Kriminal
Share this on:

Bobol Indomaret, Empat Pencuri Didor, Seorang Tewas

  • Bobol Indomaret, Empat Pencuri Didor, Seorang Tewas
  • Bobol Indomaret, Empat Pencuri Didor, Seorang Tewas

TARGET - Sejumlah polisi memeriksa Indomeret Cabe Rata V yang disatroni kawanan pencuri di Pondok Cabe, Kota Tangsel, Rabu (15/11). (adrianto/indopos)

TANGERANG - Empat pembobol minimarket roboh diterjang timah panas Tim Vipers Polresta Tangerang Selatan (Tangsel). Kelompok yang berasal dari Sumatera Utara ini dilumpuhkan usai beraksi menguras isi Indomaret Pondok Cabe VI di Jalan Pondok Cabe Raya, RT 05/02, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Rabu (15/11) dini hari.

Keempat pelaku merupakan residivis dalam kasus yang sama dan menjadi target operasi (TO) Polresta Depok. Kasat Reskrim Polresta Tangsel, AKP Alexander Yurikho mengatakan empat perampok spesialis minimarket itu masing-masing bernama Jonni Hutahaean, 34, Parulian Pane, 37; Jabuan Saragih Sigalingging, 35 dan Patur Manullang, 37.

Keempatnya dilumpuhkan karena berusaha melawan saat hendak dibekuk. ”Satu dari empat pelaku bernama Jonni Hutahaean tewas karena tertembak di dada sebelah kiri. Jasadnya ada di RS Polri Kramat Jati. Satu kritis karena tertembak di leher dan juga tengah dirawat di RS Polri Kramat Jati,” ucapnya kepada indopos (Jawa Pos Group) saat ditemui di lokasi kejadian, kemarin.

Sedangkan dua anggota lainnya yang terluka sudah diobati. ”Dua orang tengah kami periksa,” ucapnya juga.

Alexander menceritakan peristiwa penembakan itu bermula saat tim patrol Polsek Pamulang tengah memonitor lokasi yang merupakan salah satu daerah rawan karena letaknya berbatasan dengan Kota Depok sekitar pukul 03.30 WIB.

Saat itu, dua anggota patrol melihat tiga pria kelompok Jonni Hutahaean Cs tengah memasukan barang curian usai membobol Indomaret ke dalam Daihatsu Xenia Hitam bernopol B 1437 SYM yang berada di depan minimarket tersebut. Namun saat ketiganya ditegur mereka bersembunyi di balik kendaraan.

”Tahu itu rampok anggota patroli pun menahan kelompok ini agar tidak kabur. Mereka lantas menghubungi anggota Tim Vipers,” ceritanya. Dia juga menceritakan, saat tim Vipers datang sudah memberikan tembakan peringatan agar pelaku menyerahkan diri. Tetapi malah menyerang dengan senjata tajam.

”Karena nyawa anggota terancam keputusan melumpuhkan pelaku kami lakukan dengan menembak mereka,” ungkapnya. Tak sampai di sana, Alexander mengungkapkan, setelah ditembak Jonni yang terkena di bagian dada kiri langsung tewas di tempat. Sedangkan Parulian Pane tertembak di bagian leher kiri dan kritis. Dia langasung dilarikan RS Polri Kramat Jati.

Sementara Jabuan Saragih Sigalingging dan Patur Manullang ditembak di paha dan betis kiri. Dari lokasi jajarannya menyita sejumlah barang bukti dari perampok minimarket tersebut. Yakni, satu unit mobil Daihatsu Xenia Hitam B 1437 SYM, dua buah linggis, dua parang, satu rantai, dua gembok minimarket, satu unit decoder CCTV, ratusan bungkus karton susu, puluhan bungkus rokok, dan sejumlah kosmetik beragam merk.

”Total hasil curian itu mencapai Rp50 juta lebih. Kami sudah memeriksa empat orang saksi dan pekerja minimarket. Kami juga masih menelusuri beberapa kasus pembobolan minimarket yang diduga dilakukan kawanan ini. Karena mereka merupakan pemain lama,” paparnya.

Dari catatan kepolisian, sambung Alexander, sepanjang 2017 komplotan Sumatera Utara ini telah 13 kali melakukan aksi perampokan minimarket. Empat kali di wilayah Kota Tangsel, tiga kali di Kabupaten Tangerang, tiga kali di Kota Tangerang, dan tiga kali di Kota Depok.

Komplotan Jonni Cs ini merupakan resedivis kasus yang sama yang pernah ditangkap Polres Metro Jakarta Timur pada 2013 dan dijebloskan ke Rutan Salemba. ”Mereka ini resedivis kambuhan yyang sering terlibat aksi pembobolan minimarket dikawasan Jabodetabek. Kelompok Jonni CS ini dikenal lihai menghilangkan jejak usai beraksi,” tegasnya.

Selain itu, terang Alexander juga, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Polresta Depok untuk menguak aksi kawanan ini. Karena sebelum beraksi di Kota Tangsel, Jonni Cs beberapa jam sebelumnya membobol minimarket yang ada di wilayah Kecamatan Tapos, Kota Depok. Aksi kawanan ini terekam CCTV.

