Kriminal
Share this on:

Astaghfirullohaladzim, Bocah 2 Tahun Semalaman Tunggui Jasad Ibunya

  • Astaghfirullohaladzim, Bocah 2 Tahun Semalaman Tunggui Jasad Ibunya
  • Astaghfirullohaladzim, Bocah 2 Tahun Semalaman Tunggui Jasad Ibunya

BATAM - Dawel menangis histeris. Dia meratapi kematian adiknya, Deli Cinta Sihombing, yang ditemukan tak bernyawa di kamarnya di Perumahan Centra Raya, Batuaji, Batam, kemarin.

Dawel makin sedih karena jasad adiknya itu dikurung di dalam kamar bersama keponakannya atau anak Deli, Dw, yang masih berusia dua tahun. Saat ditemukan, Dw selamat. Tapi kondisinya lemas dan sangat memprihatinkan.

"Semalaman dia tidak minum maupun makan, dia nunggu mamanya bangun. Mungkin dikira mamanya hanya tidur," katanya. "Dia tadi sangat lemas, kasian kali aku nengoknya," ucap Dawel lagi.

Selain Dawel, kematian Deli Cinta juga menghebohkan warga Perumahan Centra Raya lainnya. Deli ditemukan tewas di kamar rumahnya di Blok EE8/12. Saat ditemukan, kondisi korban setengah telanjang dengan tangan dan kaki diikat tali gorden.

Peristiwa kematian istri Alfius Agustinus Koula itu mengiris hati warga sekitar. Terutama saat mereka mengetahui anak korban dikurung di dalam kamar bersama jasad ibunya itu.

"Hampir semua orang nangis lihat anaknya ini tadi. Kok tega-teganya kurung anak kecil ini di dalam rumah bersama ibunya yang sudah meninggal. Untunglah cepat ketahuan kalau nggak bisa mati kelaparan anak ini," ujar Firna, seorang warga di lokasi kejadian, kemarin.

Warga menduga Deli tewas dibunuh. Itu karena posisi rumah korban yang dikunci dari luar. Warga menduga pelaku sengaja mengurung anak korban dan jasad Deli supaya aksi pembunuhan itu tak diketahui warga sekitar.

Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui keponakan korban, Bobby Sihombing, Kamis (21/12) sekitar pukul 08.00 WIB. Pagi itu Bobby sengaja datang ke rumah korban bersama neneknya. Ia bermaksud mengunjungi korban dan anak korban.

"Sudah tiga hari mereka tak ada kabar, makanya tadi anak saya (Bobby) dan opungnya (nenek) mau tengok mereka," kata Budi Sihombing, ayah Bobby, yang juga kakak pertama dari Deli di lokasi kejadian.

Saat didatangi Bobby dan neneknya, suasana rumah korban tampak sepi. Mobil Toyota Rush BP 1661 HI milik korban yang biasanya parkir di garasi rumah juga tak terlihat. Pintu depan rumah dalam kondisi terkunci. Panggilan dari Bobby dan neneknya tak direspon sama sekali. Begitu juga nomor ponsel korban tak bisa dihubungi.

"Anak dan ibu saya merasa janggal. Tak biasanya seperti itu. Kalaupun pergi mereka pasti hape-nya aktif. Makanya mereka berinisiatif panggil RT/RW di sini untuk sama-sama cek dalam rumah," ujar Budi.

Warga dan perangkat RT/RW setempat yang mendapat laporan itu langsung mendobrak pintu rumah korban. "Saat masuk itulah semua pada histeris. Bukan hanya karena temuan jenazah adik saya saja, tapi kondisi anak adik saya yang memprihatinkan itu membuat semua orang menangis histeris," tutur Budi sambil terisak.

Temuan itu membuat Bobby dan neneknya syok berat. Tangis histeris langsung menggema dari dalam rumah tersebut. Bahkan Nenek Bobby juga sempat pingsan karena tak sanggup melihat kondisi puteri bungsunya yang sudah terbujur kaku itu.

"Pingsan mama tadi lihat boru (anak, red) dan opung (cucu, red) nya begitu," kata Budi lagi.

