Kriminal
Share this on:

Awas... Bahaya Penyalahgunaan Pil Tramadol

  • Awas... Bahaya Penyalahgunaan Pil Tramadol
  • Awas... Bahaya Penyalahgunaan Pil Tramadol

BEKASI - Penyalahgunaan pil tramadol di wilayah Kabupaten Bekasi sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, obat penghilang nyeri yang seharusnya dibeli dengan resep dokter itu kini bebas beredar di kalangan para pelajar dan pemuda setempat.

Obat yang dijual murah itu kini disalahgunakan untuk mabuk-mabukan. Para pelajar dan pemuda mengkonsumsi pil tramadol untuk memberikan efek nyaman, tentram dan santai. Tapi bila ingin mabuk, harus mengkonsumsi banyak tablet sekali telan. Tapi bila dikonsumsi dalam jangka waktu lama bisa berujung kematian.

Selasa (7/8), kepolisian setempat mengamankan 427 strip atau sebanyak 4.270 butir pil tramadol dari tangan seorang remaja bernama Rendi, 19. Pil tramadol disukai para pelajar dan pemuda karena efek mabuk atau fly yang lama dan harganya murah.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bekasi, Mulyana merasa prihatin dengan penyalahgunaan obat tramadol tersebut, terutama oleh kalangan pelajar.

Dia mengatakan, pil tramadol memang bisa disalahgunakan untuk mabuk-mabukan tapi efeknya tergantung dosis yang digunakan.

Mulyana juga mengatakan, apalagi bila pil tramadol diracik dengan obat tertentu, dampaknya akan seperti zat psikotropika yang memabukkan. Mulyana juga mengaku, tramadol merupakan obat antinyeri dan tidak ada efek yang membahayakan bagi tubuh bila dikonsumsi.

Tapi memang ada efek jangka panjang bila obat itu dikonsumsi dalam dosis tinggi dan dalam waktu yang lama. ”Kalau diracik kembali dengan campuran obat lain, menghasilkan apa yang diharapkan oleh penggunanya," terangnya juga, Rabu (8/8).

Karena rawan penyalahgunaan itu, maka pil tramadol sangat sulit ditemukan di sejumlah apoteker dan harus dengan resep dokter. Karena, penggunaan obat ini sasarannya adalah para penderita luka atau mereka yang baru saja menjalani operasi.

”Untuk menghilangkan nyeri, para dokter memberikan tramadol ini,” katanya juga. Mulyana juga menjelaskan, ada beberapa jenis tramadol yang saat ini beredar, yakni jenis suntik, kapsul dan tablet. Dalam sehari, maksimal dosis dipakai penderita 400 miligram.

”Tapi memang tergantung tingkat seberapa parah penyakit yang diderita pasien,” katanya juga. Dia juga memaparkan, penderita yang mempunyai gangguan hati dan ginjal memerlukan penyesuaian dosis obat ini. ”Penggunaan dosis 50-100 miligram setiap 12 jam, dan maksimum 200 miligram sehari," katanya juga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi Srieni mengatakan banyak prosedur yang harus ditempuh untuk mendapatkan tramadol. Sebab, selain harus memiliki resep dokter, penjual pun berhak meminta e-KTP. "Tidak bisa sembarang orang membeli obat itu," katanya.

Sebelumnya, jajaran Polsek Cikarang Selatan membekuk seorang remaja bernama Rendi, 19, di Jalan Inspeksi Kalimalang, Kampung Bangkuang, RT 08/04, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa malam (7/8).

Rendi diamankan lantaran hendak menjual ribuan pil obat pereda rasa sakit jenis tramadol tanpa resep dokter. Kepada petugas, Rendi mengaku menjual pil tremadol kepada pelajar dan remaja.

Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Alin Kuncoro mengatakan dari penangkapan itu pihaknya menyita barang bukti berupa 427 strip atau 4.270 pil tramadol yang dibawa Rendi. ”Penangkapan terjadi saat anggota tengah patrol,” terangnya.

Awalnya, petugas yang tengah patroli mencurigai gelagat Rendi yang tengah duduk-duduk di atas sepeda motornya, Honda Revo E 5510 PAL di lokasi penangkapan.

