Kriminal
Share this on:

Ancaman Pembunuhan Pejabat Itu Terbukti

  • Ancaman Pembunuhan Pejabat Itu Terbukti
  • Ancaman Pembunuhan Pejabat Itu Terbukti

JAKARTA - Publik dikejutkan oleh aksi penusukan Menkopolhukam Wiranto oleh orang tak dikenal di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/10) kemarin. Wiranto yang mengenakan batik hijau lengan panjang dan berpeci, sedang bersalaman dengan Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto, yang berdiri di hadapannya.

Dari foto dan video yang viral di media sosial (medsos), di belakang Kapolsek, ada seorang pria berbaju hitam dan celana panjang putih tiba-tiba merangsek maju. Sejurus kemudian, dia menghunuskan pisau ke perut Wiranto. Mantan Panglima ABRI itu terhuyung dan jatuh di sekitar kerumunan orang yang menyambut kedatangannya. Terdengar teriakan histeris sejumlah wanita yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Ada juga foto yang menggambarkan Wiranto dengan perban menutupi luka di perut bagian kiri sedang diangkut dengan kereta tandu ke RSUD Pandeglang. Sementara penusuknya sudah diamankan polisi. Terdapat foto yang memperlihatkan wajah pelaku yang duduk di lantai sembari kakinya dengan tangannya diborgol.

Sementara itu, Kapolsek Menes Kompol Dariyanto masih dalam perawatan di RSUD Berkah Pandeglang. Dia mengalami luka akibat penusukan tersebut. "Kami berharap kondisi Kapolsek kembali sehat dan stabil," kata Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, Kamis (10/10).

Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang, Firman mengatakan saat ini korban penusukan yang masih dalam perawatan tiga orang. Yakni Kapolsek Menes, Ajudan Wiranto Fuad dan seorang pegawai Universitas Mathlaul Anwar. "Semua kondisi korban penusukan itu berangsur-angsur membaik," jelas Firman.

Presiden Joko Widodo menyebut Wiranto ditusuk teroris. Tim dokter RSPAD langsung melakukan operasi terhadap jenderal purnawirawan tersebut. Kondisi Wiranto

"Hanya beberapa beberapa menit setelah kejadian penusukan oleh teroris kepada Menko Polhukam Bapak Wiranto, saya langsung mendapatkan laporannya. Saat itu juga saya langsung perintahkan yang ada di lapangan untuk segera dibawa dengan heli ke Jakarta menuju RSPAD. Bapak Wiranto sudah dalam penanganan tim dokter di RSPAD," kata Jokowi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10).

Wiranto ditusuk oleh SA alias Abu Rara di Menes, Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10),pukul 11.50 WIB. Presiden memerintahlan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengusut tuntas peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto. Polisi akan didukung BIN dan TNI. "Saya perintahkan juga kepada Kapolri, KaBIN, didukung TNI untuk mengusut tuntas, sekali lagi mengusut tuntas," tegas Jokowi.

Kepala Negara meminta seluruh jaringan diusut dan ditindak tegas. Menurutnya, Wiranto dalam kondisi sadar. Namun, tim dokter menyarankan dilakukan operasi untuk memulihkan kondisi kesehatan Wiranto.

Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan penusukan terhadap Wiranto tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, kejadian harus menjadi perhatian. Karena, tak menutup kemungkinan pejabat lain juga akan mengalami hal serupa. "Kalau sekarang terjadi pada Pak Wiranto, bisa jadi besok terjadi pada pejabat lain. Saya kira harus mendapat perhatian serius," ujar Ngabalin.

Dia menegaskan peristiwa ini membuktikan keberadaan kelompok radikal bukan omong kosong. Informasi dari kepolisian menyebut pelaku penusukan terpapar ISIS. "Selama ini kepolisian menyampaikan hal-hal terkait situasi keamanan. Kemudian adanya aliran-aliran radikal. Ini sesuatu yang nyata. Buktinya ada pejabat publik yang diserang," paparnya.

Penusukan atas Wiranto, lanjutnya, adalah bukti nyata ancaman pembunuhan terhadap sejumlah pejabat negara benar. Beberapa waktu lalu, tepatnya 28 Mei 2019, Wiranto menyebutkan ada ancaman pembunuhan terhadap empat pejabat negara. Yakni dirinya, Luhut Binsar Panjaitan (Menko Kemaritiman), Budi Gunawan (Kepala BIN), dan Gories Mere (Stafsus Presiden bidang intelijen dan keamanan). Tidak hanya empat pejabat negara yang mendapatkan ancaman dibunuh. Ada pejabat lain yang mendapatkan ancaman serupa.

Saat itu Wiranto dan pejabat lainnya tetap teguh menegakkan kebenaran dan menegakkan keamanan nasional. Wiranto menegaskan dirinya tidak takut dengan ancaman itu. Meski ada ancaman pembunuhan, dia tetap bekerja sesuai prosedur yang ada. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga mengungkapkan soal ancaman pembunuhan terhadap sejumlah pejabat negara tersebut.