Saat ditemukan warga, jenazah korban dalam kondisi setengah telanjang dengan posisi telungkup. Korban mengenakan kaos hitam dan celana legging panjang yang sudah melorot sampai dibawa lutut. Dw anak korban terbaring lemas di samping jenazah sang ibu.

Menurut Budi, selama ini Deli hanya tinggal berdua bersama anaknya di rumah itu. Alfius, suami Deli, jarang berada di rumah karena bekerja sebagai teknisi mesin di kapal yang sering berlayar. Namun Budi mengaku tidak tahu persis, apakah Alfius ada di rumah saat kejadian.

"Mereka sudah tak akur lagi. Bermasalah terus selama ini, makanya kami tak tahu persis apakah suaminya di sini atau tidak. Deli juga tertutup selama ini tentang rumah tangga mereka. Mereka kerap bertengkar selama ini," ujar Budi.

Hal senada disampaikan tetangga korban. Meskipun berstatus sebagai kepala keluarga, namun Alfius selama ini jarang terlihat di rumah. Bahkan saat turun dari kapal, Alfius juga jarang berada di rumah.

"Bapak itu jarang di rumah. Kerja ataupun tak kerja sering keluar dia," ujar ketua RT setempat, Mahyudi.

Sementara warga lainnya, Agustinus, mengaku melihat ada seorang pria mendatangi rumah korban pada Rabu (20/12) pagi. Agustinus yang mengaku pagi itu sedang bekerja di depan rumah korban melihat pria misterius itu masuk rumah korban sekitar pukul 10.00 WIB.

"Bentar saja dia di dalam rumah terus keluar langsung bawa mobil ibu itu kencang-kencang. Sampai tabrak kran air di depan rumah ibu itu," tutur Agustinus.

Melihat kejadian itu Agus mengaku sempat curiga, karena tak biasanya mobil keluarga Deli keluar dari dalam rumah dengan posisi laju seperti itu. Sayangnya, Agustinus mengaku tak melihat wajah pria tersebut.

"Saya sempat tengok sampai di depan rumahnya, tapi tak ada yang janggal. Pintu rumah terkunci dari luar," tutur Agus.

Sampai siang kemarin mobil korban belum diketahui keberadaanya. Begitu juga dengan keberadaan Alfius tak ada yang tahu persis. Melihat kejanggalan itu warga sekitar yakin siapapun yang membawa pergi mobil korban itu adalah pelaku yang membunuh korban.

"Karena hanya orang itu yang terakhir datang ke rumah ibu itu," kata Agus.

Terkait keberadaan Dw anak korban di dalam rumah, Agus dan warga sekitar mengaku memang tak diketahui sama sekali. Itu karena tak terdengar tangisan ataupun tariakan Dw dari dalam rumah.

"Semalam saya masih sempat ke rumah itu lagi untuk matikan air yang keluar dari kran yang ditabrak mobil itu, tapi tak dengar suara apapun," tutur Agus.

Tetangga korban, Ida, menuturkan sehari sebelum kejadian ia memang tidak melihat korban dan anaknya. Padahal biasanya, korban dan anaknya sering bermain di teras rumahnya. "Memang tak nampak," katanya.

Ia juga mengatakan korban merupakan sosok yang cukup tertutup dan kurang bersosialisasi dengan warga sekitar. Selain itu, rumah yang ada di samping maupun di depan rumah korban belum berpenghuni. Sehingga kejadian yang menimpa korban tidak diketahui oleh tetangganya.

Sementara jajaran Polsek Batuaji dan Tim Inafis Polresta Barelang yang turun ke lokasi menemukan kejanggalan serupa. Meskipun tak ada luka dan tanda kekerasan di tubuh korban, namun hasil pemeriksaan awal menunjukan kalau korban meninggal tak wajar.

Itu karena posisi korban saat ditemukan setengah telanjang dan ditemani anaknya yang masih berusia dua tahun serta terkurung di dalam rumah. Korban diduga sudah sehari meninggal dunia.