”Karena curiga, petugas mendatangi Rendi karena gelagatnya mencurigakan. Dia seperti sedang menunggu orang namun tidak kunjung datang,” katanya. Saat didatangi petugas, Rendi sempat berusaha melarikan diri tapi akhirnya bisa dibekuk.

Kepada polisi, dia mengelak telah berbuat aksi kejahatan. Namun petugas menggeledah, hingga mendapati ribuan pil tramadol yang dibungkus plastik di gantungan sepeda motor miliknya.

”Saat diinterogasi di lokasi, Redni mengaku bukan seorang apoteker. Dia juga mengaku tidak memiliki izin dalam menjual atau mengedarkan pil tramadol tersebut kepada masyarakat umum,” ujarnya.

Rendi mengaku menjual pil tramadol yang biasa digunakan mabuk para pelajar dan pemuda. Dia juga menjelaskan, dapat untung Rp 16.000 setiap menjual satu trip obat tramadol.

Satu strip pil tramadol dia beli seharga Rp 24 ribu namun dijual lagi kepada bandar Rp 40 ribu.”Si Rendi ini sudah sering menjual pil tramadol. Dia sudah kami tetapkan tersangka,” cetus juga perwira pertama Polri ini lagi.

Akibat perbuatannya menjual obat tanpa resep dokter, Rendi dijerat dengan Pasal 196 Jo Pasal 98 Ayat 2 dan 3 Jo Pasal 197 Jo Pasal 106 Ayat 1 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman penjara di atas lima tahun. (dny/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bawa Ratusan Butir Pil Koplo, Pelajar di Pekalongan Ditangkap Polisi

Bawa Ratusan Butir Pil Koplo, Pelajar di Pekalongan Ditangkap Polisi

Seorang pelajar SMK asal Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, MFR, diamankan Sat Res Narkoba Polres Pekalongan.


Hendak Ambil Paket Pil Koplo, Malah Ditangkap Polisi

Hendak Ambil Paket Pil Koplo, Malah Ditangkap Polisi

Polsek Pekalongan Barat Polres Pekalongan Kota berhasil menggagalkan upaya peredaran obat-obatan jenis psikotropika.


Narkoba Malaysia Teror Indonesia

Narkoba Malaysia Teror Indonesia

Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menyita puluhan ribu pil ekstasi dan puluhan kilogram sabu, dari tangan bandar di perairan Langsa Aceh.


Edarkan Pil Koplo, Mahasiswa Disergap Polisi

Edarkan Pil Koplo, Mahasiswa Disergap Polisi

MA (18), warga Desa Tangkil Tengah Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan.


Sebulan, Enam Pengguna dan Pengedar Narkoba Ditangkap

Sebulan, Enam Pengguna dan Pengedar Narkoba Ditangkap

Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Tegal menangkap enam pelaku penyalahgunaan narkoba di sejumlah tempat sepanjang Oktober.


Peredaran Pil Koplo Kian Mengkhawatirkan

Peredaran Pil Koplo Kian Mengkhawatirkan

Sragen menjadi pemasok utama pil koplo di Bumi Orek-orek. Ini jika menilik catatan Pengadilan Negeri (PN) Ngawi.


Lepas dari Penganiayaan, Kesandung Pil Koplo

Lepas dari Penganiayaan, Kesandung Pil Koplo

Setelah dua bulan hidup dari menjual obat terlarang, Fendi Saputro alias Bendot ditangkap Unit Reskrim Polsek Sambit, Senin (23/7) lalu.


Terlibat Narkoba, Napi Diasingkan dan Remisi Dicabut

Terlibat Narkoba, Napi Diasingkan dan Remisi Dicabut

Puluhan narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Bandarlampung atau Lapas Rajabasa yang terindikasi terlibat penyalahgunaan narkoba.


Jual Pil Koplo, Seorang Nelayan Dibekuk

Jual Pil Koplo, Seorang Nelayan Dibekuk

Usai mengungkap kasus narkoba jenis sabu-sabu, Satuan Narkoba Polres Tegal Kota kembali mengamankan seorang nelayan.


Terjkatuh dari Motor, Kurir Pil Koplo Ditangkap Polisi

Terjkatuh dari Motor, Kurir Pil Koplo Ditangkap Polisi

Seorang pemuda diamankan anggota Sat Narkoba Polres Pekalongan, Kamis (6/4) malam.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!