Kriminal
Share this on:

Berkas Korupsi Garuda Indonesia Dilimpahkan

  • Berkas Korupsi Garuda Indonesia Dilimpahkan
  • Berkas Korupsi Garuda Indonesia Dilimpahkan

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah fokus untuk menuntaskan kasus-kasus lama yang mampet. Salah satunya yakni kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls Royce di PT Garuda Indonesia periode 2004-2015.

Kasus itu menjerat dua tersangka. Yaitu mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus beneficial owner Connaught International Pte. Ltd Soetikno Soedarjo.

Keduanya ditetapkan KPK sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017. Akan tetapi, sampai saat ini, keduanya belum juga mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK alias ditahan. KPK belum juga merampungkan penyidikan kasus dugaan suap di PT Garuda.

Ketua KPK Agus Rahardjo optimistis dapat segera merampungkan penyidikan kasus ini. Bahkan Agus menargetkan berkas perkara kasus ini dapat dilimpahkan ke tahap penuntutan dan menyeret kedua tersangka ke Pengadilan Tipikor pada akhir Juli mendatang.

"Paling lambat Juli kita sudah limpahkan ke persidangan," kata Agus kepada wartawan, Minggu (26/5) kemarin.

Agus mengatakan penyidikan kasus ini telah memasuki tahap akhir. Apalagi KPK saat ini telah menerima sejumlah dokumen penting dari otoritas Singapura. Dokumen dari otoritas Singapura ini diperlukan KPK karena Connaught International milik Soetikno yang diduga menerima uang dari Rolls-Royce untuk Emirsyah beroperasi di Negeri Jiran tersebut.

"Paling akhir Juli sudah proses, insya Allah, kerena kita sudah terima berkasnya semua dari Singapura," kata Agus.

Terpisah, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief memastikan kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat milik PT Garuda Indonesia sudah dirampungkan. Saat ini, berkas perkaranya tinggal dilimpahkan ke tahap penuntutan.

"Kalau kasus Garuda sih itu sudah selesai tinggal pelimpahan saja jadi itu saya anggap selesai Garuda," kata Laode.

Dalam kasus ini, KPK menyangka Emirsyah Satar telah menerima uang sebesar USD2 juta dan dalam bentuk barang senilai USD2 juta dari Rolls-Royce melalui pendiri PT MRA Group Soetikno Soedarjo dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd. Suap itu diduga terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia pada 2005 hingga 2014. (riz/ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Penyuap Bowo Segera Disidang
Penyuap Bowo Segera Disidang

Berita Sejenis

Sidang Pemerkosaan WNI di Malaysia Ditunda

Sidang Pemerkosaan WNI di Malaysia Ditunda

Pengadilan Negara Bagian Perak, Malaysia menunda persidangan dugaan pemerkosaan pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia.


Penyuap Pegawai Pajak Dijebloskan ke Penjara

Penyuap Pegawai Pajak Dijebloskan ke Penjara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim.


Lagi, WNI Meninggal saat Antre Buat Paspor

Lagi, WNI Meninggal saat Antre Buat Paspor

Kabar duka kembali menimpa salah satu warga negara Indonesia (WNI), Ngatiyai (57 tahun). Ia meninggal dunia saat mengurus penggantian paspor.


Kebijakan Hukum di Kejagung Akan Diubah

Kebijakan Hukum di Kejagung Akan Diubah

Kebijakan penegakan hukum khususnya korupsi di Kejaksaan Agung akan diubah. Dari awalnya menitikberatkan soal penindakan, digeser pada pencegahan.


Empat Juta Penduduk Indonesia Terpapar Narkoba

Empat Juta Penduduk Indonesia Terpapar Narkoba

Jumlah warga Indonesia yang terpapar narkotika saat ini mencapai 4 juta jiwa. Selain itu, 90 persen kejahatan jalanan dilakukan oleh para pecandu narkotika.


KPK Dorong Pemerintah Daerah Benahi DTKS

KPK Dorong Pemerintah Daerah Benahi DTKS

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong seluruh kepala daerah untuk melakukan pembenahan basis data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).


KPK Beber Dua Kasus Korupsi yang Jadi Perhatian Jokowi

KPK Beber Dua Kasus Korupsi yang Jadi Perhatian Jokowi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak bisa menerka kasus korupsi yang pernah dilaporkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke lembaga antirasuah.


Pencegahan Saja Tak Cukup bagi KPK

Pencegahan Saja Tak Cukup bagi KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini merilis daftar kasus korupsi yang terjadi di 25 provinsi.


Nelayan Indonesia Kembali Ditangkap di Australia

Nelayan Indonesia Kembali Ditangkap di Australia

Pihak berwenang Australia kembali menangkap sebuah perahu nelayan asal Indonesia di perairan negara bagian Northern Territory.


Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Diperiksa KPK Lagi

Mantan Wakil Bupati Lampung Utara Diperiksa KPK Lagi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!