Kriminal
Share this on:

Biadab! Tiga Paman Nodai Tiga Keponakannya

  • Biadab! Tiga Paman Nodai Tiga Keponakannya
  • Biadab! Tiga Paman Nodai Tiga Keponakannya

PONTIANAK - Malang nian nasib tiga anak perempuan di bawah umur di Kecamatan Pontianak Utara ini. Panggil saja mereka dengan sebutan Bunga (15), Melati (12) dan Mawar (9).

Sejak sang ayah dan kakeknya meninggal, ketiga kakak adik kandung ini dititipkan di rumah pamannya. Tak lain adalah saudara kandung dari ayahnya.

Namun tak seperti yang dibayangkan. Lelaki dewasa yang diharapkan menjadi pelindung justru menghancurkan harapan dan amanah yang diberikan. Ketiga pamannya masing-masing berinisial AU, AK dan AT, tega mencabuli Bunga, Melati dan Mawar.

Kini, ketiga korban yang masih mengalami trauma itu mendapat pendampingan hukum sekaligus pendampingan psikologis dari Komisi Perlindungan Anak Indonesa Daerah (KPAID) Kalbar.

Komisioner KPAID Kalbar, Nany Wirayani mengungkapkan, persitiwa biadap yang dialami tiga bocah perempuan itu sebenarnya sudah terjadi cukup lama. Bunga, kata dia, merupakan korban pertama yang dicabuli oleh AU.

Dijelaskan Nany, Bunga bersama Melati dam Mawar awalnya tinggal serumah dengan AU. Saat mendapat pelecehan itu, Bunga tak bisa melawan. Ia hanya bisa pasrah. Sebab merasa tidak punya tempat tinggal lagi. Hingga akhirnya, Bunga sendiri dipindahkan tempat ke rumah pamannya yang lain, AK.

Rupanya kata Nany, di rumah AK, Bunga pun juga tak aman. Ia kembali menjadi mangsa birahi oleh adik kandung mendiang ayahnya itu. Sementara Melati dam Mawar yang masih tinggal serumah dengan AU, juga mendapatkan perlakukan yang sama.

Bahkan satu orang pamannya, AT, yang tinggal serumah dengan AU juga ikut mencabuli dua ponakannya tersebut. Lambat laun, perbuatan bejat ini pun terungkap. Pada 20 Agustus 2018, nenek korban, FN yang tinggal di Jakarta tiba-tiba pulang ke Pontianak. Tujuannya, kata Nany, FN ingin menjenguk tiga cucunya tersebut.

Setiba di Pontianak, FN langsung bertemu dengan Bunga yang masih tinggal di rumah AK. Saat pertemuan tersebut, Bunga pun bercerita kepada neneknya. Bahwa, dia telah dicabuli oleh dua paman kandungnya sendiri, AU dan AK.

FN kemudian marah besar. Ia lantas mengambil keputusan untuk mengambil asuh cucunya. Namun, AK tak sadar diri. Dia tidak mengizinkan. Bahkan FN diancam akan dikeroyok jika tetap nekat membawa pergi cucu-cucunya tersebut.

"Karena itu, nenek korban pun malaporkan pelaku ke Polresta Pontianak," kata Nany kepada wartawan saat ditemui di Kantor KPAID Kalbar, Senin (12/11) sore.

Dari laporan tersebut, sambung Nany, penyidik Polresta Pontianak melakukan visum terhadap korban Bunga. Kemudian, Bunga meminta penyidik agar menyelamatkan dua adiknya yang masih tinggal di rumah AU. Sebab, kepada penyidik, kedua adiknya itu juga telah diperlakukan sama seperti dirinya.

"Pada 20 Agustus itu, penyidik meminta nenek korban ke KPAID untuk membantu menyelamatkan dua adiknya Bunga itu. Hari itu juga kami langsung ke lokasi," ceritanya.

Upaya penyelamatan itu belum membuahkan hasil. Pihak KPAID tidak menemukan Melati dan Mawar. "Selepas Magrib, kami pergi lagi. Lagi-lagi kami tidak menemukan mereka. Setelah keesokan harinya, pihak keluarga pelaku menyerahkan kedua korban," sambungnya.

