Kriminal
Share this on:

Angkut Miras, Empat Pemuda Diamankan

  • Angkut Miras, Empat Pemuda Diamankan
  • Angkut Miras, Empat Pemuda Diamankan

KEDUNGGALAR - Keuntungan yang menjanjikan membuat Arifin, 24, dan tiga rekannya ketagihan berjualan minuman keras (miras). Pun mereka meyakini saat momen tahun baru mendatang, permintaan melejit hingga berpeluang meraup untung lebih berlipat.

Tidak keliru jika mereka kali ini sengaja kulakan miras jenis arak jowo (arjo) ke Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah, dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Apes, belum sempat minuman haram itu diedarkan, Arifin dkk keburu diamankan polisi.

Mereka dibekuk petugas di Jalan Raya Ngawi-Solo masuk Desa Pelang Lor, Kedunggalar, persis depan Monumen Suryo. ‘’Kasusnya sudah kami serahkan ke pihak satreskrim untuk ditindaklanjuti,’’ ujar Kanit Turjawali Satlantas Polres Ngawi Ipda Fredo Leonard Sianturi.

Kejadian itu bermula saat petugas Satlantas Polres Ngawi sedang memantau kondisi arus lalu lintas di depan Monumen Suryo pagi kemarin (5/12). Tidak lama berselang muncul mobil Suzuki Ertiga nopol DK 1740 AY yang dikemudikan Arifin dari arah barat. ‘’Awalnya kami belum tahu kalau mobil itu membawa miras,’’ kata Fredo.

Petugas akhirnya menghentikan mobil warna silver yang ditumpangi empat pemuda itu lantaran melanggar markah jalan. Arifin dan tiga rekannya lantas diminta turun. ‘’Mobil terlihat agak turun seperti keberatan muatan, meski semua penumpang sudah keluar,’’ ungkapnya.

Curiga, petugas lalu memeriksa bagian dalam mobil. Hasilnya, ditemukan sekitar 15 kardus yang belakangan diketahui berisi ratusan botol arjo. Arifin; Samsul Arifin, 20; Achmad Muhaimin, 18; dan Vico Indra, 20; pun hanya bisa pasrah saat diamankan. ‘’Mereka asal Sidoarjo dan Gresik,’’ imbuh Fredo.

Dari hasil interogasi awal, lanjut dia, mereka mengaku sudah empat kali kulakan miras jenis arjo di Bekonang. ‘’Cuma bedanya, yang keempat ini ambilnya lebih banyak,’’ kata Fredo kepada Radar Ngawi.

Keempat pemuda tersebut kemudian diserahkan ke Satreskrim Polres Ngawi untuk diproses lebih lanjut. Mereka terancam dikenai pasal 205 KUHP karena terbukti membawa miras dan berniat untuk menjualnya. (tif/isd/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Gagal Rampas Tas, Dua ABG Dimassa
Gagal Rampas Tas, Dua ABG Dimassa

Berita Sejenis

Uang Suap Nahrawi Mengalir ke Pihak Lain

Uang Suap Nahrawi Mengalir ke Pihak Lain

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aliran uang suap yang diterima oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang diduga ke


Tersangkakan Menpora, Tak Ada Muatan Politis

Tersangkakan Menpora, Tak Ada Muatan Politis

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah penetapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI be


Empat WNI Pengantin Pesanan Dipulangkan dari Cina

Empat WNI Pengantin Pesanan Dipulangkan dari Cina

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), kembali memulangkan empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pengantin pesanan dari Cina.


Asyik Pesta Miras, Tersangka Korupsi Dana Desa Ditangkap

Asyik Pesta Miras, Tersangka Korupsi Dana Desa Ditangkap

Mantan Kepala Desa Masadian di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, SN ditangkap Tim intelijen Kejaksaan Negeri Morowali.


Bawaslu Satukan Persepsi dengan MA

Bawaslu Satukan Persepsi dengan MA

Kemarin (9/9) Ketua Bawaslu RI, Abhan beserta empat pimpinan lainnya, melakukan audiensi dengan MA.


Buru Aktor Asing Kerusuhan Papua, Empat Warga Australia Dideportasi

Buru Aktor Asing Kerusuhan Papua, Empat Warga Australia Dideportasi

Polri bersama Kementerian Luar Negeri dan Badan Intelijen Negara (BIN) tengah memetakan dugaan pihak asing di serangkaian kerusuhan di Papua.


Lagi, Penembakan Massal Tewaskan Empat Orang

Lagi, Penembakan Massal Tewaskan Empat Orang

Sedikitnya empat orang tewas dan 21 lainnya luka parah pada tragedi penembakan yang terjadi kemarin (1/9).


Sedang Hamil, TKI di Singapura Dipenjara

Sedang Hamil, TKI di Singapura Dipenjara

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Poniyem (41), yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) divonis empat bulan penjara di Singapura.


Kapolsek Dipecat usai Kirim Miras ke Mahasiswa Papua

Kapolsek Dipecat usai Kirim Miras ke Mahasiswa Papua

Seorang Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) di Bandung, Jawa Barat terpaksa harus dinonaktifkan dari jabatannya.


KPK Ungkap Peran Empat Tersangka Baru Korupsi KTP Elektronik

KPK Ungkap Peran Empat Tersangka Baru Korupsi KTP Elektronik

Tindak pidana korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP-el) seakan tak berujung. Satu persatu, mereka yang terlibat diungkap kepermukaan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!