Kriminal
Share this on:

Balita Diculik lalu Diajak Mengemis

  • Balita Diculik lalu Diajak Mengemis
  • Balita Diculik lalu Diajak Mengemis

JAKARTA - Tim Subdit 2 Resmob Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku penculikan balita bernama, Anisa Suci Andriwibowo (3) yang dilaporkan hilang sejak, Selasa (9/4) lalu. Gadis mungil itu ditemukan pihak kepolisian di sekitar Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (14/4) sore.

Saat ditemukan, Annisa tengah bersama perempuan yang terekam dalam kamera CCTV saat menculiknya di lingkungan Masjid Al-Amin, Perumahan Bintarajaya, Bekasi Barat, tempat tinggal korban. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pelaku bernama Anggraeni (55) mengaku berasal Yogyakarta.

Motif penculikan diduga pelaku mengajak Annisa untuk mengemis. Anisa kini sudah kembali ke pangkuan orang tuanya meski masih mengalami trauma. "Keterangan sementara pelaku, motif aksinya untuk dieksploitasi ekonomi sebagai pengemis. Dan pelaku sendiri tinggal berpindah-pindah masjid, dan biasanya suka bersih-bersih masjid lalu, suka dikasih uang sama jamaah," jelas Argo.

Lanjut Argo, dari pengakuan pelaku membawa korban dari Masjid Al-Amin Bekasi, lantaran merasa kasihan. Namun demikian, saat dibawa pergi dari sana korban pun diajak mengemis demi meminta belas kasihan masyarakat. "Kalau kita tanya motifnya itu tadi, motifnya dia awalnya merasa ini anak sendirian, kemudian dia gendong, tapi dalam perjalanan waktu anak ini digunakan untuk timbulkan rasa iba dan belas kasih kepada orang yang terlihat sehingga orang beri sesuatu, dalam hal ini uang," ungkap Argo.

Terpisah, Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi menuturkan, pihaknya berhasil diungkap kasus ini bermula, dari informasi Polsek dan Polres Metro Bekasi Kota terkait kasus penculikan anak. "Dari info itu, cek tkp, introgasi saksi, dan melakukan penyelidikan rekaman CCTV di masjid. Selanjutnya, kita pun berhasil buat sketsa wajah pelaku dan menyebarkan ke masyarakat, seperti di Stasiun dan terminal berikut poto korban juga," kata Ade saat dihubungi Fajar indonesia Network.

Lebih jauh, diakui Ade, saat penangkapan pelaku sempat menyangkal kalau dia bukan penculik dan korban yang ada dalam penguasaannya itu diakui sebagai cucunya."Ya tentu biasa, dan sudah manusiawi setiap tersangka menyangkal perbuatannya, tapi kami punya bukti dan langsung menghubungi keluarganya. Saat itu pula pelaku tak bisa mengelak," terang Ade.

Ade mengungkapkan, selama enam hari bersama pelaku korban ini dibawa untuk berpindah-pindah tempat."Jadi, selain diculik, dilakukan eksploitasi ekonomi untuk diajak mengemis, dan selama enam hari itu mereka berpindah-pindah, dari Cakung, Ciledug, Toko buah Kebayoran Lama, lalu Stasiun Kebayoran, balik lagi ke Ciledug, dan beberapa tempat lainnya. Dan tinggal di masjid atau musolla," ungkapnya.

Pelaku sendiri mengakui, kata Ade, kalau korban sempat dibawa ke orang pintar di daerah Klender dan Bogor, karena khawatir tak bisa bicara dan alasannya mirip cucunya. Dan setelah dibawa itu, akhirnya si anak bisa bicara. "Sekali lagi Alhamdulillah, kami senang kondisi A sudah pulih. Dan dia zehat walafiat, sekarang pun sudah ada bersama ibunya lagi, karena dia juga mendapat pengawasan pelaku yang merupakan wanita yang pengalaman, semoga tak ada trauma," imbuhnya.