Menurut Nany, berdasarkan pengakuan Melati, kekerasan seksual yang dialaminya sejak dia masih berumur 6 tahun. Sementara adiknya, Mawar juga mengaku dicabuli. Dia dipaksa melakukan oral seks.

Saat ini, kata Nany, Polresta Pontianak sudah menangai kasus pencabulan yang menimpa tiga anak kakak beradik tersebut. "Dua pelaku yakni AK dan AT sudah ditangkap. Sementara satunya lagi, AU masih buron," ucapnya.

Ketua KPAID Kalbar, Alik Rosyad berharap kepolisian segera menangkap satu pelaku yang kini masih buron. "Saya kira tidak terlalu sulit bagi polisi untuk menangkap pelaku yang buron ini. Apalagi indentitasnya sudah jelas," katanya.

Ia menegaskan, dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, ada dua yang menjadi konsen. Pertama soal jaminan advokasi terkait penegakan hukum. Dan kedua, pendampingan psikologi terhadap korban-korban tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya sudah menangkap dua pelaku cabul terhadap tiga anak di bawah umur kakak beradik tersebut. "Iya (kedua pelaku paman kandung korban, red)," ujarnya singkat ketika ditanya apakah dua pelaku yang diamankan tersebut adalah paman kandung para korban.

Saat ini kata Husni, pihaknya masih memburu satu orang tersangka lagi. "Satu orang masih kita kejar," pungkasnya. (abd/ocs)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Mabuk Lem, 10 Pelajar Diamankan
Mabuk Lem, 10 Pelajar Diamankan

Berita Sejenis

Nekad Jualan Miras, Tiga Pemilik Warung Diamankan

Nekad Jualan Miras, Tiga Pemilik Warung Diamankan

Tiga orang penjual minuman keras (miras) diamankan Tim Operasi Pekat Polsek Petarukan, Selasa (18/12).


Nyabu dalam Kandang Ayam, Tiga Prang Diringkus

Nyabu dalam Kandang Ayam, Tiga Prang Diringkus

Maksud hati sembunyi saat nyabu, apa daya tertangkap juga.


Gendeng, Tiga Tahun Ayah Cabuli Anak Angkatnya

Gendeng, Tiga Tahun Ayah Cabuli Anak Angkatnya

Malang nasib Bunga (bukan nama sebenarnya, red). Gadis berusia 16 tahun ini harus menjadi koran pencabulan. Pelaku tidak lain orangtua angkatnya sendiri.


Angkut Miras, Empat Pemuda Diamankan

Angkut Miras, Empat Pemuda Diamankan

Keuntungan yang menjanjikan membuat Arifin, 24, dan tiga rekannya ketagihan berjualan minuman keras (miras).


Polisi Seriusi Razia Preman

Polisi Seriusi Razia Preman

Polsek Purwokerto Selatan menggelar razia preman, Kamis (22/11) lalu. Hasilnya, tiga anak jalanan diamankan dan diberi pembinaan.


Tiga Anggota Komplotan Pelaku Curanmor Diringkus

Tiga Anggota Komplotan Pelaku Curanmor Diringkus

Satreskrim Polres Banyumas berhasil meringkus komplotan pelaku pencurian sepeda motor belum lama ini. Tiga pelaku berhasil diringkus dalam perkara ini.


Kenalan di Facebook, ABG "Digilir Cinta" Tiga Pemuda

Kenalan di Facebook, ABG "Digilir Cinta" Tiga Pemuda

Usai 'digilir cinta' oleh tiga pemuda yang dikenalnya lewat media sosial Facebook , seorang ABG,didampingi kedua orang tua dan neneknya lapor polisi.


Jambret HP Bocah, Tiga Pemuda Dibekuk

Jambret HP Bocah, Tiga Pemuda Dibekuk

Tiga pemuda yang terlibat penjambretan di Jalan Bulaksari IV B, Surabaya dibekuk.


Tiga Hari Tak Terlihat, Driver Ojol Tewas Gantung Diri

Tiga Hari Tak Terlihat, Driver Ojol Tewas Gantung Diri

Titus Heri Wicaksono, 30, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.


Paman dan Keponakan Simpan Sabu 6,2 Kg Dalam Koper

Paman dan Keponakan Simpan Sabu 6,2 Kg Dalam Koper

Tim unit III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya membongkar peredaran narkoba kelas kakap.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!