Kriminal
Share this on:

Amankan Trans-Papua, Seorang Anggota TNI Gugur Ditembak KKB

  • Amankan Trans-Papua, Seorang Anggota TNI Gugur Ditembak KKB
  • Amankan Trans-Papua, Seorang Anggota TNI Gugur Ditembak KKB

**JAKARTA ** - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua pimpinan Egianus Kogoya kembali beraksi, Sabtu (20/7) lalu. Seorang prajurit TNI gugur dalam serangan kelompok sparatis tersebut.

Adalah Prada Usamah Hambela, anggota TNI yang gugur usai diserang KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya. Usamah gugur saat menjalankan tugas mengamankan pembangunan jalan Trans-Papua, Nduga, Papua, Sabtu (20/7) sekitar pukul 14.10 WIT.

Usamah tertembak dalam aksi serangan tak terduga KKB, tepatnya di lokasi pembangunan Sungai Yugura yang merupakan bagian proyek strategis nasional jalan Trans-Papua Wamena-Mumugu, di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammada Aidi, mengatakan, korban gugur setelah mengalami luka tembak di bagian pinggang sebelah kanannya, dalam aksi serangan tak terduga kawanan KKB, pada Sabtu (20/7) sekitar pukul 12.45 WIT.

"Serangan datang tiba-tiba, saat korban bersama anggota pengamanan pembangunan proyek Trans-Papua lain sedang Ishoma (Istirahat, Sholat, makan). Pelaku serangan diduga kawanan KKB," kata Aldi dalam pesan tertulis kepada Fajar Indonesia Network, Minggu (21/7) kemarin.

Menurut Aidi, berdasarkan laporan yang diterimanya, serangan tiba-tiba muncul dari semak belukar yang jaraknya, sekitar 300 meter dari posisi korban yang sedang beristirahat. Selain itu, serangan terjadi sangat singkat. rentetan tembakan tiba-tiba muncul dari semak-belukar.

"Serangan itu dilakukan secara Hit and Run. Diperkirakan pelaku berjumlah 4-5 orang. TNI kemudian membalas tembakan dan melakukan pengejaran. Namun, karena pertimbangan keamanan akhirnya dihentikan" ujar Aldi.

"Ya, pertimbangan keamanan itu karena medan di lokasi semak belukar yang sangat tertutup dan juga banyak jurang yang curam, sehingga kita mempertimbangkan keselamatan para anggota," sambungnya.

Aldi menjelaskan, tewasnya korban yang kini bergelar sebagai pahlawan pembangunan Trans-Papua baru diketahui, pasca pengejaran anggota terhadap kawanan KKB. Kala pengejaran dihentikan dan melakukan konsolidasi dan pengamanan setempat, serta pengecekan pasukan, baru diketahui jika Usama meninggal dunia.

"Informasi itu pun segera dilaporkan ke satuan atas, untuk bisa mendapatkan bantuan helikopter guna proses evakuasi karena memang satu-satunya sarana angkutan ke TKP cuma bisa pesawat heli saja," jelasnya.

Lebih lanjut, Aldi menyebut, meskipun sudah dilaporkan ke satuan. Namun jenazah korban tak bisa dievakuasi saat itu juga. Sebab cuaca yang hujan di wilayah Nduga menyulitkan evakuasi. "Iya, proses evakuasi terkendala hujan di sana, sedangkan malam hari tak bisa dilakukan evakuasi dan kita pun baru bisa evakuasi tadi. Kini, korban ada di Timika guna proses pengurusan jenazah dan persemayaman," kata Aldi.

Aldi menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima, rencananya jenazah korban baru akan diterbangkan kembali, pada Senin (22/7) pagi hari ini, guna proses pemakaman di Wamena. Tapi, pihaknya masih menunggu keputusan pihak keluarga.

"Iya kita masih tunggu kabar keluarganya. Apakah kita dimakamkan Wamena, atau di kampung halamannya di Yahukimo. Belum ada kabar," pungkasnya. (mhf/gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

30 Ribu Pasukan Disiagakan Amankan Ring 1 Hingga 3

30 Ribu Pasukan Disiagakan Amankan Ring 1 Hingga 3

TNI dan Polri memastikan siap mengawal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di Gedung DPR/DPD/MPR, Minggu (20/10) mendatang.


Enam Polisi Harus Dibawa ke Pengadilan Umum

Enam Polisi Harus Dibawa ke Pengadilan Umum

Enam anggota Polres Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjalani proses sidang disiplin. Mereka disidang karena melanggar standar operasional prosedur (SOP).


36 Terduga Teroris Ditangkap, Dua Anggota Polwan

36 Terduga Teroris Ditangkap, Dua Anggota Polwan

Dua anggota polisi wanita (Polwan) diamankan Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Keduanya ditangkap di Yogyakarta.


Jelang Pelantikan, Komplek Parlemen Dijaga 30 Ribu TNI-Polri

Jelang Pelantikan, Komplek Parlemen Dijaga 30 Ribu TNI-Polri

Kurang lebih 30 ribu personel gabungan TNI dan Polri untuk mengamankan prosesi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.


Para Perusuh Mulai Bergerak ke Mimika

Para Perusuh Mulai Bergerak ke Mimika

Para perusuh yang berasal dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) disinyalir mulai bergerak ke Mimika, Papua untuk mencob


Sayangkan Cuitan Istri Prajurit, Hukum Tetap akan Junjung Perempuan

Sayangkan Cuitan Istri Prajurit, Hukum Tetap akan Junjung Perempuan

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyayangkan perilaku para istri prajurit TNI yang mengunggah postingan nyinyir.


Sabu di Kaleng Biskuit untuk Tahanan Umar Kei

Sabu di Kaleng Biskuit untuk Tahanan Umar Kei

Seorang kurir narkotika diamankan aparat Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Dia hendak menyelundupkan narkotika jenis sabu untuk tokoh pemuda Maluku, Umar Kei.


Seorang ABK Asal Pemalang Ikut Tewas Tertimpa Jembatan di Taiwan

Seorang ABK Asal Pemalang Ikut Tewas Tertimpa Jembatan di Taiwan

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei memfasilitasi pemulangan tiga jenazah anak buah kapal korban jembatan runtuh di Kota Yilan, Taiwan.


Korban Demo DPR Tewas Sesak Napas, Bukan Dianiaya

Korban Demo DPR Tewas Sesak Napas, Bukan Dianiaya

Seorang juru parkir di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat meninggal dunia saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/DPD/MPR, Rabu (25/9) lalu.


Pemerintah Kawal Kasus Hukum Veby di Hongkong

Pemerintah Kawal Kasus Hukum Veby di Hongkong

Pemerintah melalui Kemenlu berjanji, akan tetap mengawal perihal kasus tertembaknya seorang wartawati Indonesia, Veby Mega Indah di Hongkong.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!