Kriminal
Share this on:

Awal Mei, Sudah Ada 17 Serangan Hoax

  • Awal Mei, Sudah Ada 17 Serangan Hoax
  • Awal Mei, Sudah Ada 17 Serangan Hoax

JAKARTA - Bulan Mei baru menginjak empat hari, namun serangan hoaks makin bertubi-tubi. Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat ada 17 hoaks yang berseliweran di dunia maya.

Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, dari sekian hoaks yang diarsir, salah satu yang menggemparkan adalah kabar meninggalnya artis Agnez Monika (Agnez Mo). Kabar hoaks itu menceritakan bahwa Agnez Mo meninggal, karena dibunuh di sebuah Salon.

Namun faktanya, korban tersebut bukanlah Agnez Mo melainkan orang lain yang namanya mirip. "Setelah ditelusuri lebih lanjut, korban yang meninggal akibat dibunuh di salon bukanlah Agnes Mo, tapi korban bernama asli Riesa Febria Rusady yang memiliki nama panggilan Agnes Monica," terang pria yang akrab disapa Nando itu, Kamis (2/5) lalu.

Lanjut Nando, laporan harian ini juga ditemukan beberapa hoaks yang menyangkut dengan Pilpres 2019. Tak tanggung-tanggung, pelaku penyebar hoaks memberikan informasi yang dapat memicu ketegangan di masyarakat.

"Kalau hoaks Pilpres ini masih banyak, misalnya ada hoaks beredar surat instruksi dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, yang menginstruksikan kepada seluruh relawan untuk memasang spanduk atau baliho ucapan selamat," terang Nando.

Spanduk tersebut menuliskan ucapan selamat atas terpilihnya Prabowo Sandi sebagai Presiden dan Wakil Presiden di setiap wilayah-wilayah Kota atau Desa di seluruh Indonesia. Namun, kata Nando, faktanya surat yang beredar itu palsu sesuai dengan klarifikasi dari juru bicara BPN Prabowo Sandi, Dian Fatwa, Rabu (1/5) lalu.

Bahkan kata Nando, isu-isu hoaks lainnya yang juga beredar ramai di media sosial yang erat kaitannya dan dihubung-hubungkan dengan Pilpres maupun Pileg 2019. Ada juga hoaks dari sebuah foto yang bertuliskan Wanita memakai baju logo PKI Alhamdulillah Gak masuk DPR. kalau masuk agama bisa hancur.

"Padahal faktanya foto itu bukan seorang calon Anggota DPR seperti yang dimaksud, hanyak masyarakat biasa," imbuhnya.

Terkait informasi lengkap dari laporan isu hoaks harian per 2 Mei lalu, Kementerian Kominfo berhasil mengidentifikasi dan merangkumnya dengan berbagai judul narasi berunsur profokatif. (fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Polisi Endus Keberadaan Pelaku Penembakan saat Rusuh

Polisi Endus Keberadaan Pelaku Penembakan saat Rusuh

Polri mengklaim telah mengantongi indentitas pelaku penembakan yang menyebabkan beberapa anggota masyarakat tewas saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.


Sempat Ingatkan Novel Ada Ancaman, Mantan Kapolres Tegal Bantah Diperiksa TGPF

Sempat Ingatkan Novel Ada Ancaman, Mantan Kapolres Tegal Bantah Diperiksa TGPF

Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Mochamad Iriawan mengakui pernah mengingatkan Novel Baswedan terkait ancaman ke penyidik KPK.


Insiden 22 Mei, Ombdusman Panggil Polri

Insiden 22 Mei, Ombdusman Panggil Polri

Ombudsman berencana memanggil Polri pekan depan, pemanggilan itu terkait dengan insiden pada 21 dan 22 Mei lalu.


Perkembangan Kasus Pelanggaran HAM Brimob Dipertanyakan

Perkembangan Kasus Pelanggaran HAM Brimob Dipertanyakan

Kelanjutan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan oknum Brimob saat menangani kerusuhan 21-22 Mei dipertanyakan Amnesty Internasional Indonesi


Jika Ada Keinginan Kasus Novel Bisa Terungkap

Jika Ada Keinginan Kasus Novel Bisa Terungkap

Amnesty Internasional Indonesia menyebut pihak kepolisian kesulitan mengusut dan menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.


77 Peserta Lolos Uji Kompetensi Komisi Kejaksaan

77 Peserta Lolos Uji Kompetensi Komisi Kejaksaan

77 dari 88 peserta Calon Anggota Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI) 2019-2023 dinyatakan lulus seleksi tahap awal.


Jokowi Harus Ambil Alih Kasus Novel Baswedan

Jokowi Harus Ambil Alih Kasus Novel Baswedan

Hingga saat ini belum ada titik terang dalam pengungkapan aktor utama penyerangan penyidik KPK, Novel Baswedan.


Pistol Glock 42 yang Tewaskan Korban Kerusuhan

Pistol Glock 42 yang Tewaskan Korban Kerusuhan

Penyelidikan kasus penembakan saat kerusuhan 21-22 Mei makin terang. Polisi mengklaim telah mengetahui identitas pelaku.


Seret Brimob Penganiaya saat Rusuh 21-22 Mei ke Pidana Umum

Seret Brimob Penganiaya saat Rusuh 21-22 Mei ke Pidana Umum

Amnesty Internasional Indonesia mendatangi Bareskrim Polri, Senin (8/7), menanyakan perkembangan investigasi kerusuhan 21-22 Mei lalu.


Tak Ada UU Larang Polri dan Jaksa Ikut Seleksi KPK

Tak Ada UU Larang Polri dan Jaksa Ikut Seleksi KPK

Pansel capim KPK diminta kerja keras untuk melahirkan sosok pimpinan lembaga anti rasuah yang berkualitas.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!