Kriminal
Share this on:

Besok Diumumkan, Kredibilitas Anggota Tim Pakar Kasus Novel Dipertaruhkan

  • Besok Diumumkan, Kredibilitas Anggota Tim Pakar Kasus Novel Dipertaruhkan
  • Besok Diumumkan, Kredibilitas Anggota Tim Pakar Kasus Novel Dipertaruhkan

JAKARTA - Hasil kerja Tim Pakar Investigasi Kasus Novel Baswedan sangat ditunggu. Pada posisi ini, nyali tim bentukan Kapolri itu diuji. Apakah besok (16/7) ada titik terang, siapa dalang di balik kejahatan yang telah menyita perhatian publik ini.

Aktivis 98 Maruli Hendra Utama menegaskan, tim pakar pada saatnya nanti, tidak lagi mengutarakan narasi-narasi yang tidak perlu. "Yang dibutuhkan publik itu siapa tersangkanya. Siapa pelakunya. Jika hanya memaparkan tingkat kesulitan, dan hal-hal normatif, lebih baik segera bubarkan saja," tandas Dosen Sosiologi Universitas Lampung itu, kemarin (14/7).

Presiden Joko Widodo, sambung Maruli, diharapkan segera mengambil langkah cepat. Minimal mempercepat proses temuan. "Ini kan kesannya dipelihara. Dibiarkan berlama-lama. Tanpa titik terang. Dan jika tak sanggup untuk menuntaskan problem menahun ini, lebih baik Kapolri tanggalkan jabatan. Artinya tidak mampu, itu saja!" timpalnya.

Terpisah, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menjelaskan, tim pakar ini terdiri dari berbagai ahli dalam bidangnya. Bahkan pengalamannya banyak yang menjadi tim pencari fakta, seperti Hermawan Sulistyanto, yang pernah menjadi tim pencari fakta kerusuhan 1998.

"Nah dengan kemampuan dan pengalaman itu tentunya laporan itu harusnya mampu mendorong menemukan pelaku ya penetapan tersangka juga," tuturnya.

Bila saat diumumkan itu ternyata tidak mampu mendorong menemukan pelaku, maka kredibilitas dari para senior itu tentunya akan dipertanyakan. Bahkan, mereka akan tercoreng karena tidak membantu masyarakat dalam menemukan kebenaran dalam kasus ini.

"Pakar investigasi harus menjelaskan secar terang benerang. Jangan lips service saja. Apalagi mencari skenario hanya untuk meredam hasrat mengetahui kebenaran. Itu tak baik!" timpalnya.

Ia sepakat jika kondisi ini mengharuskan Presiden Jokowi untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF). Sebab, tim pakar investigasi bentukan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian saja belum ammpu mengungkap kasus. "Maka, laporan itu harus mampu mengungkap pelaku," tegasnya.

Sementara Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, saat ini sedang dipelajari laporan tersebut. Penyerahan laporan itu dilakukan Selasa lalu, maka Selasa depan akan diumumkan oleh Polri. "Tim Pakar Investigasi bersama Kadivhumas," jelasnya.

Soal ditemukan pelaku atau penetapan tersangka, dia mengaku semua itu akan terjawab saat laporan tersebut diumumkan. Yang pasti, Polri juga berhasrat untuk segera menuntaskan kasus tersebut. "Ya agar secepatnya bisa sampai ke penghujung proses penegakan hukum," papar mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu. (mhf/zul/ful/fin)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

KPK Ungkap Suap Restitusi Pajak Perusahaan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap restitusi pajak PT WAE (Wahana Auto Ekamarga).


Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Indonesia Tunggu Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan TKI di Malaysia

Pemerintah Indonesia masih terus menunggu kepolisian Malaysia merampungkan penyelidikan kasus tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga diperkosa


Berkas Kasus Polisi Tembak Polisi Dilimpahkan

Berkas Kasus Polisi Tembak Polisi Dilimpahkan

Berkas perkasa kasus penembakan yang dilakukan tersangka Brigadir Rangga Tianto terhadap Bripka Rahmat Efendi telah selesai. Dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan.


Anggota Polri Diculik dan Dibunuh KKB Papua

Anggota Polri Diculik dan Dibunuh KKB Papua

Dua anggota Polri dihadang kelompom kriminal bersenjata di sekitar kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8) kemarin.


Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bawa Dua Koper, KPK Geledah Tiga Lokasi

Bukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namanya jika tidak bereaksi cepat. Ini setelah mendapatkan beberapa sinyal kuat atas kasus dugaan suap impor bawang.


Kasus Suap Jaksa Kejati Jateng Berlanjut

Kasus Suap Jaksa Kejati Jateng Berlanjut

Kejaksaan Agung mempercepat proses kasus dugaan penerimaan gratifikasi atau suap terkait kasus kepabeanan.


KPK Kejar Penuntasan Kasus Impor Bawang

KPK Kejar Penuntasan Kasus Impor Bawang

KPK mengaku tengah mendalami dugaan adanya praktik memperdagangkan pengaruh dalam kasus suap impor bawang putih.


Selamatkan Aset Rp100 Miliar dari Maluku Utara

Selamatkan Aset Rp100 Miliar dari Maluku Utara

Tim Wilayah XI Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK menemukan potensi penyelamatan aset di Provinsi Maluku Utara Rp100 miliar.


Kejagung Bidik Otak Korupsi Dana Hibah Sumsel

Kejagung Bidik Otak Korupsi Dana Hibah Sumsel

Kasus dugaan korupsi pencairan dana hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tahun 2013 dikembangkan Kejagung.


Tim Teknis Kasus Novel Tak Sentuh Perkara 'Buku Merah'

Tim Teknis Kasus Novel Tak Sentuh Perkara 'Buku Merah'

Kasus Buku Merah yang diduga sebagai salah satu sebab penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan tak menjadi fokus Tim Teknis Polri.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!