Kriminal
Share this on:

Baru Seminggu Bebas, Eeh... Ngejambret Lagi

  • Baru Seminggu Bebas, Eeh... Ngejambret Lagi
  • Baru Seminggu Bebas, Eeh... Ngejambret Lagi

JAKARTA - Baru sepekan menghirup udara kebebasan, Sapta Maulana, 27, kembali merasakan pengapnya sel tahanan dalam keadaaan babak belur. Residivis ini memang nampaknya keranjingan menjadi penjambret di jalanan.

Septian ditangkap massa dan dihajar beramai-ramai lantaran merampas ponsel Surahmi (22), di Jalan Kalibaru Senen Jakarta Pusat pada Rabu dinihari (18/10), sekitar pukul 01.00 WIB. Kapolsek Senen Kompol Indra Tarigan menjelaskan, saat kejadian korban yang baru pulang kerja lembur shift malam dan hendak pulang ke rumahnya.

Saat itu korban turun dari angkot lalu berjalan kaki di atas trotoar di pinggir jalan menuju rumahnya yang sudah tak jauh lagi. Lantaran ponselnya bordering, kontan korban mengangkat ponselnya dan berbicara kepada kawan yang sedang menghubunginya.

Namun mendadak, dua pelaku yang mengendarai motor bebek memepet korban dan merampas ponsel yang sedang digenggam korban. Begitu ponsel berpindah tangan, spontan korban berteriak-teriak minta tolong. Teriakan korban didengar warga yang langsung berdatangan hendak menolong.

Melihat massa berdatangan, kedua pelaku grogi dan berniat kabur ke arah Jalan Letjen Soeprapto Poncol Senen. Sialnya, di saat kedyua pelaku tancap gas, Septian yang duduk diboncengan terpelanting ke jalan dan langsung merasakan amukan massa.

Seketika itu juga Septian menjadi bulan-bulanan massa hingga wajah dan tubuhnya babak belur. Beruntung mobil patroli Polsek Senen yang tengah melintas langsung bisa mengamankannya dan langsung menggelandangnya ke Mapolsek Senen untuk menjalani proses hukum.

Sejumlah barang bukti juga disita dari Septian, di antaranya pisau lipat milik Septian dan ponsel milik korban.

”Sesuai catatan kepolisian, ternyata yang bersangkutan (Septian) pernah ditahan dalam kasus yang sama. Dia ini bahkan baru keluar Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) seminggu lalu. Jadi tidak kapok dia ini. Sedangkan satu pelaku yang kabur sudah kami ketahui identitasnya dan saat ini dalam pengejaran tim kami,” terang Indra di Mapolsek Senen, Rabu (18/10). (ind/jpnn)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Lansia Meninggal, Polisi Temukan Tisu Magic

Lansia Meninggal, Polisi Temukan Tisu Magic

Lagi, seorang tamu Hotel Benua Mas ditemukan tak bernyawa di kamar hotel Pontianak Utara pada Jumat (10/8) siang.


Lagi, Penjual Judi Togel Ditangkap

Lagi, Penjual Judi Togel Ditangkap

Pemberantasan togel oleh Satreskrim Polres Banyumas, terus dilakukan.


Buru Pelaku Tawuran, Kerahkan Tim Khusus

Buru Pelaku Tawuran, Kerahkan Tim Khusus

Kasus kekerasan pelajar berupa tawuran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang terus memakan korban nampaknya tidak bisa ditolerir lagi.


Lagi, Begal Tewas Diterjang Timah Panas

Lagi, Begal Tewas Diterjang Timah Panas

Polres Muara Enim tak main-main membasmi pelaku begal.


Zumi Zola Jadi Tersangka Lagi

Zumi Zola Jadi Tersangka Lagi

Gubernur Jambi (nonaktif) Zumi Zola Zulkifli kembali menyandang status tersangka, kemarin (10/7).


Kasus Asmara Berdarah Direkonstruksi

Kasus Asmara Berdarah Direkonstruksi

Kasus pembunuhan bermotif asmara di Kabupaten Cirebon dengan tersangka AF (18) beberapa waktu memasuki babak baru.


Rem Truk Blong, Dua Nyawa Melayang Lagi

Rem Truk Blong, Dua Nyawa Melayang Lagi

Kecelakaan maut kembali terjadi di pertigaan Pasar Kertek, Sabtu lalu (30/7). Akibatnya, dua orang meninggal dunia dan dua orang lainya mengalami luka parah.


Pembunuh Anak Kandung Dituntut 15 Tahun

Pembunuh Anak Kandung Dituntut 15 Tahun

Sidang kasus pembunuhan Hasanuddin (10) oleh ibu kandung dan ayah tirinya, memasuki babak baru.


Gembosi Ban pakai Obeng, Maling Gondol Uang Rp426 Juta

Gembosi Ban pakai Obeng, Maling Gondol Uang Rp426 Juta

Aksi kejahatan dengan modus pecah ban kambuh lagi di Kota Semarang.


Penjual Miras Bisa Dijerat dengan UU Pangan

Penjual Miras Bisa Dijerat dengan UU Pangan

Kurang 281 liter lagi, arak jowo (arjo) yang berhasil disikat sepuluh hari terakhir nyaris tembus 1.000 liter.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!