Kriminal
Share this on:

Bandar, Pengedar, dan Pengguna Pil Koplo Dibekuk Polisi

  • Bandar, Pengedar, dan Pengguna Pil Koplo Dibekuk Polisi
  • Bandar, Pengedar, dan Pengguna Pil Koplo Dibekuk Polisi

NGAWI - Satu mata rantai peredaran pil koplo di Bumi Orek-Orek berhasil diputus polisi. Dini hari kemarin (11/2), seorang bandar dan dua pengedar berhasil dibekuk. Bersamaan dengan itu, seorang pengguna ikut digelandang ke Mapolres Ngawi. ‘’Dari tangkapan ini, kami mengamankan barang bukti ratusan butir pil koplo dobel L,’’ kata Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu kemarin (11/2).

Natal –sapaan kapolres– mengungkapkan, terbongarnya jaringan peredaran pil koplo tersebut berawal dari informasi masyarakat. Adalah Heri Cahyono, 26, asal Dusun Pulerejo, Desa/Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, otak peredarannya.

Heri dibekuk aparat kepolisian saat bertransaksi dengan Agus Supriyanto, 25, warga Dusun Nganti, Desa Babadan, Pangkur, Ngawi. ‘’Keduanya ditangkap di depan rumah tersangka AS dini hari tadi (kemarin, Red) sekitar pukul 00.30,’’ terang Natal.

Dari tangkapan tersebut polisi mengamankan 142 butir pil koplo siap edar. Pil warna putih berlabel LL tersebut dikemas plastik klip dengan isi beragam. Ditengarai, jaringan peredaran termasuk jaringan dari luar daerah.

Hasil interogasi, Heri mengaku mendapat pasokan pil koplo dari Surabaya. Di hadapan petugas, pemuda itu menyebut sudah enam bulan belakangan mengedarkan pil setan tersebut di wilayah Ngawi bagian timur. ‘’Peredaraan sudah merambah dusun-dusun.’’ ujar Natal.

Dari ‘’nyanyian’’ Heri, sekitar pukul 02.00 polisi menangkap seorang anak bnuahnya bernama Sutrisno, 31, warga Dusun/Desa Ploso Lor, Karangjati. Dari tangannya, diamankan sebanyak 230 butir pil koplo.

Sesaat sebelum penangkapan Sutrisno. Tim tumpas narkoba Polres Ngawi juga mendapat satu tangkapan. Maryanto, 25, warga Dusun Betro, Desa Sembung, Karangjati, diamankan dengan barang bukti lima butir pil koplo dalam kemasan plastik klip.

Maryanto disergap polisi di rumahnya sekitar pukul 01.30 kemarin. ‘’Saat ini, kami lakukan penyidikan lebih lanjut kepada para tersangka,’’ ujarnya. (mg8/isd/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Audit Dana Kampanye Bukan Wewenang KPK

Audit Dana Kampanye Bukan Wewenang KPK

KPK mengaku tidak bisa melakukan audit dana kampanye capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin.


Berkas Perkara Eggi dan Lieus Dilimpahkan

Berkas Perkara Eggi dan Lieus Dilimpahkan

Polri telah melimpahkan berkas perkara tahap I kasus dugaan makar dua tokoh ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta pekan ini.


Nasib Permohonan Perlindungan Hukum Kivlan Zein

Nasib Permohonan Perlindungan Hukum Kivlan Zein

Tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zein meminta perlindungan hukum kepada Kemenenko Polhukam dan Kementerian Pertahanan (Menhan), Rabu (12/6


Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Polisi Tunggu Kajian Dewan Pers

Bareskrim memastikan laporan soal tim mawar harus menunggu kajian dan rekomendasi dari Dewan Pers.


Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Polisi Kembali Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu dari Malaysia

Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 37 kilogram narkotika jenis sabu asal Malaysia.


Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

Ustadz Lancip Diperiksa Pekan Depan, Pria Bersorban Hijau Ditahan

KH Ahmad Rifky Umar Said Barayos atau kerap disapa Ustadz Lancip harus berurusan dengan polisi.


Sjamsul Nursalim dan Istrinya Diminta Kooperatif

Sjamsul Nursalim dan Istrinya Diminta Kooperatif

Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim diminta untuk kooperatif menjalani proses hukum yang tengah ditangani penyidik KPK.


Insya Allah, Putusan PHPU Selesai Habis Salat Jumat

Insya Allah, Putusan PHPU Selesai Habis Salat Jumat

Ketua MK Anwar Usman berharap situasi keamanan pasca-putusan PHPU Presiden dan Wakil Presiden 2019 terkendali.


Syamsul Nursalim Akhirnya Jadi Pesakitan

Syamsul Nursalim Akhirnya Jadi Pesakitan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan pasangan suami istri SJN dan ITN sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.


Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

Polisi Bekuk Pria Bersorban Hijau Pengancam Jokowi

Polisi menangkap seseorang yang diduga sebagai pria bersorban hijau yang mengancam akan membunuh Presiden Jokowi dan Wiranto, Jumat (24/5) lalu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!