Sementara itu, Kepala Toko Minimarket Nur Mardiyah (21) menuturkan jika aksi pembobolan itu diketahui beberapa karyawan toko yang hendak salat subuh. Di mana para pekerja melihat dari monitor CCTV ada dua pelaku yang mencongkel gembok bagian atas rollingdor minimarket tersebut.

Melihat itu para rekannya tersebut langsung melaporkan kejadian itu ke polisi melalui sambungan telepon. ”Pas adegan penangkapan, terlihat ada dua orang yang mau memotong gembok toko. Total kerugian yang kami hitung mencapai Rp50 juta,” terangnya kepada koran ini.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana membenarkan, jika komplotan Jonni Cs yang dibekuk Polresta Tangsel merupakan targert operasi (TO) jajarannya. Pasalnya, pembobol spesialis minimarket asal Sumatera Utara ini pernah beraksi membobol minimarket di Jalan Raya Tapos, Nomor 51, RT 02/12, Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos pada Kamis (1/11) lalu.

Dalam LP/1188/XI/2017/Sek.CMGS pelaku berjumlah empat orang dengan mengendarai mobil sejenis Daihatsu Xenia hitam nopol B 1437 SYM masuk ke dalam toko dengan menggunting pintu folding gate lalu menggunting rantai pintu kaca toko dan masuk ke dalam toko lantas menguras berbagai makanan dan minuman yang ada di sana.

”Kelompok ini mengambil 155 slop rokok, 207 box susu, dan 1 unit DVR. Total kerugian minimarket ini Rp80 juta. Memang kasus ini sedang kami tangani, dan baru tahu jika pelakunya ditangkap oleh Polres Tangsel,” tuturnya.

Putu menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Tangsel untuk menelusuri kasus perampokan minimarket jajaran ini.

Diakuinya, dugaannya kelompok Jonni Cs beraksi di Kota Depok sebanyak tiga kali. Pihaknya pun akan melakukan penelusuran kasus ini dengan membuka beberapa laporan para pengelola minimarket yang pernah disatroni kawanan tersebut. (cok/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Mucikari dan Empat Orang PSK Eks Dolly Digerebek

Mucikari dan Empat Orang PSK Eks Dolly Digerebek

Nekat buka praktik prostitusi di eks lokalisasi Dolly membuat Imanuel Dakap (57), harus berurusan dengan polisi.


Terobos Palang Pintu, Satu Keluarga Tewas Seketika

Terobos Palang Pintu, Satu Keluarga Tewas Seketika

Kecelakaan maut di perlintasan Kereta Api (KA) kembali terjadi.


Ngamuk, Penderita Gangguan Jiwa Kapak Kepala Tetangganya

Ngamuk, Penderita Gangguan Jiwa Kapak Kepala Tetangganya

Nahas betul nasib seorang warga Dusun Salam Desa Salamkanci Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang.


Dugaan Pornografi, Istri Dilaporkan Suami

Dugaan Pornografi, Istri Dilaporkan Suami

Seorang wanita berinisial NR (37), dilaporkan ke polisi dengan tuduhan melakukan aksi pornografi di jejaring sosial media pribadinya oleh N.


Siswa SMKN 4 Tewas Gantung Diri

Siswa SMKN 4 Tewas Gantung Diri

Siswa SMK N 4 Semarang kelas I, jurusan animasi, Samuel Kevin Hutagaul (15), ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri di rumahnya.


 Terobis palang, Pengedara Motor Tewas Tersambar Kereta Api

Terobis palang, Pengedara Motor Tewas Tersambar Kereta Api

Nasib nahas dialami seorang pengendara motor yang tersambar kereta api barang di Pintu Perlintasan Sebidang Kereta Api Desa Sarirejo Kecamatan Kaliwungu.


Tiga Hari Tak Terlihat, Driver Ojol Tewas Gantung Diri

Tiga Hari Tak Terlihat, Driver Ojol Tewas Gantung Diri

Titus Heri Wicaksono, 30, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.


Geger Pesepeda Nyemplung Kali Bogowonto ternyata Hoax

Geger Pesepeda Nyemplung Kali Bogowonto ternyata Hoax

Warga di Kecamatan Purworejo dihebohkan dengan informasi terceburnya seorang pesepeda onthel di Sungai Bogowonto.


Pemandu Karaoke E Plazza Tewas Gantung Diri

Pemandu Karaoke E Plazza Tewas Gantung Diri

Seorang perempuan ditemukan tewas dengan cara gantung diri di dalam sebuah rumah mess karyawan E Plazza di Jalan Sriwijaya, Pleburan, Semarang.


Tersinggung karena Dipelototi, Seorang Warga Dikepruk Gelas Kopi

Tersinggung karena Dipelototi, Seorang Warga Dikepruk Gelas Kopi

Bermula dari saling pandang, Muhammad Wiryanto menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan seseorang di Arena Merpati Jalingkut Kota Tegal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!