Dasar yang digunakan dalam pengungkapan ancaman pembunuhan itu adalah berita acara pemeriksaan para tersangka yang ditahan polisi. Saat diumumkan, sejumlah pihak menyebutkan informasi itu hanya rekayasa. Kemarin, ancaman itu menjadi kenyataan. Wiranto ditusuk saat peresmian gedung Mathlaul Anwar di Menes, Pandeglang.

Menanggapi aksi penusukan itu, Ketua Fraksi PKB DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menilai penyerangan yang menimpa Wiranto menjadi bukti nyata ancaman paham radikal di Indonesia. "Ini menjadi early warning bagi kita bahwa sel-sel kelompok radikalis masih aktif," kata Cucun di Jakarta, Kamis (10/10).

Kenekatan pelaku dalam aksi penusukan Wiranto sungguh luar biasa. Dia menarget pejabat tinggi negara yang dikawal ketat sebagai korbannya. Hal itu menunjukkan doktrin yang mereka terima sebagai motivasi dalam melakukan aksi begitu terekam di kepala pelaku. "Ini sangat berbahaya karena nilai-nilai tersebut memuat unsur kekerasan," imbuhnya.

Hal senada disampaikan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro. Dia mengatakan peristiwa itu menjadi peringatan bahwa cara kekerasan harus dihentikan. Dia menuturkan fenomena penyerangan terhadap pejabat bisa dimaknai antara lain karena kekecewaan terhadap kebijakan yang diambil pejabat. Sehingga membuat pelaku frustasi dan melakukan tindakan nekat. "Penggunaan cara-cara kekerasan tidak patut dilakukan. Apalagi ini terjadi di Indonesia. Di mana seorang Menkopolhukam yang sedang menjalankan tugasnya dan menyapa masyarakat malah diserang," jelas Siti.

Terpisah, Wapres Jusuf Kalla (JK) mengatakan aksi penyerangan terhadap Wiranto menunjukkan radikalisme di Indonesia masih hidup. Menurut JK, sel-sel dari kelompok radikal masih terus berjalan. "Peristiwa yang dialami Pak Wiranto menjadi peringatan keamanan bagi pejabat negara untuk meningkatkan kewaspadaan," jelas JK. (rh/zul/fin)

Berita Sebelumnya

KPK Periksa Eni Saragih Lagi
KPK Periksa Eni Saragih Lagi

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pengusaha Penyuap Bupati Lampung Tengah Divonis Setahun

Pengusaha Penyuap Bupati Lampung Tengah Divonis Setahun

Dua pengusaha dinilai terbukti menyuap Bupati Lampung Tengah Mustafa senilai total Rp12,5 miliar.


Empat Desa 'Hantu' Harus Segera Ditelusuri

Empat Desa 'Hantu' Harus Segera Ditelusuri

Desa Hantu menjadi bahan perbincangan hangat belakangan ini. Penyebabnya, sebenarnya desa yang dimaksud itu fiktif.


KPK Periksa Tujuh Pejabat Pemkot Medan

KPK Periksa Tujuh Pejabat Pemkot Medan

KPK memeriksa tujuh pejabat Pemkot Medan dan dua anak wali kota serta sopir Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin.


Setahun, OJK Tutup 1.773 Pinjaman Online

Setahun, OJK Tutup 1.773 Pinjaman Online

Selama orang masih membutuhkan uang, selama itu pula keberadaan fintech peer to peer lending atau pinjaman online ilegal (pinjol) tetap akan tumbuh subur di Ind


Bawaslu Bentuk Satgas Anti Politik Uang

Bawaslu Bentuk Satgas Anti Politik Uang

Ancaman politik uang masih menjadi momok menakutkan pada perhelatan Pilkada Serentak 2020 mendatang.


Harta 35 Pejabat Digarap KPK

Harta 35 Pejabat Digarap KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa harta kekayaan 35 penyelenggara negara se-Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).


KPK Ingatkan soal Pemberian Gratisifikasi Pejabat

KPK Ingatkan soal Pemberian Gratisifikasi Pejabat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan kepada seluruh pihak yang beralih profesi menjadi penyelenggara negara untuk berhati-hati menerima pemberian.


Cegah Korupsi, KPK Sharing Ilmu ke Pejabat BUMN dan BUMD

Cegah Korupsi, KPK Sharing Ilmu ke Pejabat BUMN dan BUMD

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pelatihan peningkatan kapabilitas Satuan Pengawas Internal (SPI) 20 Badan Usaha Milik Negara dan Daerah (BUMN/D).


KPK Tangkap Pejabat Kementerian PUPR di Cirebon

KPK Tangkap Pejabat Kementerian PUPR di Cirebon

Pasca melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Indramayu dan Cirebon, Senin (14/10), Tim Satgas KPK kembali melakukan operasi senyap di Samarinda, Bontang, dan


Buntut Penusukkan Wiranto, SOP Pengamanan Pejabat Disoal

Buntut Penusukkan Wiranto, SOP Pengamanan Pejabat Disoal

Penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, dinilai merupakan kegagalan dari sisi pengamanan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!