Kriminal
Share this on:

Aktor Utama Kerusuhan 21-22 Mei Harus Diungkap

  • Aktor Utama Kerusuhan 21-22 Mei Harus Diungkap
  • Aktor Utama Kerusuhan 21-22 Mei Harus Diungkap

JAKARTA - Kasus dugaan makar berbalut kerusuhan 22 Mei terus bergulir. Namun, hingga kini belum diketahui aktor utama rencana makar tersebut. Pengungkapan aktor utama ini penting untuk agar tidak menimbulkan tanda tanya.

Direktur Eksekutif Partnership for Advancing Democracy and Integrity (PADI) M. Zuhdan menjelaskan, kasus dugaan makar ini tentunya harus dibuka secara utuh. Jangan hanya sepotong-sepotong karena akan menimbulkan banyak kecurigaan. "Maka aktor utamanya harus jelas, siapa," paparnya, kemarin (16/6).

Dengan begitu masyarakat akan bisa bersikap atas kasus tersebut. Jangan sampai ketidakterbukaan justru membuat masyarakat ragu akan kasus tersebut. "Semua sudah mengetahui banyak informasi simpang siur terkait kasus ini," terangnya.

Yang juga penting, kasus tersebut tentunya harus sampai ke pengadilan. Sehingga, semua nada miring terkait kasus ini bisa hilang. Karena dengan pengadilan akan diketahui benarkah dugaan polisi selama ini. "Kuncinya di pengadilan dengan vonisnya," paparnya.

Dalam pengadilan itu juga masyarakat akan mengetahui secara utuh kasus tersebut. Bukan semata satu versi yang selama ini muncul. "Semakin cepat sampai pengadilan akan semakin membuat masyarakat mempercayai fakta hukum kasus makar," jelasnya.

Dia berharap, jangan sampai kasus ini hanya gembar-gembor di awal, namun justru tidak sampai ke meja hijau. Kondisi semacam itu bisa sangat mempengaruhi citra kepolisian. "Harus sampai akhir," terangnya.

Sementara Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Asep Adi Saputra mengatakan, aktor utama sedang didalami dengan memeriksa sejumlah saksi. "Belum selesai semua itu," terangnya di kantor Divhumas Polri.

Saat ini Polri akan memanggil sejumlah pihak untuk mengklarifikasi sejumlah bukti yang didapatkan penyidik. Dengan begitu bila ada indikasi terkait aktor utama, semua akan diketahui. "Pemeriksaan dulu dong," ujarnya.

Polisi akan mengedepankan fakta hukum yang ditemukan. Tentunya semua informasi yang ada akan digali lebih dalam. "Kalau ada informasi dari masyarakat, kami akan terima dan kaji," papar polisi dengan tiga melati di pundak.

Sebelumnya, Polri menangguhkan penahanan terhadap 100 orang tersangka kasus kerusuhan 22 Mei. 100 tersangka itu ditangguhkan dengan berbagai pertimbangan, salah satunya karena kadar keterlibatannya dalam kasus itu tidak besar. (idr/ful)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pimpinan KPK Tidak Harus dari Institusi Tertentu

Pimpinan KPK Tidak Harus dari Institusi Tertentu

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tidak ada ketentuan yang mengatur pimpinan KPK berasal dari unsur perwakilan institusi tertentu.


334 Tersangka Kerusuhan Mei Segera Diadili

334 Tersangka Kerusuhan Mei Segera Diadili

Polri telah menuntaskan berkas perkara ratusan pelaku kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta. Berkasnya sudah dinyatakan lengkap.


Pimpinan KPK Harus Ada Polisi dan Jaksanya

Pimpinan KPK Harus Ada Polisi dan Jaksanya

Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK periode 2019-2023 diingatkan agar memilih pimpinan KPK yang memenuhi unsur penyidikan dan penuntutan.


75 Pelaku Kerusuhan Mei Segera Disidang

75 Pelaku Kerusuhan Mei Segera Disidang

75 tersangka pelaku kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 segera disidang, setelah berkasnya dinyatakan lengkap (P21).


Terlibat OTT ASN Wajib Dipecat

Terlibat OTT ASN Wajib Dipecat

ASN yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kedua OTT itu harus diberhentikan sementara.


KKP Kembali Dibelit Rasuah Kapal

KKP Kembali Dibelit Rasuah Kapal

Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Direktur Utama Jelajah Samudra Internasional Rosita Wulansari, Selasa (16/7).


Terkait Suap Idrus Marham ke Pengawal Tahanan, KPK Harus Evaluasi Diri

Terkait Suap Idrus Marham ke Pengawal Tahanan, KPK Harus Evaluasi Diri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta berbenah. Menjadi lembaga antirasuah bukan berarti tak ada pengawasan dari instansi lain.


Polisi Endus Keberadaan Pelaku Penembakan saat Rusuh

Polisi Endus Keberadaan Pelaku Penembakan saat Rusuh

Polri mengklaim telah mengantongi indentitas pelaku penembakan yang menyebabkan beberapa anggota masyarakat tewas saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.


Insiden 22 Mei, Ombdusman Panggil Polri

Insiden 22 Mei, Ombdusman Panggil Polri

Ombudsman berencana memanggil Polri pekan depan, pemanggilan itu terkait dengan insiden pada 21 dan 22 Mei lalu.


Perkembangan Kasus Pelanggaran HAM Brimob Dipertanyakan

Perkembangan Kasus Pelanggaran HAM Brimob Dipertanyakan

Kelanjutan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan oknum Brimob saat menangani kerusuhan 21-22 Mei dipertanyakan Amnesty Internasional Indonesi



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!