"Kejanggalan-kejanggalan ini akan kami dalami lagi. Butuh penyelidikan yang lebih lanjut lagi termasuk visum dan tindakan medis lainnya," tutur Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko di lokasi kejadian.

Jika korban pembunuhan, kuat dugaan pelaku menghabisi korban dengan cara dibekap menggunakan pakaian ataupun bantal. Itu karena kondisi kamar di mana korban ditemukan, tetap rapi. Artinya tidak ada perlawanan dari korban.

Disinggung apakah ada kekerasan seksual terhadap korban, Sujoko juga belum bisa pastikan. "Semua kemungkinan ada, tapi harus dibuktikan dengan visum dan lain sebagainya," ujar Sujoko.

Untuk mengungkap kejadian itu, Sujoko mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu mencari tahu keberadaan suami korban, Alfius, dan mobil korban yang hilang. "Keterangan orang terdekat penting. Termasuk siapa yang bawa pergi mobil korban ini," ujar Sujoko. (eja/cr19/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

ABG Penunggu Pasien Dicabuli di Rumah Sakit

ABG Penunggu Pasien Dicabuli di Rumah Sakit

Waduh, seorang ABG berumur 17 tahun, warga Katiyasa, Kota Cirebon, menjadi korban pelecehan seksual dari seorang pria yang tidak dikenalnya.


Sadis, Pejarah Warung Cekik Bocah hingga Tewas

Sadis, Pejarah Warung Cekik Bocah hingga Tewas

Aparat Polres Jakarta Timur masih mengejar pelaku pembunuhan seorang anak masih berusia 5 tahun bernama Febrianto (5).


Raba Kemaluan Bocah, Kakek Ngaku Khilaf

Raba Kemaluan Bocah, Kakek Ngaku Khilaf

Khilaf menjadi alasan Pendie (60), warga Kecamatan Panjang, mencabuli SF (8), tetangganya sendiri.


Kepala Dibenturkan ke Tembok, Balita Tewas

Kepala Dibenturkan ke Tembok, Balita Tewas

Setelah melakukan penyelidikan selama 1 x 24 jam, akhirnya polisi menguak penyebab tewasnya Winda Wulansari (balita berusia 1,5 tahun).


Diduga Dianiaya, Balita Tewas Mengenaskan

Diduga Dianiaya, Balita Tewas Mengenaskan

Dugaan kasus kekerasan terhadap balita (bayi di bawah lima tahun, Red) kembali terjadi. Kali ini, kasus itu menimpa Winda Wulansari (berusia 1,5 tahun).


Jambret Ibu-ibu, Bocah 16 Tahun Dibekuk

Jambret Ibu-ibu, Bocah 16 Tahun Dibekuk

Seorang anak di bawah umur berinisial Rv, terpaksa berurusan dengan polisi.


Jual Ribuan Pil Koplo, Rumah Nenek 63 Tahun Digerebek

Jual Ribuan Pil Koplo, Rumah Nenek 63 Tahun Digerebek

Aparat Satresnarkoba Polresta Banjarmasin menggerebek rumah penjual obat jenis daftar G, Rabu (24/1) siang sekira pukul 12.10 Wita.


Sudah Tunangan Malah Lari bersama Pria Beranak Dua

Sudah Tunangan Malah Lari bersama Pria Beranak Dua

Wilma, gadis 22 tahun asal Kota Singkawang sudah ditemukan di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas, Rabu (24/1), sekitar pukul 09.15 WIB.


Hamil usai Begituan 14 Kali, Pacar Malah Dibui

Hamil usai Begituan 14 Kali, Pacar Malah Dibui

Gadis 17 tahun asal Gonis Tekam, Sekadau Hilir ini tengah hamil gede.


Viralkan Meme Presiden dan Kapolri, Farhan Divonis 1,5 Tahun

Viralkan Meme Presiden dan Kapolri, Farhan Divonis 1,5 Tahun

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman kepada terdakwa M. Farhan Balatif alias Ringgo Abdillah dengan hukuman selama 18 bulan kurungan penjar



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!