Adapun atas psrbuatannya, pelaku dijerat Pasal 328 KUHP dan/atau Pasal 330 KUHP dan/atau Pasal 83 jo Pasal 76F dan/atau Pasal 88 jo Pasal 76I UURI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. "Ancamannya 20 tahun penjara, "tutup Ade.

Saat ditemukan oleh aparat kepolisan dari Polda Metro Jaya, sambung Aprilina, anaknya sempat menangis. "Cuma pas lihat saya dia langsung panggil 'mamah' karena langsung tau sama saya," tutur Aprilina.

Sementara ibu korban Aprilina Lestari (18) mengaku sangat bersyukur penemuan itu. Ia begitu senang dengan ditemukannya kembali anak semata wayangnya itu. Menurutnya, saat bertemu dengan anaknya, ia sempat mengobrol dengan pelaku dan terkesan melantur. "Alhamdulillah senang bisa kumpul lagi, itu doang yang penting mah anak saya udah pulang sudah gitu saja," ungkap Aprilina. (fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Indonesia Vonis Warga Prancis Hukuman Mati

Indonesia Vonis Warga Prancis Hukuman Mati

Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan vonis hukuman mati seorang warga negara Prancis bernama Felix Dorfin, Senin (20/5) lalu.


Tersangka Korupsi Alsintan Masih Gelap

Tersangka Korupsi Alsintan Masih Gelap

Penetapan tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) 2015 lalu belum jelas.


Sembilan Pelaku Serangan Bom Gereja di Sri Lanka

Sembilan Pelaku Serangan Bom Gereja di Sri Lanka

Kepolisian Sri Lanka merilis nama sembilan pelaku serangan bom bunuh diri beruntun, yang menewaskan 253 orang pada Hari Paskah lalu.


April Lalu, Ditemukan 486 Konten Berita Hoax

April Lalu, Ditemukan 486 Konten Berita Hoax

Kominfo mengidentifikas 486 berita bohong pada April lalu, dan hampir separuh di antaranya adalah hoaks politik.


MA Kuatkan Putusan Bebas Dahlan Iskan

MA Kuatkan Putusan Bebas Dahlan Iskan

Pekan lalu (22/4), Mohamad Askin, Leopold Luhut Hutagalung, dan Surya Jaya sebagai hakim agung memutus perkara kasasi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum Kej


Polisi Tak Akan Toleransi Konten Provokasi di Medsos

Polisi Tak Akan Toleransi Konten Provokasi di Medsos

Pasca pemungutan suara pada 17 April 2019 lalu, bermunculan akun-akun media sosial (medsos) berisi konten provokasi.


 Sedang Santap Mi Ayam, Pria Kejang-kejang lalu Meninggal Dunia

Sedang Santap Mi Ayam, Pria Kejang-kejang lalu Meninggal Dunia

Maut bisa datang di mana saja dan kapan saja. Seperti dialami Rudi Hendrawan (44), warga Perum Armada Village RT 5 RW 5 Desa Danurejo, Mertoyudan, Magelang.


Logistik Pemilu yang Terbakar di Malaysia Bukan Sabotase

Logistik Pemilu yang Terbakar di Malaysia Bukan Sabotase

Kasus kebakaran enam kotak dan 1.818 lembar surat suara Pemilu 2019 di Jalan Sapi Nangoh, Pamol, Sandakan, Negeri Sabah, Malaysia 7 April lalu, belum terungkap.


Penculikan Balita di masjid Terekam CCTV

Penculikan Balita di masjid Terekam CCTV

Anisa Suci Andriwibowo (3), putri pasangan suami istri (Pasutri) Ardiwibowo (29) dan Aprilina Lestari (20) menjadi korban penculikan.


Jika Terbukti Korupsi, Najib Razak Bisa Dipenjara Seabad

Jika Terbukti Korupsi, Najib Razak Bisa Dipenjara Seabad

Kasus dugaan korupsi yang menimpa mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mulai disidangkan, Rabu (3/4) lalu, di Kuala Lumpur.



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!