Sat Binmas untuk melakukan giat penyuluhan di SMPN 1 Sekadau.

Penyuluhan diikuti seluruh pelahar SMP tersebut. Penyuluhan ini mengambil tema ‘Bijak Menggunakan Media Sosial’. Mengingat motif para siswa melakukan aksi menggores tangan dengan benda tajam hanya karena terobsesi konten di media sosial. Mereka melakukan aksi tersebut di luar jam sekolah dan tanpa adanya unsur paksaan dari manapun. “Kami diperintahkan langsung Pak Kapolres untuk memberikan penyuluhan,” ujar Kasat Binmas Polres Sekadau, Iptu Masdar dijumpai disela kegiatan penyuluhan.

Di hadapan para pelajar, Masdar menyampaikan imbauan agar lebih berhati-hati dan bijak menggunakan teknologi dan bersosial media. Dijelaskannya, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat positif apabila pandai dan bijak dalam penggunaannya. Berbagai pengetahuan bahkan keuntungan finansial bisa didapat dari penggunaan gadget.

Sebaliknya, penggunaan gadget juga membawa dampak negatif, mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku remaja apabila tidak digunakan dengan bijak. Korbannya adalah remaja itu sendiri, karena saat ini masih labil dan mudah percaya dengan konten negatif dan juga hoax.

"Membuat remaja tidak konsen terhadap pelajaran sekolah, dijadikan ajang yang dianggap kesenangan dengan aksi-aksi negatif, contohnya seperti menggores tangan ini, yang sama sekali tidak membawa manfaat," ucap Masdar kepada para siswa.

Untuk itu, Kasat Binmas mengimbau dengan tegas agar para remaja usia sekolah di Kabupaten Sekadau selalu bijak menggunakan sosial media. “Memilah serta memilih konten positif dan ilmu yang bermanfaat melalui kecanggihan teknologi,” pesannya.

Usai penyuluhan bijak bersosial media, Polres Sekadau juga memberikan siraman rohani yang disampaikan Kasubag Humas, AKP Haerul Saleh. Bimbingan rohani bertujuan sebagai pembinaan mental bagi para siswa. Kemudian memberikan sugesti positif dalam pola pikir dan perilaku siswa SMP baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Polres Sekadau rencananya juga akan melaksanakan giat penyuluhan di sekolah-sekolah menengah lainnya di kabupaten tersebut. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif dan mengantisipasi agar aksi negatif tersebut tidak terulang.

“Kita juga akan mengumpulkan para pelajar dan orangtuanya untuk diberikan penyuluhan. Kita harapkan kejadian ini tidak terulang,” pungkas Masdar.

Motif para pelajar yang melakukan aksi gores tangan, akhirnya terungkap. Sejumlah pelajar mengaku melakukan aksi tersebut agar bisa terkenal di Medsos. “Pengen viral aja bang,” ujar salah seorang pelajar yang melakukan aksi gores tangan kepada sejumlah wartawan di sekolahnya, kemarin.

Pelajar lainnya mengatakan, melakukan aksi gores tangan setelah mengikuti rekannya. “Memang sakit sih. Tapi suka-suka saja,” katanya.

Pelajar tersebut mengaku melakukan aksi gores tangan di rumah. “Pakai jarum pentol, silet dan ada juga yang pakai carter dan penggaris,” jelas pelajar tersebut.

Kepala SMP Negeri 1 Sekadau Hilir, Albinus mengatakan, berdasarkan data terakhir, ada 31 orang yang terindikasi melakukan aksi gores tangan tersebut. “Tapi dari jumlah itu, hanya 26 orang saja yang melakukannya. Yang lainnya tidak,” ujarnya.

Albinus mengaku dipanggil pihak Dinas Pendidikan Sekadau untuk membahas hal itu lebih intensif. Langkah antisipasi pun dilakukan agar kejadian itu tidak terulang atau merembes ke pelajar lainnya.

Dia berjanji akan mengambil tindakan tegas jika para pelajar tersebut mengulangi tindakan serupa. “Saya akan panggil BNN untuk cek narkoba. Bila perlu akan kita keluarkan dari sekolah,” tegas Albinus.

Terpisah, dari Kota Pontianak, Psikolog Maria Nofaola angkat bicara terkait aksi gores tangan massal pelajar SMP Negeri 1 Sekadau Hilir. Dijelaskannya, dalam psikologi, remaja itu cepat bertindak tanpa berpikir panjang. "Remaja itu lebih cepat actionnya dari pada memikirkan efek dan akibatnya," ujar Maria kepada Rakyat Kalbar, Jumat (19/10).

