Kriminal
Share this on:

Amunisi Kedaluwarsa Tak Perlu Disimpan

  • Amunisi Kedaluwarsa Tak Perlu Disimpan
  • Amunisi Kedaluwarsa Tak Perlu Disimpan

JAKARTA - Insiden ledakan gudang amunisi Markas Komando Brimob Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (15/9) pagi menyebabkan 44 rumah warga di sekitar rusak. Kasus ini harus menjadi atensi polri agar tidak terulang. Polri pun diminta untuk segera memusnahkan amunisi-amunisi yang kedaluwarsa.

Komisioner Kompolnas Poenky Indarti mengatakan, insiden ledakan gudang amunisi atau bahan peledak di Mako Brimob Semarang, tak perlu terjadi jika polri segera memusnahkan amunisi yang telah kaedarluarsa. Diketahui, gudang tersebut berisi amunisi peninggalan perang dunia kedua yang ditemukan warga dan diserahkan ke polisi.

"Semestinya amunisi atau bahan peledak yang telah kadarluarsa itu segera dibuang, baik inventaris maupun hasil penyerahan masyarakat. Kenapa? Agar tidak membahayakan siapapun," kata Poenky saat dikonfirmasi Fajar Indonesia Network, Minggu (15/9) kemarin.

Terkait penyelidikan yang masih berjalan guna mengungkap penyebab pasti ledakan, Poenky meminta agar polri transparan membeberkannya ke publik. "Kita tunggu hasil penyelidikannya, dan harapan kami hasilnya itu bisa disampaikan ke publik secara transparan," ungkapnya.

"Dan kami juga berharap, kejadian ini bisa menjadi perhatian bagi Polri agar tidak terulang lagi di kemudian hari," sambungnya.

Poenky menambahkan, pihaknya menganggap insiden ledakan yang mengakibatkan 44 rumah warga itu merupakan musibah. Sehingga warga yang terkena dampaknya bukan karena persoalan jarak antara gudang amunisi dengan rumah-rumah warga.

"Jadi, insiden ledakan ini tak perlu dikhawatirkan karena ledakan seperti ini baru terjadi dan dulu-dulu belum pernah ada. Tapi meski begitu perlu diselidiki juga apa penyebabnya, agar menjadi perhatian dan pembelajaran bagi Institusi Polri," imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya belum menerima hasil tim Penjinak Bom (Jibom) Mabes Polri yang pasca insiden terseut. Tim Inafis juga telah diturunkan untuk olah TKP dan penyelidikan secara komprehensif dalam rangka memastikan penyebab ledakan tersebut.

"Kita belum dapat hasilnya mas, dan saat ini saya juga masih di Riau memantau Karhutla," ujar Dedi saat dihubungi terpisah Fajar Indonesia Network.

Ketika ditanya masih adakah gudang penyimpan amunisi sisa perang dunia, Dedi mengaku, belum mengetahuinya dan masih menunggu laporan Korps Brimob. "Masih di cek Korps Brimob (ada atau tidak gudang di wilayah lainnya), kemudian untuk tindaklanjutinya pun kami juga masih menunggu informasi kembali," kata Jenderal bintang satu tersebut.

Sebelumnya, Dedi memastikan ledakan gudang amunisi atau bahan peledak di Mako Brimob Semarang, disebabkan dari amunisi pascaperang dunia kedua yang tersimpan di lokasi. Antara lain, 6 mortir besar dengan ukuran panjang sekitar 120 cm bediameter 60 cm, 3 mortir sedang ukuran panjang 75 cm diameter 80 cm.

Kemudian, lanjut Dedi, ada juga 8 buah mortir kecil ukuran 30 cm diameter 35 cm, dan 1 buah bom ranjau dengan ukuran panjang 55 cm dan diameter 80 cm. Dedi pun mendugameledekannya bom tua ini diduga terpicu oleh panasnya cuaca.

"Bom-bomyang cukup tua kemudian memiliki tingkat sensitivitas cukup tinggi. Bisa dipicu oleh udara yang panas," kata Dedi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Sabtu (14/9) lalu.

