Kriminal
Share this on:

BB Musnah, Ngotot SS 1 Kg Bukan Miliknya

  • BB Musnah, Ngotot SS 1 Kg Bukan Miliknya
  • BB Musnah, Ngotot SS 1 Kg Bukan Miliknya

SURABAYA - Proses persidangan kasus penyelundupan sabu-sabu (SS) asal Vietnam menyita perhatian. Tidak saja karena kuantitasnya yang mencapai 1,175 kilo, terdakwa Nguyen Thi Thanh He ngotot tak mengakui SS itu miliknya. Apalagi dalam sidang sebelumnya muncul fakta barang bukti (BB) SS tersebut telah dimusnahkan.

Inilah yang kemudian membuat majelis hakim memita Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nur Rachman menghadirkan dua saksi dari Petugas Bea Cukai Bandara Sidoarjo . Mereka, Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda, Alan Marton dan Andi Suhartono.

Di depan hakim, meraka mengatakan, pada bulan 19 Maret 2018 bertempat di Terminal kedatangan Internasional Bandara Juanda Surabaya di Jalan Bandara Juanda mencurigai adanya barang bawaan penumpang. Hal itu diketahui berdasarkan mesin X-rai bandara. Setelah dicek, koper tersebut milik terdakwa.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, serbuk kristal berwarna putih yang ditemukan di dinding Troli warna hitam milik terdakwa," ujar saksi Andi Suhartono, Rabu (17/10)

Andi mengatakan barang yang diduga SS tersebut ditaruh di dinding koper pada bagian dalam dinding koper. Setelah saksi mengetahui narkotika yang diduga SS tersebut, pihak bea cukai lantas melaporkanya ke Ditresnarkoba Mapolda Jatim. Hasil uji dengan alat Narcotest Kit memastikan mengandung methamphetamin 60%.

Menanggapi keterangan saksi, terdakwa Nguyen Thi Thanh He melalui penterjemah bahasa Vietnam, Trisnawan membenarkan keterangan saksi. Akan tetapi terdakwa mengaku tak tahu menahu adanya sabu di dalam kopernya. "Benar itu koper saya. Tapi saya tidak tahu sabu-sabu tersebut" ujar penterjemah bahasa Vietnam Trisnawan

Di luar persidangan, penasehat hukum terdakwa Fran Lufti Rachman mengatakan jika keterangan saksi dari petugas bea cukai masih belum cukup. Dalam perkara ini, Lufti mengaku perlu saksi lain untuk diperiksa dipersidangan.

"Menurut klien kami, ya sementara (keterangan saksi) di iyakan. Tapi kami masih perlu saksi lain untuk diperiksa" ujarnya.

Menurut keterangan klienya, bahwa terdakwa pada saat itu hendak berlibur ke Indonesia untuk mencari contoh baju. Oleh agen tiket di Vietnam terdakwa disarankan untuk ke Indonesia, karena di Indonesia model bajunya bagus.

"Karena tasnya jelek, tas itu dibelikanlah oleh tiketing itu, berangkatlah kesini, tidak tahu kalau didalamnya ada sabu-sabu satu kilo itu" ujar penasehat hukum terdakwa Fran Lufti Rachman

Terdakwa masih sama seperti sidang sebelumnya. Tetap mengelak memiliki SS itu. Padahal SS itu berada di dalam kopernya. (yua/rtn/jpg)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Karyawan Bobol Toko Majikan

Karyawan Bobol Toko Majikan

Semua orang pastinya ingin memiliki tabungan yang bermanfaat di masa depan. Namun tabungan yang diperoleh dari usaha ilegal bukan manfaat yang didapat.


Di Depan Anaknya, Ibu Tewas Pertahankan Tas

Di Depan Anaknya, Ibu Tewas Pertahankan Tas

Anna Pujiastutik (42), warga Jalan Kalimas Baru 2 Lebar /64 B, Surabaya, tewas saat mencoba mempertahankan tas miliknya dari pelaku begal.


Polisi Pastikan Bukan Bunuh Diri

Polisi Pastikan Bukan Bunuh Diri

Polisi berupaya mengungkap kasus penemuan sosok mayat laki-laki bernama Stefanus Balim, yang sebelumnya ditemukan tewas.


“Termakan” Rayuan, Pelajar Digerebek di Penginapan

“Termakan” Rayuan, Pelajar Digerebek di Penginapan

Sempat menghilang selama sepekan, Melati (bukan nama sebenarnya) akhirnya kembali ke pangkuan orangtuanya.


Besi Proyek Double Track Kereta Api Dimaling

Besi Proyek Double Track Kereta Api Dimaling

Bukan hanya barang berharga yang menjadi sasaran pencuri. Namun, sejumlah material proyek pembangunan pun tak luput dari endusan pencuri.


Hendak Kabur ke Jakarta, Pelaku Pembacokan Siswa SMA Dibekuk

Hendak Kabur ke Jakarta, Pelaku Pembacokan Siswa SMA Dibekuk

Pelaku pembacokan saat konvoi perayaan kelulusan SMA sederajat di Pati ternyata bukan pelajar. Rohman alias Maman ini telah bekerja.


Asyik Ngamar di Kos, Enam Pasang Remaja Digerebek Polisi

Asyik Ngamar di Kos, Enam Pasang Remaja Digerebek Polisi

Enam pasangan bukan suami istri didobrak polisi saat menggelar razia penyakit masyarakat (pekat), Selasa (10/4) dinihari WIB.


Diceraikan Istrinya, Robinson Gantung Diri.

Diceraikan Istrinya, Robinson Gantung Diri.

Bong Khui Kie (71) terkejut bukan main, ketika melihat anaknya, Robinson tergantung dan tak bernyawa di depan kediamannya


Asik Ngamar, Lima Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan

Asik Ngamar, Lima Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan

Razia penyakit masyarakat gabungan yang dilaksanakan petugas gabungan Polres Pekalongan Kota bersama Kodim 0710 Pekalongan.


Tak Kuat Ditagih Utang, Mending Lapor Polisi Saja

Tak Kuat Ditagih Utang, Mending Lapor Polisi Saja

Rin (bukan nama sebenarnya) menangis di hadapan petugas Polsek Balikpapan Selatan, kemarin.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!