Dijelaskannya, hal tersebut karena kondisi otak remaja dalam proses berkembang. Ditambah lagi di Medsos banyak video challenge atau tantangan. "Mereka berpikir menyayat itu tidak membuat mereka meninggal atau vatal, tetapi ya sekedar seru saja, hanya luka dan itu saja bisa sembuh," ungkapnya.

Maria menuturkan, challenge yang berbahaya sampai ke arah yang bunuh diri pun banyak dilakukan para remaja. Kenapa remaja melakukan hal itu? Maria menjelaskan, karena menurut remaja, challenge itu seru dan mengasyikan. "Nah, seru itu lah yang menarik minat remaja, entah challenge itu positif atau negatif, mereka ngak mikirin, yang penting itu seru dan asyik," paparnya.

Prilaku remaja yang menyimpang ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Sekadau. Tetapi terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Mereka melihat Youtube, bentuknya menyayat, sebelumnya juga ada banyak video tantangan jenis lain. "Ini permainan kelas internasional, kita ngak tau tujuannya apa, apa latar belakanganya," ujarnya.

Dikatakan dia, dengan kejadian ini dibutuhkan proteksi khusus. Jika ada video challenge negatif, maka perlu hati-hati agar tidak ditiru. Sebab dengan melukai dirinya sendiri bukan tidak mungkin akan berdampak vatal sampai meregang nyawa.

"Sebaiknya, kita orang dewasa ketika kita tau bahwa ada video yang efeknya ngak baik, sebenarnya kita bisa melaporkan video itu agar kontennya bisa dihapus atau diblokir, sebenarnya ini kepedulian kita bersama," tutup Maria. (abd/amb/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bawa Uang Rp490 Ribu, Tujuh Orang Timses Caleg Ditangkap Polisi

Bawa Uang Rp490 Ribu, Tujuh Orang Timses Caleg Ditangkap Polisi

Beberapa jam sebelum waktu pemungutan suara, Rabu (17/4) kemarin, tujuh orang tertangkap tangan polisi, Rabu (17/4) dini hari.


Kejar Pelaku Teror di Jawa Timur, Polisi Lacak Toko Kimia

Kejar Pelaku Teror di Jawa Timur, Polisi Lacak Toko Kimia

Polisi memburu otak rencana aksi teror di Jawa Timur dan Jawa Barat berinisial A.


Berenang, Siswa Madrasah Meninggal Tenggelam di Sungai

Berenang, Siswa Madrasah Meninggal Tenggelam di Sungai

Berhati-hatilah ketika membiarkan anak di bawah umur berenang di sungai tanpa pengawalan orang dewasa.


Ngaku Polisi, Dua Perampas HP Dimassa

Ngaku Polisi, Dua Perampas HP Dimassa

Aksi tindak kriminalitas yang kian meresahkan masyarakat Kota Santri kembali terjadi.


Viral Polisi Tilang Sopir Truk Cabai, Dirlantas: Cukup, Ini yang Terakhir

Viral Polisi Tilang Sopir Truk Cabai, Dirlantas: Cukup, Ini yang Terakhir

Dua anggota patroli jalan raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim telah dibebastugaskan.


Teror Pembakaran Kendaraan Masih Hantui Semarang

Teror Pembakaran Kendaraan Masih Hantui Semarang

Aksi teror pembakaran kendaraan yang telah menggemparkan Kota Semarang, dua minggu lalu sempat hilang seolah di telan bumi.


Polisi Periksa Lima Terduga Pengeroyokan Siswa SMP

Polisi Periksa Lima Terduga Pengeroyokan Siswa SMP

Polres Pekalongan memanggil lima pelaku dari 7 siswa yang melakukan pengeroyokan di Musala SMP NU Pajomblangan Kecamatan Kedungwuni, kemarin.


Ejek-ejekan di Facebook, Siswa SMP di Pekalongan Dikeroyok

Ejek-ejekan di Facebook, Siswa SMP di Pekalongan Dikeroyok

Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti mengaku kaget dan prihatin atas insiden kasus pengeroyokan atau kekerasan yang terjadi di sebuah SMP swasta.


Suami Tusuk Istrinya sampai Tewas

Suami Tusuk Istrinya sampai Tewas

Nyawa Ida Winarsih harus berakhir di tangan suaminya sendiri. Perempuan 30 tahun asal Desa Getas Anyar, Kecamatan Sidorejo, Magetan, itu meregang nyawa.


Putus Cinta, Remaja di Pekalongan Rekam Aksi Bunuh Dirinya

Putus Cinta, Remaja di Pekalongan Rekam Aksi Bunuh Dirinya

Aksi Wahono (20), benar-benar nekat. Gara-gara putus cinta, pemuda Dukuh Gandu Kidul Desa Tengeng Wetan Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan ini nekat bunuh



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!