Kriminal
Share this on:

Bayi Perempuan Lima Bulan Dikubur Hidup-hidup Ibu Kandungnya

  • Bayi Perempuan Lima Bulan Dikubur Hidup-hidup Ibu Kandungnya
  • Bayi Perempuan Lima Bulan Dikubur Hidup-hidup Ibu Kandungnya
  • Bayi Perempuan Lima Bulan Dikubur Hidup-hidup Ibu Kandungnya
  • Bayi Perempuan Lima Bulan Dikubur Hidup-hidup Ibu Kandungnya

PURWAKARTA - Diduga karena depresi, Ibu kandung di Kampung Pasirmuncang Desa Pusakamulya Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta tega mengubur anak balitanya hidup-hidup, Rabu (27/3). Beruntung bayi perempuan yang baru berusia lima bulan itu, berhasil diselamatkan.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, Wartini (35), ibu kandung bayi malang itu, diketahui mengalami depresi saat usia kandungannya tujuh bulan. Fakta itu dibenarkan Kapolsek Kiarapedes Iptu Toto Herman Permana.

Menurut Kapolsek, pelaku diduga mengubur bayinya sendiri, Dian Asriani, saat suaminya sedang bekerja di kebunnya sekitar pukul 10.00 WIB. “Awalnya, adik ipar pelaku, Atikah (32), menghampiri pelaku dan menanyakan keberadaan bayinya yang tak terlihat bersamanya. Oleh pelaku dijawab bayinya hilang.”

Mendengar jawaban pelaku, lanjut Kapolsek, Atikah segera bergegas mencari keberadaan bayi kakak iparnya itu, sembari meminta bantuan kepada tetangganya.

“Saat mencari-cari itulah, Atikah teringat jika pelaku sempat menggali lubang sehari sebelumnya. Katanya untuk menanam tanaman,” ujar Toto lagi.

Kemudian, sambung Toto, Atikah memeriksa lubang yang berada di belakang rumah dan menemukan dua lubang. Saat lubang pertama digali, dia tidak menemukan apa-apa. Barulah ketika menggali lubang kedua, Atikah dan para tetangganya terkejut.

“Di lubang kedua ditemukan kain putih yang menyembulkan tangan bayi. Oleh Atikah bayi malang itu diangkat dan dibawa ke Puskesmas Wanayasa. Alhamdulillah masih bernapas,” ujarnya.

Akibat dikubur hidup-hidup, bayi lima tahun itu mengalami hipotermia (kedinginan). “Untung bayinya segera ditemukan dan langsung mendapat perawatan. Saat ini bayi itu berada RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk mendapat pelayanan lebih intensif,” tutupnya. (add/man/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sikap PBB Terhadap Veronika Koman Tak Berimbang

Sikap PBB Terhadap Veronika Koman Tak Berimbang

Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa menilai, pernyataan sikap lima pelapor khusus hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait


Kapolri Rotasi Lima Jenderal

Kapolri Rotasi Lima Jenderal

Lima perwira tinggi (Pati) Polri mendapat tugas dan jabatan baru dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.


Jaksa Agung Tak Persoalkan Pimpinan KPK Terpilih

Jaksa Agung Tak Persoalkan Pimpinan KPK Terpilih

Komisi III DPR telah memilih lima komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) priode 2019-2023.


Sidang Pelaku Christchurch Ditunda

Sidang Pelaku Christchurch Ditunda

Persidangan pelaku penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru ditunda sebulan. Hal itu lantaran bersamaan dengan Bulan Suci Ramadhan tahun depan.


Tampar Bayi, TKI di Malaysia Divonis Enam Bulan Penjara

Tampar Bayi, TKI di Malaysia Divonis Enam Bulan Penjara

Seorang TKI yang berprofesi sebagai babysitter dihukum denda oleh Pengadilan Malaysia, karena menampar pipi seorang bayi berusia enam bulan.


Lima Jazad Penambang Emas di Yahukimo Belum Ditemukan

Lima Jazad Penambang Emas di Yahukimo Belum Ditemukan

Kasus penyerangan kelompok bersenjata tajam kepada ratusan penambang emas di Yahukimo, Papua beberapa waktu lalu masih didalami polisi.


Lahirkan Bayi, Seorang TKI di Malaysia Terancam Hukuman

Lahirkan Bayi, Seorang TKI di Malaysia Terancam Hukuman

Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berstatus sebagai pekerja rumah tangga (PRT) di Malaysia terancam mendapat hukuman mati.


Dipanah, Lima Penambang Emas di Papua Dibunuh Kelompok Tak Dikenal

Dipanah, Lima Penambang Emas di Papua Dibunuh Kelompok Tak Dikenal

Saat situasi keamanan di Bumi Cenderawasih mulai kondusif, anggota kelompok separatis justru berulah.


Soal Kebiri Kimia, IDI Harus Tunduk UU

Soal Kebiri Kimia, IDI Harus Tunduk UU

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise mengatakan hukuman kebiri kimia bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak ha


Sedang Hamil, TKI di Singapura Dipenjara

Sedang Hamil, TKI di Singapura Dipenjara

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Poniyem (41), yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) divonis empat bulan penjara di Singapura.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!