Adapun imbas ledakan itu, Polda Jateng mendata ada 44 rumah warga sekitar yang mengalami kerusakan. Termasuk gudang amunisi di Mako Brimob Semarang, Jawa Tengah. Beruntung, hasil pendataan terkait korban jiwa hanya ada satuanggota polisi terluka, bernama AKBP Syaiful Anwar.

Korban diketahui, mengalami luka ringan di tangan dan kepala dan langsung dilarikan ke RS Banyumanik. Dan setelah mendapatkan perawatan, AKBP Syaiful Anwar kini sudah kembali bertugas di Mako Satbrimob, Semarang.

"Dari hasil pendataan tak satupun warga yang terluka, hanya ada anggota polisi yang mengalami luka ringan. Sementara itu, tercatat ada sebanyak 44 rumah yang mengalami kerusakan, berupa kaca pecah, plafon, serta gentengnya roboh," terang Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel. (mhf/gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Istri Bikin Status Nyinyir, Tujuh Tentara Dihukum

Istri Bikin Status Nyinyir, Tujuh Tentara Dihukum

Pencopotan jabatan disertai sanksi penahanan terhadpa Kolonel Kav Hendi Suhendi sebagai Dandim Kendari, mendapat banyak sorotan. Tak terkecuali kritik.


Ancaman Pembunuhan Pejabat Itu Terbukti

Ancaman Pembunuhan Pejabat Itu Terbukti

Publik dikejutkan oleh aksi penusukan Menkopolhukam Wiranto oleh orang tak dikenal di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/10) kemarin.


Kejagung Akan Terlibat Mulai Perencanaan Ibu Kota Baru

Kejagung Akan Terlibat Mulai Perencanaan Ibu Kota Baru

Kejaksaan Agung (Kejagung) tak lagi sekadar menunggu, tetapi terlibat sejak awal dalam proses pembangunan Ibu Kota baru.


21 Unit Kapal Asing Ditenggelamkan

21 Unit Kapal Asing Ditenggelamkan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memang tak bisa ditawar dalam urusanpencurian ikan di laut Indonesia.


Jaksa agung Tegaskan Tak Ada Kasus Karhutla yang Di-SP3

Jaksa agung Tegaskan Tak Ada Kasus Karhutla yang Di-SP3

Sebanyak 171 berkas kasus dugaan tindak pidana pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terus diteliti Tim Jaksa peneliti Kejaksaan Agung.


Perdalam Kasus Proyek SPAM, KPK Buru Tersangka Baru

Perdalam Kasus Proyek SPAM, KPK Buru Tersangka Baru

Kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang tak pernah surut. Kini komisi antirasuah itu, memperdalam proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jakarta.


Pencabutan Kewarganegaraan Simpatisan ISIS Tak Sesuai Konstitusi

Pencabutan Kewarganegaraan Simpatisan ISIS Tak Sesuai Konstitusi

Pencabutan kewarganegaraan terhadap warga negara Indonesia (WNI) simpatisan ISIS kontraproduktif.


570 Pelajar Demo Rusuh Diperiksa, Tak Terbukti Dipulangkan

570 Pelajar Demo Rusuh Diperiksa, Tak Terbukti Dipulangkan

570 pelajar diamankan Polda Metro Jaya dalam demo berujung rusuh pada Rabu (25/9). Mereka masih diperiksa terkait keterlibatan dalam kerusuhan.


Soal Proporsal Dana Hibah, Mantan Sesmenpora: Tak Tahu

Soal Proporsal Dana Hibah, Mantan Sesmenpora: Tak Tahu

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Alfitra Salamm.


Resmi Diluncurkan, Smart SIM Bisa Jadi E-Toll

Resmi Diluncurkan, Smart SIM Bisa Jadi E-Toll

Smart Surat Izin Mengemudi (SIM) resmi diluncurkan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Tak hanya itu, Korlantas Polri juga memperkenalkan aplikasi SIM online.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!