Kriminal
Share this on:

Anak Buah Imam Nahrawi Dituntut Tujuh Tahun

  • Anak Buah Imam Nahrawi Dituntut Tujuh Tahun
  • Anak Buah Imam Nahrawi Dituntut Tujuh Tahun

JAKARTA - Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana dituntut 7 tahun penjara setelah terbukti menerima suap berupa satu unit mobil Fortuner, uang Rp400 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 senilai total sekira Rp900 juta.

"Meminta majelis hakim agar menyatakan terdakwa Mulyana terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan hukuman pidana selama 7 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan," kata jaksa penuntut umum (JPU) KPK Ronald Worotikan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, kemarin (15/8).

Tuntutan itu berdasarkan dakwaan pertama dari pasal 12 huruf a atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

JPU KPK juga tidak mengabulkan permintaan Mulyana untuk mendapatkan status sebagai pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum atau justice collaborator.

"Terkait permohonan penetapan justice collaborator yang diajukan oleh terdakwa kepada pimpinan KPK, dapat kami sampaikan bahwa terdakwa cukup kooperatif mengakui perbuatannya. Terdakwa mengakui menerima hadiah sehingga sesuai dengan aturan SEMA No 4 tahun 2011 maka permohonan justice collaborator yang diajukan terdakwa belum memenuhi syarat untuk dapat dikabulkan," tambah jaksa Ronald.

Dalam perkara ini, Mulyana dinilai terbukti menerima commitment fee sejumlah satu unit mobil Fortuner VRZ TRD nomor polisi B 1749 ZJB, uang Rp300 juta, satu ATM dengan saldo Rp100 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum (Bendum) KONI Johny E Awuy.

Tujuan pemberian hadiah tersebut adalah agar Mulyana membantu mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora tahun 2019. Pemberian pertama adalah terkait proposal hibah tugas pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi Olahraga Nasional pada multi event Asian Games ke-18 dan Asian Para Games ke-3 pada 2018 dengan usulan dana dari KONI sebesar Rp51,529 miliar yang diajukan Tono Suratman selaku Ketua Umum KONI Pusat.

Untuk mempercepat proses pencairan dana hibah tersebut, Mulyana meminta dibelikan mobil kepada Bendahara Pengeluaran Pembantu Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional Kemenpora Supriyono. Supriyono lalu menyampaikan hal itu kepada Ending. (lan/ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Alex Noerdin Diperiksa Enam Jam
Alex Noerdin Diperiksa Enam Jam

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dituding Ikut Pembahasan, Mendagri Bantah Terlibat Revisi UU KPK

Dituding Ikut Pembahasan, Mendagri Bantah Terlibat Revisi UU KPK

Pemberitaan yang mengaitkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ikut dalam pembahasan Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberan


Sidang Pelaku Christchurch Ditunda

Sidang Pelaku Christchurch Ditunda

Persidangan pelaku penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru ditunda sebulan. Hal itu lantaran bersamaan dengan Bulan Suci Ramadhan tahun depan.


Tanpa SP3, KPK Berpotensi Melanggar Hukum

Tanpa SP3, KPK Berpotensi Melanggar Hukum

DPR telah menerima Surat Presiden (Surpres). Isi surat itu menugaskan perwakilan pemerintah untuk membahas revisi UU Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.


Lembaga Lain Diawasi, KPK Juga Perlu

Lembaga Lain Diawasi, KPK Juga Perlu

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi RUU usulan DPR.


DPO Penipuan CPNS Jambi Dibekuk Kejagung

DPO Penipuan CPNS Jambi Dibekuk Kejagung

Buronan terpidana penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 di Kabupaten Muara Bungo, Jambi dibekuk Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Jambi.


MNLF Menyerah, ISIS Lancarkan Teror

MNLF Menyerah, ISIS Lancarkan Teror

Kelompok ekstremis Islamic State alias (ISIS) menyatakan bertanggung jawab atas ledakan di sebuah pasar umum di Filipina Selatan yang melukai tujuh orang kemari


Bupati Bengkayang Tersangka # Terima Suap Proyek PUPR

Bupati Bengkayang Tersangka # Terima Suap Proyek PUPR

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan suap proyek Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar) tahun 2019.


Tujuh WNI Ilegal Ditangkap di Malaysia

Tujuh WNI Ilegal Ditangkap di Malaysia

Pihak imigrasi di Penang, Malaysia menangkap sedikitnya 18 imigran ilegal. Dari jumlah imigran ilegal yang tertangkap, 7 diantaranya adalah warga negara Indones


Sebelum Bakar Suaminya, Aulia Berencana Beli Senpi

Sebelum Bakar Suaminya, Aulia Berencana Beli Senpi

Aulia Kesuma (45), pelaku pembunuhan dan pembakar jasad Edi Chandra Purnama alias Pupung (54) dan anak tirinya M Adi Pradana alias Dana (23) diketahui sempat be


Soal Kebiri Kimia, IDI Harus Tunduk UU

Soal Kebiri Kimia, IDI Harus Tunduk UU

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise mengatakan hukuman kebiri kimia bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak ha



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!