Kriminal
Share this on:

Bawa Ratusan Butir Pil Koplo, Pelajar di Pekalongan Ditangkap Polisi

  • Bawa Ratusan Butir Pil Koplo, Pelajar di Pekalongan Ditangkap Polisi
  • Bawa Ratusan Butir Pil Koplo, Pelajar di Pekalongan Ditangkap Polisi

TERTANGKAP – Seorang pelajar SMK asal Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan harus berurusan dengan berwajib, kemarin. (muhammad hadiyan/rapek)

KAJEN - Seorang pelajar SMK asal Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, MFR (19), diamankan Sat Res Narkoba Polres Pekalongan lantaran nekat mengedarkan pil hexymer. Penangkapan ini dilakukan di sebuah rumah yang berada di Dukuh Plosoran, Tangkil Kulon.

Saat ditangkap, polisi berhasil mengamankan ratusan butir pil hexymer dari TKP. Kasubag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom mengungkapkan, penangkapan ini dilakukan, Rabu sore (21/11) pukul 16.00 WIB.

Petugas mendapatkan informasi dari warga bahwa di sekitar Simpang Tiga Puri Kedungwuni Kabupaten Pekalongan sering digunakan beberapa pemuda sebagai tempat mengonsumsi obat-obatan. ”Dari informasi tersebut, selanjutnya petugas membentuk tim untuk melakukan penyelidikan,” jelas Iptu Akrom.

Saat melakukan penyelidikan, tim mencurigai seorang laki-laki dengan rambut yang disemir putih terlihat dengan gelagat yang mencurigakan. Tak lama, tim mendekati dan meminta keterangan dari pemuda tersebut.

”Dari hal itulah, tim memperoleh keterangan bahwa laki-laki itu menyimpan 5 paket obat hexymer. Tiap paketnya berisi 3 butir,” jelasnya.

Setelah itu, ditemukan rumah terlapor. Selanjutnya dilakukan penangkapan dan mengamankan barang bukti yang ada. Terlapor dan barang bukti dibawa ke Polres untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya, di dua plastik kresek warna hitam masing–masing berisi 60 paket obat hexymer dan tiap paket berisi 3 butir. Dengan demikian, jumlahnya total mencapai 180 butir.

Selain itu, lanjut dia, ada lima paket obat hexymer terbungkus plastik klip transparan tiap paket berisi 3 butir dengab total 15 butir. ”Barang bukti lain yakni, satu kantong plastik kresek warna hitam bekas digunakan sebagai bungkus obat, uang tunai sebesar Rp100 ribu dan satu unit Handphone merk Samsung,” paparnya.

Atas perbuatannya ini, MFR telah melanggar pasal 197 subsider pasal 196 lebih subsider 198 UURI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. (yan/fat/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dua Kapal Penyelundup BBM Diciduk

Dua Kapal Penyelundup BBM Diciduk

Kapal MT yang diduga melakukan transfer BBM ilegal di Perairan Muara Baru, Jakarta Utara ditangkap, Kamis (18/7).


Pengacara Tomy Winata yang Pukul Hakim Dipenjara

Pengacara Tomy Winata yang Pukul Hakim Dipenjara

Desrizal, salah seorang pengacara Tomy Winata, ditetapkan polisi sebagai tersangka Kasus pemukulan Hakim PN Jakarta Pusat.


334 Tersangka Kerusuhan Mei Segera Diadili

334 Tersangka Kerusuhan Mei Segera Diadili

Polri telah menuntaskan berkas perkara ratusan pelaku kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta. Berkasnya sudah dinyatakan lengkap.


Pimpinan KPK Harus Ada Polisi dan Jaksanya

Pimpinan KPK Harus Ada Polisi dan Jaksanya

Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK periode 2019-2023 diingatkan agar memilih pimpinan KPK yang memenuhi unsur penyidikan dan penuntutan.


Bandar Narkoba Internasional Jaringan Aceh Dimiskinkan

Bandar Narkoba Internasional Jaringan Aceh Dimiskinkan

Bandar narkoba internasional jaringan Aceh dimiskinkan Badan Narkotika Nasional (BNN). Seluruh aset tersangka berinisial KML disita usai ditangkap.


Tawarkan Gaji Besar, 7 Pelaku Human Trafficking Ditangkap

Tawarkan Gaji Besar, 7 Pelaku Human Trafficking Ditangkap

Tujuh pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human trafficking ditangkap aparat Bareskrim Polri.


BNN Musnahkan Ganja, Sabu dan Ekstasi di Aceh

BNN Musnahkan Ganja, Sabu dan Ekstasi di Aceh

Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkoba berupa 338 Kg ganja kering, 52 Kg sabu, dan 22.766 butir pil ekstasi.


Polisi Endus Keberadaan Pelaku Penembakan saat Rusuh

Polisi Endus Keberadaan Pelaku Penembakan saat Rusuh

Polri mengklaim telah mengantongi indentitas pelaku penembakan yang menyebabkan beberapa anggota masyarakat tewas saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.


Polisi Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Habil Marati

Polisi Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Habil Marati

Polri tengah mempertimbangkan penangguhan penahanan Habil Marati, tersangka kasus makar yang dituding berperan sebagai penyandang dana.


Selundupkan Gula Ilegal, Empat WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Selundupkan Gula Ilegal, Empat WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Empat warga negara Indonesia (WNI) ditangkap Kepolisian Maritim Malaysia di Tawau (Negeri Sabah), Malaysia, Kamis (11/7) lalu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!